Sabtu, 17 Agustus 2019

Sosialisasi Anak Homescooling: Penerapan Sosialisasi Lintas Usia Qifaya

Sebelumnya saya sudah pernah membahas tentang sosialisasi anak homeschooling. Tapi mungkin masih ada beberapa yang belum mengerti tentang sosialisasi vertikal atau lintas usia. Sebenarnya cukup mudah dijelaskan, namun kenyataannya masih banyak yang belum percaya bahwa anak kecil pun bahkan bisa melakukan sosialisasi jenis ini.

Baiklah, saya berikan contoh misalnya dengan apa yang terjadi sore ini dengan Qifaya. Sore tadi Qifaya minta izin bermain di luar rumah, karena memang hampir setiap sore ia bermain di luar   bersama kawannya. Namun sejak semua kawannya ikut mengaji di pondok dekat rumah, setiap sore dia bemain sendirian sampai kawan-kawannya pulang. Mengapa Qifaya tidak ikut mengaji bersama kawan-kawannya? Nanti akan saya bahas di postingan lain ya.

Lalu, sembari saya memberikan ASI pada adek B, saya mendapatkan pesan whatsapp dari tetangga saya, ibu dari kawan Qifaya.


Nah, kira-kira seperti inilah yang dinamakan sosialisasi vertikal atau lintas usia. Qifaya bertamu ke rumah tetangga, meski kawannya sedang tidak di rumah karena pergi ngaji atau sedang tidur, dia tetap bertamu dan bersosialisasi dengan ibu kawannya atau dengan adik kawannya yang masih berusia 7 bulan.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Qifaya bergaul dengan orang dewasa. Dulu pun Qifaya suka bermain dengan kawan saya, serta tante-tantenya, kakek dan nenek. Tapi saya tak menyangka anak ini benar-benar secara alami bisa bersosialisasi dengan orang lain yang bahkan saya sendiri pun tak begitu akrab hehe... Masya Allah.. Padahal biasanya anak seumuran Qifaya, sangat jarang yang mau bergaul dengan orang dewasa. Jangankan bergaul, diajak ngomong saja sering agak segan.

Dengan adanya postingan ini, semoga orang yang mengatakan anak homeschooling itu kuper dan terkurung, bisa menepis pandangannya itu. Karena ternyata anak homeschooling bisa bersosialisasi baik horisontal maupun vertikal secara alami. insya Allah

0 komentar:

Posting Komentar