Minggu, 28 Juli 2019

Akhirnya di Wisuda Juga di Institute Ibu Profesional Kelas Martikulasi 2019

Awal Juli lalu merupakan hari dimana saya di wisuda untuk yang ke sekian kalinya, jika dihitung dari wisuda mengaji waktu kecil dulu :D Ya, hari itu saya di wisuda sebagai tanda lulusnya dari kelas martikulasi di Institut Ibu Profesional. Setelah mengerjakan beberapa tugas yang disebut sebagai NHW selama kurang lebih 3 bulan lamanya, yang mana mengerjakan NHW ini rasanya kurang mantap jika tidak dibarengi dengan begadang wkwkw maklumlah saya termasuk siswi yang agak lumayan malas menyetor tugas.
IIP Martikulasi Batch 7 Surabaya Raya
Sebenarnya proses dari selesainya perkuliahan ke wisuda itu membutuhkan waktu yang lumayan lama, kira-kira 4 bulan baru sampai ke hari wisuda. Lumayan lama sampai saya hampir lupa bahwa pernah belajar disini :D Tapi mungkin ini sudah suratan takdir :D

Btw, saya sebenarnya sangat beruntung telah menjalani perkuliahan di institut ibu profesional ini. Setelah mengikuti tahap demi tahap, menyelesaikan NHW hingga selesai, akhirnya saya menemukan passion saya yaitu di bidang parenting. Plus saya juga sadar bahwa saya ini seorang penggerak, seorang pengajar dan seorang pendidik. Saya bahagai membagikan ilmu khususnya parenting kepada sebanyak mungkin orang tua di luar sana, karena saya yakin bahwa bangsa ini akan berhasil suatu saat nanti jika orang tua kembali ke rumah menjalankan perannya masing-masing.

Well,  passion ini saya selalu tuangkan di akun instagram saya, karena kebetulan people  jaman now lebih suka baca status daripada baca blog. Jadi saya rajinnya wara wiri di instagram. Tapi tak menutup kemungkinan suatu saat saya juga akan share beberapa tulisan saya di blog ini.

Saat dipanggil ke panggung buat di "wisuda"
Nah, kita kembali ke proses wisuda di institut profesional. Acara ini dilaksanakan tanggal 14 Juli 2019 di AMG Tower Surabaya. Seperti biasa, acara ini didahului dengan sambutan-sambutan, lalu peserta wisuda dipanggil satu per satu untuk di "wisuda", diberikan piagam dan bros yang disemat di pita bewarna kuning, lalu dikalungkan di leher. Setelah itu, foto cekrek cekrek dan kita turun digantikan oleh peserta lain.

Uniknya dalam acara ini, kita membawa makanan sendiri yang diletakkan di wadah kemudian wadahnya dibawa pulang kembali setelah isinya habis. Eh, meski kenyataannya wadah yang saya bawa pulang kembali terisi dengan makanan yang dibawa oleh peserta lain :D intinya acara ini tujuannya adalah minim sampah, meski di lapangan faktanya masih banyak sampah berserakan :D

Anyway, waktu itu saya berangkat dengan mengenakan cadar ya buibu. Mungkin di lain waktu akan ada yang melihat saya tanpa cadar. Ya, saya memang masih lepas pasang cadar saya, karena bagi saya cadar itu sunnah dan menjadi wajib ketika suami meminta mengenakan. Kebetulan waktu itu suami saya meminta saya untuk mengenakan cadar, jadi saya ya mengenakannya. Namun, di lain waktu kadang suami saya tidak meminta saya memakainya, jadi saya tidak memakainya :D Maafkan hatiku yang belum tulus ya mengenakan cadar.
Kakak Q sibuk meronce
Berhubung acara ini membuka sponsorship, di bagian luar ruangan terdapat beberapa stand yang menjual pelbagai jenis dagangan, salah satunya adalah mainan. Kebetulan sekali waktu itu ada anak lain yang membeli mainan dan kebetulan sekali saya hanya membawa uang cash 50rb saja, jadi kakak Q tak kubelikan mainan karena selain uangnya tak cukup, cara kami membeli mainan untuk kakak Q memang tidak bisa langsung mau langsung beli, semua harus direncanakan sebelumnya. Jadi, kakak Q meminjam mainan kawannya disana, yang entah bagaimana cara dia meminjamnya, yang jelas saat saya melihatnya, dia sudah tampak seperti foto di atas.
Mainan dari Kampoeng Dolanan
Selain permainan yang dibeli on the spot, ternyata disana juga disediakan permainan tradisional oleh Kampoeng Dolanan. Mulai congklak, hulahup, hingga enggrang juga tersedia disana. Cukup seru dimainkan oleh anak dan para ayah yang menunggu ibunya selesai di wisuda.
Permainan tarik tambang
Setelah acara wisuda berakhir, tim dari kampoeng dolanan masuk ke dalam ruangan dan mengajak seluruh peserta untuk bermain bersama. Beberapa permainan kami mainkan, tapi yang paling seru adalah bermain tarik tambang ibu-ibu. wkwkwk acara ini berhasil mengocok perut saya karena tertawa. Para ibu menarik tambang sambil teriak-teriak dan tertawa :D

Setelah permainan usai, kita makan bersama di ruangan, makanan berlebih dibungkus oleh beberapa peserta termasuk saya :D Wisuda kali ini sungguh membekas di hati saya, apalagi saya menemukan "jamu" yang dibawa peserta lain dan rasanya sungguh nikmat, Masya Allah... Senang sekali berada di kumpulan ibu-ibu ini.

0 komentar:

Posting Komentar