Selasa, 16 Juli 2019

Menghirup Udara Malam di Pasar Ikan Pabean Surabaya

Setahun sudah saya berdomisili di kota Surabaya dan baru malam ini saya berhasil mengunjungi pasar ikan di kota ini. Selama ini suami saya yang sering belanja di pasar ikan. Alasannya simple, sejak kecil saya memang tidak terbiasa dengan kondisi pasar karena tidak pernah secara khusus diajak ke pasar (apalagi pasar ikan). Jadi saya merasa kurang nyaman berada di dalam pasar ikan. Nah, malam ini sekalian menunggu waktu tidur, kami berjalan-jalan mengunjungi pasar ikan sambil tentu saja membeli ikan untuk persediaan makanan kami.

Penampakan Pasar Ikan Pabean
Pasar Ikan Pabean Surabaya
Jl. Panggung, Nyamplungan, Kec. Pabean Cantian, Kota SBY, Jawa Timur 60162

Sejak tinggal di Kendari dulu, kami memang sudah terbiasa belanja ikan di pasar ikan. Kalau di Kendari dan Makassar namanya pelelangan ikan dan lokasinya tepat di pinggir laut. Jadi ikan yang baru ditangkap langsung dijual. Sementara pasar ikan pabean di Surabaya, letaknya cukup jauh dari laut. Jadi butuh waktu lagi untuk mengangkutnya dari laut untuk dipasarkan.

Awal pindah di Surabaya, kami membeli ikan di pasar dekat rumah. Tapi dasar ya kami sudah terbiasa makan ikan segar yang baru ditangkap di laut, pas dikasih ikan yang sudah bermalam ya rasanya gak mau turun di tenggorokan. Jadi, suami yang waktu itu memutuskan naik gojek pagi-pagi sekali menuju pasar ikan pabean dan pulang dengan tangan hampa karena ternyata pasarnya belum buka wkwkwkw.

Berbeda dengan pasar ikan di Makassar dan Kendari yang buka pagi bahkan subuh, ketika siang sudah banyak yang pulang. Sementara di pasar ikan pabean Surabaya, pasarnya baru buka siang hari sampai subuh. Jadi setelah itu, suami baru belanja ikan di pasar sana sepulang bekerja, sore atau malam hari.
Bagian luar pasar ikan pabean
Nah, karena pasar ikan ini letaknya lumayan jauh dari laut, jadi penampakan pasarnya sangat mirip dengan kompleks pasar biasa di Makassar dan Sulawesi. Pasar ikan pabean Surabaya di sisi kanan kirinya terdiri dari bangunan ruko model lama dan jalanannya terbuat dari paving block. Tak ada angin sepoi sepoi yang menyambar ujung jilbab seperti pelelangan ikan di kampungku yang pasar ikannya berada di pinggir laut :D
Abati pilih ikan, Qifaya sibuk pegang ikan juga :D
Katanya sih, disini tuh pasar ikan yang paling besar. Jadi penjual-penjual yang ada di komplek perumahan, yang keliling dan di pinggir jalan itu semuanya beli disini. Ya aku sih percaya aja sama suami karena memang harga ikan disini lebih murah dibandingkan dengan ikan di tempat lain. Tapi meski menjadi pusat perbelanjaan ikan dan makhluk laut lainnya, bukan berarti disini ikannya segar semua. Harus tetap pintar-pintarnya memilih, apalagi tadi saya menemukan penjual nakal yang kasih pewarna makanan di kerang jualannya (Kalau di Makassar namanya tude, di Kendari namanya pokea, Surabaya belum tahu namanya apa).
Kerang diberi pewarna agar lebih menarik pembeli
Mengunjungi pasar ikan merupakan hal baru bagi adek B, doi jadi auto semangat pas lihat ikan besar wkwkwk tapi emmaknya juga semangat sih soalnya terakhir mengunjungi pasar ikan kira-kira 2-3 tahun yang lalu sebelum akoh hamil anak kedua.
Ikannya panjang banget
Mengunjungi pasar ikan juga bisa sekalian ajar anak-anak untuk melihat berbagai jenis hewan laut, bahkan menyentuhnya langsung meski dalam kondisi ikannya tak bernyawa lagi. Disini juga anak-anak belajar melihat proses transaksi jual beli. Mereka juga belajar profesi berniaga, belajar tawar menawar, dan tentu saja bersenang-senang.
Wajah bahagia ketemu banyak ikan
Pas mau pulang, saya melihat penjual ikan asin. Langsung deh auto pegang baju suami minta dibelikan ebi. Harga per kg ebi 40rb rupiah, suami minta 1/4 kg saja dikasih harga 15rb per kg. Saya yang tak mau rugi, bilang "mending 1/2 kg, 20rb kan ya?". Pas ditimbang sama bapak penjualnya, saya kaget karena ternyata 1/2 kg itu buaaanyak banget! wkwkwkw
Kedai ikan kering
Setelah mendapatkan 2 kg ikan dan 1/2 kg ebi, kami akhirnya memutuskan untuk balik ke rumah, melihat waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 yang mana anak-anak sudah harus tidur karena besok harus menjemput neneknya di pelabuhan. 

Nah, sekian jalan-jalan di pasar ikan pabean Surabaya, ya! Tertarik mengunjungi pasar ikan ini? Ada banyak jenis ikan loh disana. Mulai dari ikan yang sering kita makan sampai ikan yang baru pertama kali kita lihat. Eh tapi kayaknya ikan piranha gak ada dijual disana deh. Terakhir, ada ole-ole foto kakak Q dengan wajah bahagia banget tapi mami ambil fotonya kurang bagus, nih.
Anak kicik senang bangeeettt

0 komentar:

Posting Komentar