Senin, 22 Juli 2019

Serunya Naik Kereta Api Ekonomi Mutiara Selatan dari Surabaya ke Malang

Seminggu yang lalu, kebetulan ibu saya berkunjung ke Surabaya. Beliau memang telah merencanakan ini jauh hari sebelumnya. Katanya, sih beliau ingin menengok sang cucu sekaligus merasakan naik kereta api untuk pertama kalinya. Mengingat kondisi ibu saya yang sudah tua serta saya juga membawa anak-anak tanpa suami, maka saya memutuskan liburan ke Malang saja dengan menggunakan transportasi kereta api yang mana hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam saja dari stasiun wonokromo ke stasiun Malang kota baru.

Seperti biasa, saya memesan tiket kereta api melalui aplikasi Traveloka. Sebenarnya kita juga bisa memesan langsung di stasiun, tapi agar tidak ribet dan lebih jelas, saya memutuskan memeasan melalui online saja. Harga untuk kereta api dari Surabaya ke Malang kelas ekonomi adalah 40rb rupiah per orang, dimana bayi tidak perlu membayar dan tentu tidak juga mendapatkan kursi alias dipangku. Tapi bukan berarti si bayi tidak mendapatkan tiket, kita tetap memesan tiket untuknya dengan pilihan kursi untuk bayi.

Tiket KA Mutiara Selatan kelas Ekonomi
Sebenarnya, ini bukanlah kali pertama saya menggunakan kereta api menuju malang. Pada tahun 2016 saya juga sempat menggunakan transportasi ini ke Malang dari Surabaya, tapi waktu itu saya menggunakan kereta api penataran yang harganya cuma 12rb rupiah saja. Tapi maklum saja ya, dengan harga yang cuma 12rb, jangan meminta kondisi kereta yang sebanding dengan harga 40rb rupiah :D
Beli roti sebelum berangkat
Waktu itu, kami berangkat dari stasiun wonokromo dan ini adalah kali pertama juga bagi saya memasuki stasiun ini. Sebelumnya saya naik kereta api dari stasiun gubeng. Pas tiba di stasiun wonokromo, saya tidak menyangka bahwa disini sangat sepi penjual makanan. Kami bekeliling dan hanya mendapati satu penjual saja, yaitu Roti O di bagian depan stasiun. Harga rotinya juga lumayan mahal menurutku, per pcs dihargai 12rb rupiah dan coklat panasnya dihargai 30rb rupiah :D Bertiga pesan masing-masing 1 roti dan coklat panas, harganya sudah lebih mahal daripada tiket kereta apinya. Saran saya lebih baik beli snack dari rumah saja sebelum mampir ke stasiun ini, karena disini tidak ada alfamart atau indomaret.
Jalan Masuk Stasiun Wonokromo
Kami menggunakan transportasi taksi online menuju stasiun Wonokromo dan kami diturunkan di depan stasiun yang ada jalan khusus bagi penumpang stasiun yang turun di pinggir jalan. Lumayan sempit, hanya cukup berjalan 2 orang berdampingan saja. Tak tahu ya jika kita turun di parkiran mobil seperti apa.
Ruang Tunggu Stasiun Wonokromo
Setelah check in, kami memasuki ruang tunggu kereta api yang menurutku lumayan bersih. Disana juga ada semacam pengamen yang sudah di upgrade karena menggunakan speaker dan mic, hanya saja saya lupa memotretnya. Lumayan menggaggu sih menurutku.
Kereta Api Mutiara Selatan kelas Ekonomi
Nah, pas masuk di dalam kereta, rasanya kurang lebih hampir sama dengan kereta api kelas eksekutif yang pernah saya naiki dari Jakarta ke Bandung. Di kereta api kelas ekonomi Mutiara Selatan ini, juga memiliki kursi yang tiap deretnya hanya 2 orang saja, yang membedakan hanya luas kursinya saja. Pada kelas ekonomi, kursinya tidak begitu luas, tak ada bantal dan tak ada tatakan meja untuk makan, space kaki juga terbatas.
Space kaki kereta api kelas ekonomi
Beruntungnya naik kereta api saat bukan musim liburan, banyak kursi yang kosong. Bahkan di sebelah saya tidak ada orang. Jadi adek B juga ikutan punya kursi. Luamayan lah bisa dipake rebahan sama adek B. Pas pulang malah, kakak Q pindah ke deret belakang untuk tidur sambil selonjoran kakinya.

Saya sudah mendokumentasikan perjalan kami selama di kereta api menuju Malang dalam bentuk video. Silahkan ditengok ya!



0 komentar:

Posting Komentar