Senin, 22 Juli 2019

Berapakah Biaya Homeschooling?

Sewaktu mengatakan bahwa kakak Q saya homescooling-kan, beberapa orang berkata, "wah, kalo homeschooling tuh harganya mahal..." beberapa juga berkata, "kamu gak punya uang ya? sampai harus homeschooling". Well, keduanya sama sekali tak paham tentang homeschooling, karena memang homeschooling masih begitu asing di masyarakat kita.
Gambar: cityclub

Homeschooling adalah Keluarga, Bukan Sebuah Lembaga

Pertama, Homeschooling bukanlah lembaga, melainkan sebuah keluarga. Mungkin pernyataan ini sangat cocok bagi mereka yang sering berkata bahwa homeschooling itu mahal. Mungkin juga alasan mereka berkata mahal karena ada begitu banyak lembaga yang memberikan embel-embel homeschooling di depan namanya. Ambil saja contoh homeschooling kak set* dan homeschooling primaga*a.

Mereka memberi embel-embel homeschooling pada lembaganya dan mematok harga yang fantastis bagi anak yang ingin menjalani "homeschooling" disana. Sebut saja lembaga kak se*o yang menarik biaya pendaftaran kurang lebih 50jt di awal, belum termasuk biaya bulanan yang juga biayanya tidak kalah fantastis. Wajar sekali beberapa orang mengatakan jika homeschooling mahal, jika mereka mendapatkan informasi dari lembaga ini.

Padahal, di seluruh penjuru dunia ini yang namanya homeschooling merupakan pendidikan yang dilakukan di rumah. Namanya saja "home" yang berarti proses pendidikan ini utamanya dilakukan di rumah. Jika masih menitipkan anak pada sebuah lembaga, namanya tetaplah sekolah, bukan homeschooling. Meski mereka hanya masuk beberapa kali dalam seminggu dan tidak seketat sekolah formal pada umumnya, mereka tetaplah sekolah, atau lebih tepatnya sekolah fleksibel. Mereka berada di antara sekolah dan homeschooling.

Fleksibilitas Biaya Homeschooling

Kedua, karena homeschooling merupakan pendidikan berbasis keluarga, menyebabkan biaya yang keluar sangat fleksibel dari masing-masing keluarga. Sama halnya dengan biaya makan sebuah keluarga, pasti berbeda dengan keluarga lainnya. Begitupun dengan homeschooling, biaya yang dikeluarkan setiap keluarga berbeda, tergantung kebutuhan dan keinginan keluarga tersebut.

Sebagai contoh, keluarga si A ingin menerapkan metode montessori dalam kegiatan home-schooling anaknya. Maka otomatis keluarga A akan mengeluarkan biaya untuk menyiapkan segala perlengkapan montessori untuk anaknya. Sementara keluarga B ingin menerapkan metode unschooling pada anaknya, dimana metode ini tidak berpatok si anak harus melakukan apa dengan cara apa. Semua bergantung kondisi si anak saat itu ingin belajar apa. Maka tentu keluarga B akan menyiapkan apa saja yang dibutuhkan si anak untuk memenuhi kebutuhan belajarnya saat itu juga.

Saya kembali menganalogikannya dengan biaya makan. Misalnya keluarga A memilih makan setiap hari di luar rumah, sementara keluarga B memilih makan setiap hari dengan masakan rumah. Tentu biaya yang keluar berbeda antara keluarga A dan keluarga B. Nah, begitu juga dengan homeschooling. Biayanya sangat tergantung dengan kebutuhan dan keinginan setiap keluarga, berbeda satu dengan yang lainnya.

Jadi, Homeschooling Mahal atau Murah?

Seperti yang saya paparkan di atas tadi, bahwa biaya homeschooling bisa jadi mahal atau pun murah. Kembali pada kondisi masing-masing keluarga. Bisa menjadi mahal jika orang tua memanggil tutor untuk membimbing anak dalam proses belajar, membeli peralatan dan perangkat belajar dari luar negeri, melakukan kegiatan belajar di luar yang membutuhkan biaya besar.

Namun, biaya homeschooling juga bisa menjadi murah jika orang tua bisa mengakali perangkat belajar anak dengan menggunakan bahan yang tersedia di sekitar rumah, menggunakan buku-buku bekas atau bahkan meminjam buku dari perpustakaan daerah, memanfaatkan internet.

Untuk kegiatan homeschooling kakak Q sendiri, kami menggunakan metode unschooling yang mana kakak Q bebas ingin belajar apa saja tanpa mematok kurikulum. Jika hari ini ia ingin belajar berhitung, maka kami akan menemaninya dan tidak memaksa untuk belajar yang lain. Kami juga tetap membelikan beraneka ragam permainan edukatif, buku-buku baik baru/impor/bekas, kami juga tetap menggunakan internet dan perangkat gratis yang tersedia di sekitar rumah. Bahkan kami juga melakukan kegiatan outdoor yang membutuhkan biaya. Oh iya, untuk minat dan bakat, saat ini kakak Q masih mengikuti latihan gymnastic. Total biaya yang keluar untuk "homeschooling" kakak Q berkisar antara 900rb-1,2jt setiap bulannya, sudah termasuk biaya gymnastic, transportasi, beli mainan, buku, bahan praktek, dll. Belum termasuk biaya travelling jika kami melakukannya dalam sebulan.

Mahal? Tergantung kondisi keluarga masing-masing lagi ya, karena seperti yang saya bilang sebelumnya bahwa biaya homeschooling itu ibarat biaya makan. Oh iya, untuk saat ini kakak Q belum mendaftar di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) karena syarat untuk mendaftar disana adalah 7 tahun, sementara kakak Q baru berusia 5 tahun. Jika sudah mendaftar maka tentu saja biaya yang keluar akan lebih. Tapi tentu saja mendaftar di PKMB adalah termasuk opsi, boleh ya dan boleh tidak. Bahkan beberapa keluarga baru mendaftar di PKBM saat akan mengikuti ujian paket.


0 komentar:

Posting Komentar