Senin, 25 Maret 2019

Misi Hidup dan Produktivitas

Berkaitan dengan tugas sebelumnya disini, di postingan kali ini akan membahas tentang misi hidup dan produktivitas sebagai seorang ibu. Kali ini saya akan melanjutkan tentang hal-hal teknis berkaitan dengan postingan sebelumnya. Diantara ke-5 hal yang saya bisa dan sukai untuk dilakukan, saya memilih satu hal untuk dikembangkan, yaitu belajar ilmu tentang pengasuhan dan pendidikan anak.

Berikut BE DO HAVE yang harus saya lakukan terkait poin tersebut:

Mental apa yang harus dimiliki (BE)

Berhubung saya memilih belajar ilmu pengasuhan dan pendidikan anak, saya rasa bahwa saya harusm memiliki mental yang kuat, tegas namun sabar dan tetap konsisten dalam menjalankan pengasuhan dan pendidikan anak. Hal ini karena tingkat stress saya cenderung lebih mudah meningkat jika menghadapi anak-anak, karena itu saya harus lebih sabar lagi. Namun, saya juga harus tetap menjadi pribadi yang kuat, tegas dan konsisten agar ilmu yang saya jalankan bisa menghasilkan dampak yang positif.

Apa yang harus dilakukan? (DO)

Untuk mendapatkan ilmu tentang pengasuhan dan pendidikan anak, saya harus lebih banyak menggali ilmu, entah itu dengan membaca buku, mengikuti seminar, webinar, belajar dari agama tentunya juga sangat perlu. Selain itu saya juga perlu menuliskan rancangan apa yang harus saya lakukan untuk pengasuhan dan pendidikan itu sendiri, mencatat apa saja yang telah dilakukan, apa yang akan dilakukan dan apa yang perlu diperbaiki dalam proses menjalankannya.

Apa yang harus dilakukan jika telah memiliki apa yang diharapkan? (HAVE)

Jika saya telah mendapatkan apa yang telah saya harapkan, saatnya saya action dan mengambil langkah pertama untuk menajalankannya. Sejauh ini sebenarnya saya telah melakukan apa yang telah saya tulis di atas. Mungkin ke depannya saya tinggal observasi apa saja yang telah saya lakukan dan menuliskan apa saja yang perlu diperbaiki.

Aspek Dimensi Waktu

Lifetime Purpose, dalam kurun waktu kehidupan saya ingin mencapai satu titik dimana anak-anak saya bisa sepenuhnya menjadi manusia yang beradab dan bermanfaat bagi sebanyak mungkin manusia. Sebab, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang banyak (Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289), sumber muslimah.or.id. Disamping itu, saya juga ingin agar ibu lainnya bisa mencetak generasi yang sama.

Strategic Plan, dalam waktu 5 - 10 tahun ke depan saya ingin agar anak-anak saya, terutama anak pertama sudah menguasai keterampilan hidup, menjadi remaja yang takut kepada Allah, sayang keluarga dan mulai menebar manfaat kepada orang lain.

New Year Soluction, tahun depan saya berharap agar dari ilmu pengasuhan dan pendidikan anak yang sedang dan akan saya miliki, anak-anak saya bisa hidup lebih bahagia sehingga mereka bisa tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas. Saya ingin anak-anak saya jatuh cinta dengan belajar hal baru.

Semua itu tidak akan bisa dimulai tanpa saya harus mengubah diri saya sendiri, dan perubahan itu akan saya mulai dari mindset saya, bahwa saya bisa menjalankan ilmu pengasuhan dan pendidikan anak dengan baik dan sesuai kebutuhan anak-anak saya.

Sekian.


0 komentar:

Posting Komentar