Senin, 11 Maret 2019

Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

Akhirnya sampai juga ke NHW 6 di Institut Ibu Profesional. Meski deadline pengumpulannya sudah dekat, tapi it's never too late to write something good. Tugas kali ini, seperti judul postingan adalah bagaimana saya belajar menjadi manajer keluarga handal. Caranya? Mudah, yaitu dimulai dari mengatur waktu yang sangat berharga ini. 


Aktifitas Penting / Tidak Penting
Jujur saja, setelah membuat daftar penting dan tak penting ini, saya melek sekali bahwa waktu saya memang banyak sekali habis di tiga hal di atas, bermain game, kepo postingan orang dan cari-cari barang di marketplace yang bahkan tidak mau dibeli wkwkwk wasting time banget! Kemarin-kemarin sadar sekali tentang ini, tapi sama sekali tak pernah terpikirkan untuk mengakhirinya. Jika ada waktu luang, pasti deh mulai lagi. Berikut jadwal yang saya susun.

Jadwal Harian

Waktu di atas adalah jadwal normal harian, diluar waktu mendesak seperti sakit, harus keluar rumah, mudik, atau hal mendesak lainnya yang tak bisa ditinggalkan. Berhubung anak pertama saya saat ini sedang fokus di bidang gymnastic, jadi saya meluangkan waktu di hari rabu dan sabtu untuk mengantarnya latihan. Hal ini di luar jadwal latihan tambahan dan jadwal perlombaan.

Untuk kandang waktu, saya memilih waktu dinamis saya di pukul 6 pagi hingga 6 sore. Jadi di waktu ini saya memperbanyak jam terbang saya.

Sepertinya itu saja yang ingin saya tuliskan, sekian postingan kali ini.

2 komentar:

  1. Mbaaaa, ada yang salah deh dengan hidup saya, karena kalau saya baca jadwalnya sederhana banget, sementara saya kayak dikejar waktu mulu hiks!

    Saya bangun pukul 4, lebih dari itu anak bakalan telat ke sekolah.
    Saya bangun dulu, sholat duluan, nggak pakai ngaji, nggak cukup rasanya waktu, ngajinya biasanya ISha :D

    TErus abis itu masak air, bangunin anak perlahan, dan ini tantangannya.
    Ampuuunnn.. udah banguninnya susah, resiko yang bayi juga bangun pula.

    Kalau adiknya bangun juga means saya kudu siapin sarapan sambil gendong kadang sambil nyusuin hiksss..

    BalasHapus
    Balasan
    1. anaknya gak mau bangun mba? coba di cek mba...
      skrg kan mumpng punya bayi ya.. kalo anaknya bangun subuh, dibiarkan bangun, ditemani main atauu berusaha utk ditidurkan lagi? kalau ditidurkan lagi, jgn heran mba nanti anaknya susah dibangunkan subuh.

      manusia, fitrahnya itu emg bangun subuh.. buktinya bayi itu suka bangun subuh2, bahkan sering 1 atau 2 jam sebelum subuh (waktu tahajjud). hanya sj kita yg sering ciderai fitrah ini.

      waktu terasa sempit mba? coba perbanyak baca Alquran mba,, insya Allah jadi lapang waktunya. ini benaran deh, serius.

      kalau bikin sarapn mba ga usah yg heboh banget... kalo aku sih paling coco crunch atau roti, pokoknya yg simpel aja... gak perlu bikin nasi uduk, dkk nya :D

      Hapus