Senin, 14 Januari 2019

Manajamen Gawai Bagi Ibu Rumah Tangga

gambar: iprice.sg
Sebagai seorang ibu rumah tangga, tentunya saya memiliki waktu "luang" yang lebih banyak dan lebih kritis dibandingkan dengan ibu bekerja. Kenapa saya mengatakan demikian, karena ibu rumah tangga lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama anak-anaknya. Salah sedikit menghabiskan waktu luang, anak-anak akan meniru. Adanya faktor kebosanan mengurus rumah tangga, serta faktor lain, menyebabkan banyak ibu rumah tangga yang menghabiskan waktu santainya bersama gawai a.k.a gadget.

Sebenarnya tidak salah menghabiskan waktu dengan gadget, hanya saja, sayangnya banyak yang belum tahu bagaimana cara me-manage waktu penggunaan gadget hingga tidak bisa mengoptimalkan waktu membersamai anak-anak di rumah. Termasuk saya, jadi dulu saya adalah tipe manusia yang menghabiskan waktu lebih banyak di depan laptop dan smartphone, akibatnya apa? Dulu anak petama saya jadi kecanduan TV dan gadget. Soalnya anak itu akan meniru ya apa yang dilakukan orang tuanya. Akhirnya pelan-pelan saya berusaha mengubah diri, alhamdulillah anak pertama saya tidak kecanduan lagi.

Saya sendiri kebingungan ketika mendapatkan tugas dari Institut Ibu Profesional, dimana saat ini saya sedang mengikuti kelas foundation-nya. Soalnya, saya pribadi masih sering berkutat dengan gadget di rumah. Begitulah, berhubung saya seorang internet marketer dan juga saya memiliki misi hidup, yaitu bermanfaat bagi orang lain melalui internet, jadi jujur saya masih memiliki waktu yang banyak dengan gadget. Oh iya, selain itu saya juga masih senang bermain-main dengan game. 

Tapi dengan semua kenyataan yang ada, sebenarnya saya masih bisa membersamai anak-anak saya. Terbukti karena saya sama sekali tidak menggunakan jasa ART, apalagi nanny tapi masih bisa tetap eksis di dunia maya. Nah, lantas bagaimana saya mengatur jadwal bermain gadget?

Pilih Waktu Yang Tepat

Jika saya ingin bermain gadget, saya akan memilih waktu yang pas. Saya baru aktif membuka-buka gadget ketika anak-anak saya telah tertidur. Saat ini saya memiliki dua orang anak. Pertama usia 4 tahun dan kedua usia 10 bulan. Nah, karena usia mereka berbeda, maka sudah jelas jadwal tidur mereka pun berbeda. Lalu, bagaimana? Jadi, anak pertama saya itu memiliki jadwal menonton di laptop sejam per hari dan dia baru bisa nonton ketika si adik tidur. Saat itu lah saya bermain gadget dengan sangat aktif. 

Selain itu, ketika anak-anak sudah tidur di malam hari, saya meluangkan waktu lagi untuk bermain gadget. Ya, saya mengurangi jadwal tidur saya demi membaca komik dan bermain game online. Bagi saya, ini adalah me time yang sangat berharga :D

Saat berada di luar rumah dengan tujuan jalan-jalan bersama keluarga, sebisa mungkin saya tidak membawa smartphone agar jalan-jalan kami lebih berkualitas. Untuk foto-foto, saya lebih memilih membawa kamera daripada smartphone. Kecuali jika saya hanya jalan bertiga sama anak-anak tanpa suami, saya harus bawa smartphone untuk memesan taksi online.

Pilih Prioritas

Apakah di luar jam di atas saya bermain gadget? Iya, tapi saya memilih prioritas, misalnya memang ada yang harus dibalas cepat, pasti saya memegang gadget. Atau saya lagi masak dan cari resep di internet, pasti saya memegang smartphone, tapi sebelumnya saya menjelaskan kepada anak pertama tentang apa yang sedang saya lakukan agar dia tidak salah paham. Termasuk saat menulis artikel ini, anak kedua saya sedang tidur dan anak pertama duduk di sebelahku melihat pekerjaanku. Sebisa mungkin anak pertama harus mengerti apa yang sedang saya lakukan, jadi di mata kakak, saya memegang gadget untuk menulis, kerja atau cari resep.

Saya sebisa mungkin menghindari percakapan panjang ketika tidak berada di waktu yang saya sebutkan pada sub poin pertama. Keaktifan di grup WA juga sangat minim, karena saya memang sengaja tidak mengaktifkan suara notifikasi, takut jadi greget dan pengen dibuka cepat-cepat. Selain itu, saya juga tidak mengikuti akun-akun gosip di internet. Percayalah, akun seperti ini bisa dengan mudah menghabiskan waktu-waktu berharga kita. Saya juga berhenti melakukan scroll di media sosial, saya cukup fokus dengan misi saya yaitu menebar manfaat. Setelah melakukannya maka saya telah selesai.

Nah, sepertinya itu saja manajemen gawai ala saya. Percayalah, ketika kita bisa mengatur jadwal gawai dan bijak dalam setiap penggunaannya, membersamai anak-anak akan terasa lebih menyenangkan dan oh iya, ternyata dengan me-manage penggunaan gadget, bisa mengurangi ketertarikan anak-anak dengan gadget loh.  Semoga bisa menginspirasi yaaa....

0 komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Pendapatmu?