Kamis, 27 September 2018

Metode MPASI Bayi, BLW atau Spoon Feeding

Anak kedua saya saat ini sudah memulai MPASI nya, sudah berjalan hampir satu bulan, loh.. Saya pribadi lebih memilih metode spoon feeding dalam pemberian makanan pendamping ASI untuk anak-anak saya. Nah, sebelum lanjut ke metode, saya ingin memaparkan tentang penjelasan BLW (baby led weaning) dan Spoon Feeding, yang selanjutnya saya sebut RF (responsif feeding). 

Sebelum itu lagi, kita harus tahu dulu sebenarnya apa tujuan pemberian makan pada bayi. Pertama, untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang sudah tidak dapat dipenuhi oleh ASI saja. Kebutuhan nutrisi yang dimaksud adalah makro dan mikronutrien, dimana mikronutrien adalah zat gizi yang diperlukan oleh tubuh selama hidupnya dalam jumlah kecil untuk melaksanakan fungsi-fungsi fisiologis, tetapi tidak dapat dihasilkan sendiri oleh tubuh. Mikronutrien terdiri dari vitamin dan mineral yang tidak dapat dibuat oleh tubuh tetapi dapat diperoleh dari makanan. Sedangkan makronutrien adalah zat gizi yang memberikan energi bagi tubuh yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar untuk bertahan hidup. Kedua, fungsi pendidikan dimana melatih kemampuan anak untuk makan, melatih disiplin, melatih pengenalan rasa, dll. Ketiga, fungsi psikologis yaitu membangun bonding ibu dan anak.

Baby Led Weaning

Baru-baru ini, muncul metode baru dalam pemberian makanan pendamping ASI, namanya BLW atau Baby Led Weaning dimana Gill Rapley adalah penciptanya. Berikut definisi operasional BLW menurut penciptanya:
  1. Anak duduk dengan keluarga di waktu makan dan bergabung kapanpun dia siap.
  2. Anak didorong untuk mengeksplor makanan saat dia tertarik, mengambilnya dengan tangan dan tidak masalah jika tidak dimakan sama sekali diawalnya.
  3. Makanan ditawarkan dalam bentuk dan ukuran yang mudah dipegang, bukan puree atau makanan yang dihancurkan seperti bubur.
  4. Anak makan sendiri dari awal, tidak boleh disuapi.
  5. Anak tetap mendapat susu kapanpun dia mau, anak yang memutuskan kapan waktunya mengurangi susu.
Definisi operasional di atas berarti jika TIDAK seperti di atas, makanya bukan metode BLW ya, no matter what!

Menurut Gill Rapley, penciptanya, ada beberapa keuntungan dalam metode BLW ini, yaitu lebih menyenangkan, lebih natural, membuat bayi belajar tentang makan, membuat bayi belajar untuk makan dengan aman, belajar dengan tekstur, bentuk, ukuran, dll, menjadi bagian dari waktu bersama keluarga, bisa mengendalikan nafsu makan, nutrisi yang lebih baik, baik untuk kesehatan jangka panjang. 

Tapi, tunggu dulu! Benarkah semua itu menurut bukti ilmiah?

Menurut Enza D'auria, dkk dalam jurnalnya yang berjudul "Baby-led weaning: what a systematic review of the literature adds on", mengatakan bahwa anak BLW secara signifikan lebih underweight daripada non BLW. Selain itu, anak BLW minum susu lebih banyak daripada anak non BLW. Padahal kebutuhan ASI pada bayi di atas usia 6 bulan sudah tidak mencukupi kebutuhan energi si kecil. Bukan cuma itu, zat besi lebih tidak tercukupi lagi. Bisa dilihat gambar di bawah.

Sumber: google

Merujuk dari definisi operasional BLW, maka kira-kira bentuk makanan bayi BLW adalah seperti gambar di bawah ini:
Sumber: gofood.site
Pertanyaannya, jika bentuk makanannya seperti itu, berapa banyak sih yang bisa benar-benar tertelan oleh bayi usia 6 bulan? Sementara kebutuhan energi hariannya adalah sebesar 770 kkal, dimana 539 kkal tercukupi oleh ASI dan sisanya 231 kkal harus tercukupi dari MPASI, (Hanandita, 2018)

Responsive Feeding

Responsive feeding atau biasa disebut spoon feeding, merupakan cara makan rekomendasi dari WHO. Bisa download file pdf nya disini. Berikut praktek responsive feeding:
  1. Suapi bayi secara langsung, untuk anak yuang lebih besar bisa didorong untuk makan sendiri.
  2. Suapi pelan dan sabar, jangan dipaksa.
  3. Jika anak menolak banyak makanan, tawarkan berbagai kombinasi rasa dan tekstur makanan.
  4. Minimalkan distraksi saaat anak makan. (gadget, jalan-jalan, tv, mainan, dll)
  5. Kontak mata, ajak bayi bicara saat menyuapi.
Pada responsive feeding, ibu lah yang menentukan KAPAN anak makan, APA yang dimakan, DIMANA anak makan. Sementara anak menentukan BERAPA yang dimakan dan mau atau tidak makan (selera). Prinsipnya responsive fedding tidak memaksa anak untuk makan, tetap anak yang menentukan, ibulah yang memperhatikan tanda-tandanya (lapar/kenyang).

Setelah membaca artikel di atas, kira-kira nih ya, mana diantara kedua metode di atas yang mampu mencukupi kebutuhan kalori anak yang sudah tidak bisa dicukupi oleh ASI saja? eng ing eng... silahkan dijawab sendiri ya..

Sekian tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat.


This entry was posted in

Senin, 24 September 2018

Perlukah Kursi Makan Untuk Bayi?

Bagi ibu-ibu yang sebentar lagi anaknya memulai MP-ASI, pasti lagi bertanya-tanya apakah kursi makan bayi penting untuk mendukung proses si kecil makan? Jawabannya, bisa ya bisa tidak. Lah kok gitu sih.. well, itulah kenapa saya membuat postingan ini.

Sebagian orang tua, kursi makan bayi memang merupakan barang wajib yang harus dimiliki bayi, sama halnya dengan bouncer, stroller dan box bayi. Namun, apakah itu perlu? Apakah bayi kita benar-benar membutuhkannya atau hanya sekedar orang tuanya saja yang menginginkannya. Beda ya antara kebutuhan dan keinginan.

Sumber: google
Saya pribadi setelah menjadi ibu selama 4 tahun lebih dan menangani 2 orang anak (ciee ileee, belagak kayak ekspert banget ya ^_^;), kedua anak saya memiliki perbedaan dalam hal MP-ASI. Dulu si kakak Q tidak mau makan sambil duduk saat memulai MP-ASI pertamanya, meski saya coba dudukkan di pangkuan, anak kecil ini menolak dan malah lebih suka makan di atas stroller yang bagian kepalanya posisi setengah baring. Sementara anak kedua saya, meski dia belum mampu duduk sendiri (bahkan sebenarnya belum mampu tengkurap sendiri, mungkin karena badannya kegendutan kali ya.), dia malah nangis kalau makan sambil rebahan meski bagian kepala sedikit lebih ditinggikan. 

Jadi, anak pertama saya sama sekali tidak memiliki kursi makan, sementara anak kedua saya memutuskan untuk membelikannya setelah sukses membuat saya agak kewalahan menyuapi sambil mendudukkannya dipangkuan. 

Lantas, apa saja yang menjadi pertimbangan dalam memutuskan untuk membeli kursi makan bayi atau biasa dikenal dengan high chair? 

1. Kenali Tanda Pada Si Kecil

Seperti yang saya telah paparkan di atas, kedua anak saya memiliki perbedaan saat memulai MP-ASI nya. Ada baiknya ibu baru mengambil keputusan membelikan kursi makan untuk bayi setelah si kecil memulai MP-ASI pertamanya dalam beberapa hari. Hal ini bertujuan agar ibu bisa menilai si kecil apakah si kecil membutuhkan kursi makan atau tidak sama sekali.

2. Pertimbangkan Biaya

Saat ini di luar sana ada banyak sekali jenis kursi bayi, mulai yang murah yang seharga ratusan ribu rupiah, hingga mencapai jutaan bahkan lebih. Kenapa saya meletakkan posisi biaya di atas kenyamanan? Soalnya banyak orang tua yang lebih besar pasak daripada tiang :D Meski anak adalah segalanya, aset dunia akhirat, namun tidak berarti ibu harus berutang demi membelikan kursi makan si kecil, apalagi sampai harus nyicil dengan sistem riba. Bijaklah dalam memenuhi kebutuhan si kecil.

3. Perhatikan Keamanan dan Kenyamanan Bayi.

Keamanan bayi sangat penting, tentu saja namanya saja high chair, artinya kursi tinggi, dimana bayi duduk di atas kursi yang tingginya jauh di atas panjang tubuhnya sendiri. Jika kursinya tidak memiliki keamanan yang sesuai, kira-kira bagaimana ya? Soalnya jaman sekarang model kursi makan bayi sudah sangat bervariatif, mulai dari yang memiliki roda di depan (seperti foto di atas), yang seenak-enaknya mengklaim agar bisa memudahkan mendorong kursi bagi orang tua, nah jika memiliki roda, apakah tidak berbahaya buat si kecil yang biasanya banyak gerak saat di dudukkan di atas kursi. Bahkan seramnya, ada model kursi makan bayi yang bisa berubah model, seperti gambar di bawah ini.
Sumber: google

Kira-kira kursi tersbut kuat ga ya kalau dipake goyang maju mundur si kecil? Mungkin saat masih baru, masih kuat. Namun bagaimana jika sudah digunakan dalam beberapa waktu, apakah masih sama? Saya sendiri takut.

Lantas, kursi makan seperti apa ya yang bagus? 

Kursi makan yang bagus adalah kursi makan yang sesuai budget orang tua, keamanannya pas dan kenyamanan juga pas. Kenyamanan disini bukan untuk orang tua melainkan untuk si kecil, ingat ya buibu, ini bukan tentang Anda, tapi tentang si kecil.

Kursi makan bayi
Saya pibadi menjatuhkan pilihan di kursi makan IKEA antilop. Kenapa? Soalnya harganya sesuai budget keluarga, di Surabaya harganya hanya 255rb, dari segi keamanan, menurut saya ini cocok sekali untuk adek B yang kurang suka "diikat", soalnya ada penyangga di antara selangkangan bayi, bagia kanan kiri juga lumayan tinggi. Jika ingin melihat langsung kursi ini bahkan mencobanya, mungkin buibu bisa bawa anaknya makan di pizza hut :D Soalnya mereka pakainya kursi ini disana. Yaa hitung-hitung jadi tester :D

Sebenarnya ada banyak kursi makan bayi yang bagus-bagus, lucu-lucu dan bahkan ada yang memiliki bantalan dudukan dan sandaran, namun pertimbangan saya tidak membelikannya karena bayi makan itu lumayan kotor ya, saya ga mau makanannya tumpah ke bantalan dan karena sering dipake kursinya, berujung bantalannya jarang dicuci dan malah jadi sarang bakteri. Saya mendingan menggunakan yang plastik, jadi setelah makan jika kotor, tinggal dicuci pake air dan langsung lap. Beres deh.

Nah, sekian postingan saya tentang kursi makan bayi, semoga segera ya menemukan kursi makan buat si kecil, itupun jika si kecil mau di dudukkan, tapi jika tidak, please jangan dipaksa. Semoga membantu.


Minggu, 16 September 2018

Jalan-Jalan Sore di Food Junction Grand Pakuwon Surabaya

foto: ig mamqifaya
Beberapa hari yang lalu, kami berkunjung ke food junction grand pakuwon Surabaya. Ini adalah kali pertama kami mengunjungi salah satu pusat berkumpulnya penjual makanan di Surabaya. Sebenarnya alasan utama kami kesini bukan untuk makan-makan, melainkan karena melihat promo diskon minyak goreng di Instagram :D

Jarak dari rumah kami ke food junction sebenarnya cukup dekat, kira-kira hanya 2 km saja. Ulala, sangat dekat malahan menurutku, tapi tetap terasa jauh jika berjalan kaki. Untuk menuju ke food junction, kami menggunakan kendaraan sepeda motor. Cukup buat 2 dewasa, 1 balita dan 1 bayi :D heboh ya, maklum lah biar motor yang penting milik sendiri dan cash :D

Pertama memasuki area food junction, komentar pertama saya ke suami "oooo ini toh yang namanya food junction, kirain dulu ini pintu masuk perumahan." daaan ternyata di dalam kawasan ini memang benar ada perumahannya loh... Hanya saja belum total terbangun. 

Seperti namanya, food junction adalah tempat khusus untuk makan-makan, tapi tidak hanya makan-makan, ternyata disini juga ada tempat hiburannya loh, dan tentu saja ada hypermart nya. Meski waktu itu ternyata promo minyak goreng 2 liter hanya 10rb nya sudah habis, setidaknya kami bisa menikmati camilan sore dan tentu saja naik bebek dayung :D

Di food junction grand pakuwon, penjual makanannya cukup ramai, bahkan sangat ramai. Sangat rekomended lah buat yang ingin makan, ada banyak pilihan menu disini dan juga ada cukup hiburan buat anak-anak. 

Beberapa hiburannya ada bebek kayuh di air, sepedaan bentuk mobil vw kodok, bombom car/motor, dan apa lagi ya, sepertinya hanya itu. Untuk naik ke bebek dayung, kita perlu membeli tiket terlebih dahulu seharga 20rb untuk sekali memutari air mancur. Satu bebek bisa muat hingga 2 dewasa dan 2 anak. Tapi waktu itu saya hanya berdua saja sama kakak Q :D 

Oh iya, bagi kalian yang aktif di instagram, food junction grand pakuwon ini bisa jadi lokasi foto yang bagus loh.... Banyak banget spot yang instagrammablee lahh... pokoknya cuccok... Kalau kesini wajib bawa kamera. Kemarin saya gak bawa kamera sih, soalnya saya pikir tempatnya biasa saja kayak tempat makan biasa, ternyata menyesal :D

Nah, bagaimana? tertarik berkunjung ke food junction grand pakuwon Surabaya? yukk....

Jumat, 07 September 2018

Bayiku Kena Sarampa aka Gabak, Penyakit Ini Bukan Campak Loh

Sudah 3 hari adek B suhu tubuhnya naik turun, jika naik bisa sampai 38 derajat celcius. Saya gak begitu khawatir, karena saya pikir demamnya pengaruh gigi mau tumbuh. Saat ini memang gigi adek B bagian bawah sudah hampir muncul ke permukaan, jika diraba maka akan terasa keras. Saya dengan pedenya tidak memberikan apa-apa ke adek B, cukup ASI dibanyak-banyakin. Tapi kok ya adek B makin rewel aja. Setiap saat mau ditemani mami terus, mau dekat-dekat mami terus. Gak biasanya adek B kayak gini.

Kamis, 6 September kemarin, pagi-pagi sekali adek B bangun dengan tangisan keras, sepertinya sedang kesakitan. Saya meski sadar adek B gak akan ngerti, tetap tanyain, "kenapa dek? mana yang sakit sayang?" Lantas adek B tetap nangis sampai digendong dan kupeluk manja, baru deh adek B senyum-senyum tapi masih tampak lemas. 

Foto diambil saat konsul lewat wa
sama dokter kenalan suami
Saya yang kebiasaan memandikan anak-anak di atas jam 8 pagi, sebelum itu saya pasti menyiapkan sarapan dulu sambil bersih-bersih, setelah semua beres, saya berniat memandikan adek B. Kagetnya bukan main pas baju adek B saya buka, tubuhnya dipenuhi dengan bintik merah, mulai dari kaki hingga dada. Saya langsung memanggil suami saya yang kebetulan belum berangkat kerja, suami langsung menghubungi temannya yang dokter dan memotret gejalanya, salah satunya lidah yang putih.

Tapi karena terlalu khawatir dan tiba-tiba begini, saya langsung googling dokter spesialis anak terdekat dan buka praktek pagi. Nah, ketemulah dokter gede, jaraknya sekitar 4 km dari rumah dan beliau buka praktek pagi hari. Kami langsung buru-buru membawa adek B ke dokter. Sampai di dokter, bintiknya malah muncul di bagian wajah. Saya tambah kaget. 

Setelah diperiksa sama dokter, untung sekali dokternya nih baik banget, dr gede mengatakan bahwa ini namanya penyakit gabak. Saya yang kebingungan, malah ditanyain asal mana sama pak dokter, saya jawab saja kalau saya dari Makassar. Eh, pak dokternya malah ngomong gini, "ohh kalau di Makassar ini namanya sarampa, bu!"

Eh, dokternya gaul juga, setelah ngomong saya asal Makassar, dokternya malah cerita ternyata punya kenangan di Makassar :D eh, malah curhat. Dokter bilang, penyakit ini disebabkan oleh virus, bisa di dapatkan di tempat-tempat umum. Saya jadi ingat sebelum adek B demam memang kami abis jalan-jalan ke mall PTC. Mungkin saat itu ada orang yang terinfeksi virus ini, malah menularkannya ke adek B.

Lanjut lagi dokternya berkata bahwa penyakit ini karena disebabkan oleh virus, maka tidak perlu dikasih antibiotik, hanya dikasih vitamin C untuk imunitasnya dan obat penurun demam agar demamnya tidak tinggi. Well, saya lanjut tanya, apakah boleh anak saya dimandikan dan kena AC? Soalnya ya, di kalangan orang jaman dulu katanya kalau kena sarampa, gak boleh kena air dan dingin. Dokternya malah bilang, kalau bintiknya ini kena air atau gak ya tetap aja bintik, kena AC juga kayak gitu. Hanya saja demamnya yang perlu diperhatikan, soalnya ya kalau kita saja orang dewasa yang demam trus kena air dingin dan AC, pasti malah menggigil. 

Obat Demam dan Vit C
Saya suka sih sama penjelasan dokter gede, mana dokternya keliatan happy banget menjelaskan, gak kayak dokter lalu lalu yang saya kunjungi, serem banget heheh.. Mana tempatnya bagus pula, disediakan air mineral dan tempat bermain untuk anak. Si kakak malah happy banget. tempatnya juga bersih, ada nursing room dan tempat khusus untuk bayi ganti popok. Intinya top deh.. Tapi meski top banget, semoga ga datang lagi deh kesini :D gamau anak-anak sakit lagi.

Praktek dr. gede
Oh iya, penyakit sarampa atau di jawa dikenal dengan nama gabak, bukan penyakit campak ya mams.. Keliatannya memang mirip, tapi sebenarnya bukan. Penyakit ini juga menular karena disebabkan oleh virus, dan hanya bisa hilang ketika imunitas tubuh meningkat. Oleh karena itu, penderitanya gak usah dikasih macam-macam deh, cukup dikasih makan yang bergizi dan vitamin penambah imunitas jika perlu (salah satunya vit C).

Seharusnya hari ini adek B sudah memulai MPASI pertamanya, namun atas saran dokter gede yang mengatakan bahwa tidak usah terburu-buru, tunggu adek B sehat dulu, jadi mami agak sedih deh. Padahal sebelumnya sudah semangat banget buat MPASI.

Qadarullah adek B kena sakit, semoga cepat sehat ya, dek...

=========================UPDATE===================
Alhamdulillah, adek B sembuh setelah 2 hari kemudian. Buat buibu yang anaknya kena sakit begini juga, saya sangat menyarankan jangan dikasih sembarangan sebelum konsultasi sama dokter spesialis anak ya... Takutnya penanganan tidak tepat, malah jadi semakin parah.

Semoga anak-anak kita sehat selalu ya..

Mempersiapkan Peralatan MPASI Pertama Bayi

Kedua anak saya memiliki jarak usia yang cukup jauh, yaitu 4 tahun. Cukup lama untuk saya lupa bagaimana pengalaman MP-ASI kakak Q dulu, yah meski mungkin lebih tepatnya disebut MP-SUFOR karena kakak Q yang 90% dikenyangkan oleh susu formula. Ada beberapa hal yang saya ingat dari makanan pertama kakak Q, yaitu saya membeli blender khusus untuk makanannya, dan saya tentunya membeli buku resep. Nah, bagaimana setelah 4 tahun kemudian, apa ada yang berubah?