Begini Cara Saya Merawat Bayi Yang Terkena Flu

Foto: kakak Q 3 bulan
Sudah tiga kali adek B terkena flu dan berujung ingus karena tertular oleh kakak Q, yang meski sedang pilek, paling rajin mencium adiknya. Mau dilarang juga gak tega, takut melukai perasaan si kakak yang sayang sama adeknya. Lagian, rasanya agak sulit membuat si adek B tidak tertular karena mereka tidur sekamar dan seranjang.

Pertama kali terkena flu, hidung adek B tidak begitu mampet, jadi saya tidak berusaha mengeluarkan ingusnya. Saya hanya menunggu hingga ingusnya mengering dan menjadi upil, lalu akan saya bersihkan dengan cotton budd. Tapi, flu kedua membuat adek B jadi sangat sulit bernafas hingga harus saya bawa ke dokter karena waktu itu adek B sudah batuk keras dan sulit untuk tidur. Saat itu saya meminta suami membelikan alat penyedot ingus bayi merk pigeon yang berbentuk pompa. 

Flu ketiga, adek B tidak batuk, hanya beringus saja, jadi saya tidak membawanya ke dokter karena selang waktu sembuh dari pilek sebelumnya hanya 1 minggu. Duh, si kakak Q kedapatan minum susu kental manis di kulkas, dingin jadi kakak Q kena lagi deh pilek, sementara adek B langsung tertular juga. Karena sakitnya tidak separah yang kedua, saya hanya memberinya ASI, cairan saline dan menyedot ingusnya. Kali ini saya mengganti sedot ingusnya dengan merk little giant, dimana cara penggunaannya diisap dari selang satunya. Nah, berikut ulasannya.

Pastikan Cairan Tubuh Bayi Tercukupi

Foto: media Indonesia
ASI adalah antibody terbaik bagi bayi, di dalam ASI terkandung antioksidan yang sangat tinggi yang tidak akan ditemukan dimanapun. Ketika si kecil sakit, sebisa mungkin berikan ASI sesering mungkin. Jika bayi meminum susu formula, maka berikan susu formula dengan takaran agak cair. Insya Allah lendir bayi akan keluar melalui kotoran bayi.

Berikan Cairan Saline

Foto: wikihow
Cairan saline adalah cairan garam, sebenarnya cairan ini bisa dibuat sendiri menggunakan garam dapur, tapi karena saya ragu dan tidak tahu takarannya, jadi saya membeli cairan saline di apotik seharga 120rb rupiah.

Keluarkan Ingus Bayi dengan Nasal Aspirator / Penyedot Ingus

Kiri pigeon, kanan little giant
Di atas tadi sudah saya singgung bahwa saya menggunakan dua jenis alat penyedot ingus, yaitu pigeon yang berbentuk pompa, dan little giant yang berbentuk dua selang yang satunya dimasukkan ke mulut ibu (untuk diisap) dan lainnya ditempelkan pada lubang hidung bayi. Saya pribadi lebih nyaman menggunakan little giant karena selangnya hanya menempel di bagian lubang hidung bayi. Sementara merk pigeon yang berbentuk pompa, ujung pompanya harus masuk ke dalam rongga hidung bayi, dimana membuat rasa tidak nyaman pada bayi.

Memandikan Bayi dengan Air Hangat

Foto: tribunnews
Selama anak saya tidak demam, maka saya akan tetap memandikannya, untuk ukuran bayi B yang masih 3 bulan dan hanya menkonsumsi ASI, saya cukup memandikannya sekali sehari saja dengan air hangat. Jika kondisinya sedang beringus, maka saya akan menambahkan tingkat kehangatannya dibandingkan saat dia sehat.

Menyiram kepala bayi hingga ujung kaki dengan air hangat, diharapkan mampu mencairkan lendir di dalam leher dan dadanya. Lendir yang mencair ini kemudian bisa dikeluarkan dengan nasal aspirator atau kah keluar dengan sendirinya saat bersin (setelah ditetesi dengan cairan saline).

Jaga Suhu Ruangan

Foto: optimfred
Kakak Q adalah tipe anak yang tidak bisa tidur tanpa AC, maklum lah ya jaman sekarang, rata-rata bahkan kebanyakan anak kecil tidak bisa tidur tanpa AC. Selain saat ini AC bukan lagi kategori barang mewah (seperti jaman saya masih kecil), cuaca di Kendari serta design rumah yang tertutup juga sangat tidak mendukung jika kita tidur tanpa AC. Namun, ketika salah satu atau keduanya sedang pilek, maka saya menyetel suhu AC ke 27 derajat celcius. Oh iya, AC yang saya gunakan berukuran 1 pk ya.

Jika semua hal di atas telah dilakukan namun tidak ada perubahan selama seminggu, maka saya akan langsung membawa bayi saya ke dokter. Tapi sering kali hal di atas berhasil untuk bayi saya. Selamat merawat si kecil ya, mams. Intinya mams harus kuat dan telaten dalam merawat si kecil yang sedang terkena flu.
herva yulyanti mengatakan... Balas

makasih mba baru tu ttg saline mahal juga yah 120ribu dan aku juga blm punya penyedot ingus ternyata bentuknya beda2 yah :) mau yg little giant deh kayaknya aku belinya

Fany Febriany mengatakan... Balas

@herva yulyanti: iya mba, ternyata saline mahal untuk ukuran sekecil albotil loh :D

Affan Ibnu Rahmadi mengatakan... Balas

itu kakak nya kenapa dikasih tempelan di jidatnya?
pusing neng mikirin kerjaan?

wkwkw.. :)
tetangga kami sebelah rumah juga sering rewel bayinya, sering nangis malam2.. kami juga kasihan sebenarnya..

Fany Febriany mengatakan... Balas

@Affan Ibnu Rahmadi: itu pake bye bye fever pak.. sbnrx efektif di atas pusar, tepatx pembuluh darah besar, tapi emmakx juga tetap kasih ke jidat biar lucu :D

kalo bayi sering nangis, belum tentu kena pilek :D soalnya bayi kan suka nangis karena blm bs ngomong. mgkn ortux sj yg belum tau bayix nangis karena apa, jd penangananx jg belum tepat

Posting Komentar

Bagaimana Pendapatmu?

My Instagram

Copyright © Mamsqi. Blogger Templates Designed by OddThemes