Kamis, 15 Februari 2018

Naik Pesawat di Usia Kehamilan 36 Minggu, Bolehkah?

Gambar: google
Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya menumpangi pesawat dalam kondisi hamil 36 minggu. Sebenarnya, dokter kandungan saya sudah mewanti-wanti bahwa biasanya maskapai penerbangan tidak akan memperbolehkan saya untuk melakukan penerbangan. Namun karena berhubung suami saya akan berangkat umrah dan di Kendari kami sama sekali tidak memiliki sanak saudara, saya modal nekat dan bismillah saja membeli tiket penerbangan.

Hari itu, 11 Februari 2018, saya menumpangi pesawat garuda Indonesia untuk penerbangan Kendari menuju Makassar. Saat cek in, menurut suami saya, petugas cek in sudah menanyakan apakah saya sedang hamil atau tidak, namun ternyata suami saya mengatakan tidak dengan tujuan agar saya diperbolehkan naik pesawat. Waktu itu saya tidak ikutan nongkrong di loket cek in karena kecapean dan memutuskan duduk di atas trolley agak jauh dari loket.

Ketika memasuki ruang tunggu penumpang, petugas yang melakukan scan barang kabin juga tidak menanyakan apapun pada saya, jadi saya lolos lagi. Baru ketika pesawat sudah datang dan kami dipersilahkan untuk boarding, petugas yang menyobek kertas baru menanyakan pada saya dengan nada memastikan, apakah saya sedang hamil, dan dengan mantap saya mengatakan iya. Kemudian, saya ditahan di pintu boarding dan diajak oleh seorang petugas untuk turun ke klinik guna melakukan pemeriksaan kesehatan dan membuat surat pernyataan.

Pas diperjalanan ke bawah, si petugas bertanya tentang usia kehamilan saya, ya saya jawab saja sudah 8 bulan. Nah loh, si petugas malah memberitahu saya bahwa kalau di bawah nanti bu bilang saja ya baru 7 bulan. Soalnya katanya agak rawan jika harus naik pesawat di usia kehamilan 8 bulan. Disamping itu, meski hamil berapa bulan pun, seharusnya tetap membuat surat pernyataan berbadan sehat. 

Saat tiba di klinik, saya pikir akan ada pemeriksaan USG heheh ternyata hanya pemeriksaan tensi dan membuat surat pernyataan dengan mengisi nama, alamat, no hp, usia kehamilan dan tanda tangan. Kemudian membayar 30 ribu rupiah dan saya diantar kembali menuju pesawat. That's it. Saya jadi agak kesal sama suami saya yang awalnya berbohong pas cek in, heheh coba waktu itu dia jujur saja, pasti deh saya tidak perlu repot bolak balik naik turun tangga untuk periksa.

So, buat bu ibu yang lagi hamil dan ingin melakukan penerbangan, tidak usah menyembunyikan kehamilan Anda ya.. kita akan tetap diizinkan menaiki pesawat dengan syarat seperti yang saya telah tuliskan di atas. 

0 komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Pendapatmu?