Kamis, 15 Februari 2018

Biaya Melahirkan di RSIA Ananda Makassar 2018

Halo, terakhir saya melakukan pemeriksaan rutin kehamilan saya di RSIA Ananda Makassar, saya sekalian mengambil daftar biaya melahirkan di RSIA Ananda Makassar. Kenapa? Ya.. soalnya saya berniat untuk melahirkan anak kedua saya disana. Oh iya, tarif yang saya akan bahas disini adalah tarif untuk pasien umum ya, bukan yang menggunakan asuransi apapun termasuk BPJS.

Foto: dokumentasi pribadi
Saya pribadi berencana melahirkan secara secar, kenapa? Pertama karena anak pertama saya juga dilahirkan secara secar, saya tidak mau mengambil risiko robek bawah dan atas. Kedua, kondisi terakhir anak saya, lehernya terlilit tali pusar. Ketiga, bekas jahitan secar pertama saya sering terasa sakit, saat diperiksa ternyata ada penipisan disana. Keempat, dan yang paling utama, saya merasa tidak yakin bisa melahirkan secara normal, mindset saya sudah mentok di secar.

Oh iya, perlu diketahui bagi ibu-ibu yang ingin melakukan operasi secar, cito secar di atas maksudnya adalah operasi secar yang dilakukan secara mendadak, baik karena ketuban pecah, dll. Intinya, operasi tsb tidak direncanakan sebelumnya dan harus dilaksanakan saat itu juga. Makanya harganya jadi lebih mahal 25% karena ya itu, mendadak.

Bagi ibu ibu yang ingin menikmati suasana setelah melahirkan tanpa ada pasien lain di kamar, bisa memilih kamar VIP ke atas ya.. Oh iya, tarif di atas adalah harga paket, untuk melahirkan secara normal paketnya hanya 3 hari, secara secar 4 hari. Tapi bukan berarti kita harus keluar setelah 3 atau 4 hari ya.. Jika kondisi belum memungkinkan untuk pulang, ya dokter juga tidak akan membiarkan kita pulang. Buktinya, waktu anak pertama saya lahir, saya membutuhkan waktu 8 hari hingga benar-benar pulih. Nah, kalau sudah lewat dari paketnya, kita harus tambah biayanya lah ya.

Foto: dokumentasi pribadi
Nah, di atas adalah harga kamar hariannya. Wah, lebih mahal dari hotel ya hehehe.. maklumlah, saya biasanya nginap di hotel harga 200-300rban saja hahaha.. Ingat, di atas hanya harga kamarnya per malam, belum termasuk bintang-bintangnya yang sudah dipaparkan di bagian bawah lembarannya.

Nah, mams pilih yang mana? Tentukan pilihanmu sekarang yaa, biar bisa kumpulkan uang untuk kelahiran si kecil.


=============================== UPDATE ===============================

Sewaktu bersalin lalu, saya memesan kamar VIP di RSIA Ananda, namun karena kamar VIP full, saya dinaikkan ke kelas VVIP dengan bayaran VIP, total yang saya bayar Rp. 17.486.980 di luar biaya obat senilai kurang lebih 3jt rupiah. Oh iya, saya masuk RS tanggal 6 Maret pukul 21.00 WITA dan keluar di tanggal 9 Maret ba'da Ashar.

Kwitansi

Kamar VVIP RSIA Ananda Makassar


mamsqi.com
Instagram: mamqifaya

Naik Pesawat di Usia Kehamilan 36 Minggu, Bolehkah?

Gambar: google
Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya menumpangi pesawat dalam kondisi hamil 36 minggu. Sebenarnya, dokter kandungan saya sudah mewanti-wanti bahwa biasanya maskapai penerbangan tidak akan memperbolehkan saya untuk melakukan penerbangan. Namun karena berhubung suami saya akan berangkat umrah dan di Kendari kami sama sekali tidak memiliki sanak saudara, saya modal nekat dan bismillah saja membeli tiket penerbangan.

Hari itu, 11 Februari 2018, saya menumpangi pesawat garuda Indonesia untuk penerbangan Kendari menuju Makassar. Saat cek in, menurut suami saya, petugas cek in sudah menanyakan apakah saya sedang hamil atau tidak, namun ternyata suami saya mengatakan tidak dengan tujuan agar saya diperbolehkan naik pesawat. Waktu itu saya tidak ikutan nongkrong di loket cek in karena kecapean dan memutuskan duduk di atas trolley agak jauh dari loket.

Ketika memasuki ruang tunggu penumpang, petugas yang melakukan scan barang kabin juga tidak menanyakan apapun pada saya, jadi saya lolos lagi. Baru ketika pesawat sudah datang dan kami dipersilahkan untuk boarding, petugas yang menyobek kertas baru menanyakan pada saya dengan nada memastikan, apakah saya sedang hamil, dan dengan mantap saya mengatakan iya. Kemudian, saya ditahan di pintu boarding dan diajak oleh seorang petugas untuk turun ke klinik guna melakukan pemeriksaan kesehatan dan membuat surat pernyataan.

Pas diperjalanan ke bawah, si petugas bertanya tentang usia kehamilan saya, ya saya jawab saja sudah 8 bulan. Nah loh, si petugas malah memberitahu saya bahwa kalau di bawah nanti bu bilang saja ya baru 7 bulan. Soalnya katanya agak rawan jika harus naik pesawat di usia kehamilan 8 bulan. Disamping itu, meski hamil berapa bulan pun, seharusnya tetap membuat surat pernyataan berbadan sehat. 

Saat tiba di klinik, saya pikir akan ada pemeriksaan USG heheh ternyata hanya pemeriksaan tensi dan membuat surat pernyataan dengan mengisi nama, alamat, no hp, usia kehamilan dan tanda tangan. Kemudian membayar 30 ribu rupiah dan saya diantar kembali menuju pesawat. That's it. Saya jadi agak kesal sama suami saya yang awalnya berbohong pas cek in, heheh coba waktu itu dia jujur saja, pasti deh saya tidak perlu repot bolak balik naik turun tangga untuk periksa.

So, buat bu ibu yang lagi hamil dan ingin melakukan penerbangan, tidak usah menyembunyikan kehamilan Anda ya.. kita akan tetap diizinkan menaiki pesawat dengan syarat seperti yang saya telah tuliskan di atas.