Sunday, January 14, 2018

Sukses Toilet Training Bersama Kakak Q

Sebenarnya agak telat ya anak saya sukses toilet trainingnya. Di saat anak-anak yang lain suskes toilet training di usia 1-2 tahun, anak saya malah suksesnya di usia yang hampir memasuki 4 tahun. But yeah, for me it's better too late than never. Bagusnya, toilet training kakak Q berhasil tanpa ada drama ngompol kiri kanan membasahi lantai. Yah, toilet training kakak Q dimulai atas inisitifnya sendiri yang mungkin mulai jijik dengan keberadaan pipis di dalam popoknya.

Awal November 2017, kakak Q tiba-tiba minta lepas popok saat beraktivitas. Semuanya terjadi secara tiba-tiba, awalnya saya sempat menolak, saya sempat berandai-andai bagaimana kalau kakak Q tiba-tiba ngompol dan saya sedang dalam kondisi yang tidak fit untuk membersihkan ompolnya. Lantas si kakak menjawab, "tidak mami, kakak sudah besar, tidak mau pake popok lagi.". Melihat raut wajahnya yang nampak serius di usianya yang memang sudah seharusnya lepas popok, akhirnya saya mengiyakan dan berani melepaskan popoknya saat dia beraktifitas.

Benar saja, ketika ingin ke toilet kakak Q memberi tahu saya sebelumnya, lantas membuka celananya sendiri dan masuk di toilet sambil ditemani. Namun, saya mengerti karena masih baru belajar, kakak Q masih bingung antara mau pipis atau pup. Kadang kakak Q bilang mau pipis, ternyata pas di toilet malah jadi pup. Nah, untuk membedakan antara keinginan pipis dan pup, kakak Q hanya butuh waktu 10 hari. Tapi saat itu, kakak Q masih menggunakan popok saat tidur siang dan malam ya.

Tepat tanggal 5 Desember 2017, tiba-tiba kakak Q membangunkan saya di tengah malam untuk pipis di wc, wahh kemajuan ini sungguh luar biasa bagi saya. Mulai saat itu, setiap tidur siang dan malam, kakak masih pakai popok, tapi popoknya selalu kosong. Lalu, saya mencoba untuk melepaskan popoknya ketika tidur siang, dengan catatan sebelum tidur saya mengajaknya ke toilet untuk pipis. Alhamdulillah, kakak Q tidak ngompol. Setelah itu, saya mencoba lagi menerapkannya di malam hari, dan Alhamdulillah berhasil juga hingga saat ini.

Pernah sih kakak ngompol di malam hari, itu karena saya lupa mengajaknya ke toilet sebelum tidur. Terjadi 3x selama ini, itupun hanya keluar sedikit lalu kakak Q terbangun dan membangunkan saya untuk menemaninya ke toilet. 

Sebelumnya ada yang bilang, kalau anak masih dot, biasanya toilet trainingnya tidak akan berhasil, but fyi, kakak Q saat memutuskan untuk berhenti memakai popok dan tidak ngompol, statusnya masih menggunakan dot ya.. Setelah sukses di toilet training, barulah kakak Q melepaskan dot dan minum susunya sudah di gelas.

0 comments:

Post a Comment

Bagaimana Pendapatmu?