Minggu, 09 Desember 2018

Day 3 - Kenapa Memilih Nama Blog yang Sekarang Digunakan

Hari ketiga ini saya menulis di jam 9 malam, wkwkw Kemarin malam saya tidak bisa tidur malam dan baru bisa tidur setelah sholat subuh karena suami ada di luar kota dan saya rindu! Setiap suami keluar kota saya memang jadi melek terus, gak tau deh napa. Mungkin karena tidak ada yang menegur untuk berhenti main hp :D

Oh iya, hari ini temanya kenapa memilih nama blog yang sekarang digunakan ya? Sebenarnya mamsqi adalah inisialku, kepanjangan dari mami Qifaya, dimana Qifaya adalah nama anak pertama saya. Inisial ini pertama kali disebut oleh tetangga saya waktu tinggal di Kendari dulu. Waktu itu saya juga menyingkat nama dia, jadi Bundaf (Bunda Daffa), jadi dia juga menyingkat nama saya jadi Mamsqi (Mami Qifaya).

Lalu, mengapa saya pilih nama itu sebagai nama blog saya? Yah, untuk gaya-gayaan saja sih sebenarnya hehehe tak ada maksud lain :D

Nah, kayaknya tema dan kondisi saya hari ini membuat saya tidak bisa berkata banyak :D Sekian dulu yak, sampai jumpa besok!


Sabtu, 08 Desember 2018

Day 2 - Tema Blog yang Disukai

Gambar: redhatblog
Tidak terasa sudah hari kedua, (plak) baru hari kedua sudah pake kata "tidak terasa", rasanya agak gimana gitu... Kemarin saya posting abis sholat subuh, tapi subuh tadi saya benar-benar ambruk karena abis baking roti buat bekal suami berangkat ke bandara jam 4 subuh. Jadi selesai sholat langsung tidur say..

Sebenarnya saya telah menulis banyak sekali tema di blog-blog saya. Loh kok blog-blog sih? iya soalnya saya punya blog masa lampau yang akhirnya sekarang tak terurus demi mengurus sang buah hati tercintah (padahal malas). Rasanya cukup satu saja blog yang saya punya untuk menyalurkan setiap kata yang tak tersampaikan, sisanya bisa saya luangkan di status facebook atau di halaman instagram saya.

Jumat, 07 Desember 2018

Day 1 - Kenapa Menulis Blog

Foto: connectnigeria.com
Pertama kali mengenal dunia per-blog-an (apaan nih), saat itu tahun 2007 di sekolah SMA saya. Jadi waktu itu internet baru masuk di sekolah kami. Kebetulan saya yang tertarik sekali dengan dunia komputer waktu itu, jadi semangat bolak balik perpustakaan. Soalnya waktu itu komputer yang internetnya aktif hanya di ruang perpustakaan, dan sangat beruntung karena satu sekolah yang minat sama internet hanya 2 siswa saja. Saya dan satu anak lelaki, yang saya lupa namanya (tenang saja, gak ada cerita kami jadian, kok).

30 Day Blog Challenge - Tantangan 30 Hari Menulis di Blog

Foto: tokopedia
Sebenarnya tantangan ini saya dapatkan di blog perempuan dot com, waktunya sudah sangat lewat dan saya baru bisa login blog sekarang karena faktor malas. :D Pas buka blog, kayaknya ni blog sudah banyak sarang laba-labanya, sudah bau debu dan lain-lain, layaknya rumah yang ditinggal lama sama pemiliknya hahaha. Kasian banget ya...

Demi kebaikan blog ini, saya memutuskan membuat tantangan untuk diri saya sendiri. Temanya saya ambil dari blog perempuan ya.. 

  1. Kenapa Menulis Blog
  2. Tema Blog yang disukai
  3. Kenapa memilih nama blog yang sekarang digunakan
  4. Kota-kota yang pernah kamu tinggali
  5. Tentang Media Sosial
  6. 5 Fakta soal diri sendiri
  7. 5 Warung makan/restoran favorit beserta reviewnya
  8. 5 Barang yang selalu ada di tas
  9. 5 Blogger favorit dan kenapa
  10. 5 Rekomendasi buku/film/musik
  11. Barang yang dikoleksi di rumah
  12. 5 Tips hidup sehat versi kamu
  13. Negara/kota/tempat wisata impian
  14. Surat untuk seseorang (siapapun)
  15. 10 Akun Instagram Favorit
  16. 10 List blog favorit untuk blogwalking
  17. 5 Hal yang ingin dilakukan di tahun 2019
  18. Surat untuk seseorang (siapapun)
  19. Kalau mendapat hadiah uang 100 juta, apa yang akan kamu lakukan?
  20. Yang dilakukan di hari libur
  21. Pekerjaan rumah tangga yang disukai
  22. Pilih menjadi blogger full time atau blogger part time
  23. Hal yang disesali saat ini
  24. 5 Keinginan yang belum tercapai
  25. Kenangan masa kecil
  26. 5 Produk kecantikan yang digunakan dan direkomendasikan
  27. 5 Kebahagiaan sederhana
  28. 5 Situs belanja favorit
  29. 5 Situs yang sering dikunjungi
  30. Target blogging tahun 2019
Nah, nah... itu dia lisnya, setiap abis update Insya Allah akan saya link kan ke urutan di atas ya.. Semoga setiap hari semangat. :D Bersabarlah ya blogku sayang...

Pengalaman Pertama Waxing Miss V

Warning!! Postingan ini tidak cocok u

Gambar: womensrunning.com
Sebenarnya saya tidak ada maksud apa-apa melakukan waxing area sensitifku, hanya sekedar ingin mencoba saja. Soalnya saya sudah gerah melakukan cukur demi cukur tapi tumbuhnya cepat banget. Sebelumnya saya pernah waxing bulu ketiak dan rasanya tidak sakit sama sekali, hasilnya sangat memuaskan. Jadi saya pikir waxing miss V pun tak akan mengapa. Bismillah, saya memberanikan diri waxing dengan bantuan suami. Oh iya, saya melakukan waxing di rumah dengan bahan yang sama seperti saat waxing bulu ketiak.

Tarikan pertama, rasanya tuh tidak sakit sama sekali loh, rasanya hanya kayak ada sensasi kejut sama seperti saat waxing bulu ketiak. Sayangnya karena area miss v jauh lebih lebat dibanding ketiak, jadi perlu berulang kali dioles lalu tarik. Nah, ini yang bikin sakit hahahaha. Dan akhirnya suami tidak mau menyelesaikan pekerjaannya karena kasian sama saya (ini yang lebih sakit wkwkwk tanggung banget ya). Padahal gapapa juga sebenarnya wkwkwk.. 

Beberapa hari setelah waxing, barulah saya merasa sedikit menyesal melakukan tindakan pencabutan bulu ini. Soalnya area yang telah dicabut bulunya jadi muncul bintik kayak jerawat dan berisi wkwkwk. Sakit banget, apalagi pas suami pencet-pencet jerawatnya karena emang sudah besar dan bermata wkwkw..(napa juga ya malah dipencet) Sakitnya double, jadi pengen jambak rambut suami. Hahahaha.

Dua minggu setelah di waxing, bulunya belum tumbuh juga, jerawatnya pun sudah hilang. Nah disini saya agak menyesal kenapa gak sekalian dicabut semuanya saja ya waktu itu wkwkwk... Jadi serba galau dengan perbuluan area sensitif ini.. Anyway, tolong jangan minta fotonya ya, kalau ketiak saya masih pede, tapi kalo rambut itu saya agak pemalu orangnya wkwkw...

Saran saya, jika memang sungguh-sungguh ingin membersihkan area miss v, maka sebaiknya datanglah ke tempat yang menyediakan jasa waxing yang profesional. Jika menggunakan jasa suami, cabutnya tidak akan serius, sumpah deh. Pasti bakal ketawa-ketawa dan berujunng rasa iba. Hahaha..

Nah, bagaimana mams? Tertarik mencoba? :D


Kamis, 27 September 2018

Metode MPASI Bayi, BLW atau Spoon Feeding

Anak kedua saya saat ini sudah memulai MPASI nya, sudah berjalan hampir satu bulan, loh.. Saya pribadi lebih memilih metode spoon feeding dalam pemberian makanan pendamping ASI untuk anak-anak saya. Nah, sebelum lanjut ke metode, saya ingin memaparkan tentang penjelasan BLW (baby led weaning) dan Spoon Feeding, yang selanjutnya saya sebut RF (responsif feeding). 

Sebelum itu lagi, kita harus tahu dulu sebenarnya apa tujuan pemberian makan pada bayi. Pertama, untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang sudah tidak dapat dipenuhi oleh ASI saja. Kebutuhan nutrisi yang dimaksud adalah makro dan mikronutrien, dimana mikronutrien adalah zat gizi yang diperlukan oleh tubuh selama hidupnya dalam jumlah kecil untuk melaksanakan fungsi-fungsi fisiologis, tetapi tidak dapat dihasilkan sendiri oleh tubuh. Mikronutrien terdiri dari vitamin dan mineral yang tidak dapat dibuat oleh tubuh tetapi dapat diperoleh dari makanan. Sedangkan makronutrien adalah zat gizi yang memberikan energi bagi tubuh yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar untuk bertahan hidup. Kedua, fungsi pendidikan dimana melatih kemampuan anak untuk makan, melatih disiplin, melatih pengenalan rasa, dll. Ketiga, fungsi psikologis yaitu membangun bonding ibu dan anak.

Baby Led Weaning

Baru-baru ini, muncul metode baru dalam pemberian makanan pendamping ASI, namanya BLW atau Baby Led Weaning dimana Gill Rapley adalah penciptanya. Berikut definisi operasional BLW menurut penciptanya:
  1. Anak duduk dengan keluarga di waktu makan dan bergabung kapanpun dia siap.
  2. Anak didorong untuk mengeksplor makanan saat dia tertarik, mengambilnya dengan tangan dan tidak masalah jika tidak dimakan sama sekali diawalnya.
  3. Makanan ditawarkan dalam bentuk dan ukuran yang mudah dipegang, bukan puree atau makanan yang dihancurkan seperti bubur.
  4. Anak makan sendiri dari awal, tidak boleh disuapi.
  5. Anak tetap mendapat susu kapanpun dia mau, anak yang memutuskan kapan waktunya mengurangi susu.
Definisi operasional di atas berarti jika TIDAK seperti di atas, makanya bukan metode BLW ya, no matter what!

Menurut Gill Rapley, penciptanya, ada beberapa keuntungan dalam metode BLW ini, yaitu lebih menyenangkan, lebih natural, membuat bayi belajar tentang makan, membuat bayi belajar untuk makan dengan aman, belajar dengan tekstur, bentuk, ukuran, dll, menjadi bagian dari waktu bersama keluarga, bisa mengendalikan nafsu makan, nutrisi yang lebih baik, baik untuk kesehatan jangka panjang. 

Tapi, tunggu dulu! Benarkah semua itu menurut bukti ilmiah?

Menurut Enza D'auria, dkk dalam jurnalnya yang berjudul "Baby-led weaning: what a systematic review of the literature adds on", mengatakan bahwa anak BLW secara signifikan lebih underweight daripada non BLW. Selain itu, anak BLW minum susu lebih banyak daripada anak non BLW. Padahal kebutuhan ASI pada bayi di atas usia 6 bulan sudah tidak mencukupi kebutuhan energi si kecil. Bukan cuma itu, zat besi lebih tidak tercukupi lagi. Bisa dilihat gambar di bawah.

Sumber: google

Merujuk dari definisi operasional BLW, maka kira-kira bentuk makanan bayi BLW adalah seperti gambar di bawah ini:
Sumber: gofood.site
Pertanyaannya, jika bentuk makanannya seperti itu, berapa banyak sih yang bisa benar-benar tertelan oleh bayi usia 6 bulan? Sementara kebutuhan energi hariannya adalah sebesar 770 kkal, dimana 539 kkal tercukupi oleh ASI dan sisanya 231 kkal harus tercukupi dari MPASI, (Hanandita, 2018)

Responsive Feeding

Responsive feeding atau biasa disebut spoon feeding, merupakan cara makan rekomendasi dari WHO. Bisa download file pdf nya disini. Berikut praktek responsive feeding:
  1. Suapi bayi secara langsung, untuk anak yuang lebih besar bisa didorong untuk makan sendiri.
  2. Suapi pelan dan sabar, jangan dipaksa.
  3. Jika anak menolak banyak makanan, tawarkan berbagai kombinasi rasa dan tekstur makanan.
  4. Minimalkan distraksi saaat anak makan. (gadget, jalan-jalan, tv, mainan, dll)
  5. Kontak mata, ajak bayi bicara saat menyuapi.
Pada responsive feeding, ibu lah yang menentukan KAPAN anak makan, APA yang dimakan, DIMANA anak makan. Sementara anak menentukan BERAPA yang dimakan dan mau atau tidak makan (selera). Prinsipnya responsive fedding tidak memaksa anak untuk makan, tetap anak yang menentukan, ibulah yang memperhatikan tanda-tandanya (lapar/kenyang).

Setelah membaca artikel di atas, kira-kira nih ya, mana diantara kedua metode di atas yang mampu mencukupi kebutuhan kalori anak yang sudah tidak bisa dicukupi oleh ASI saja? eng ing eng... silahkan dijawab sendiri ya..

Sekian tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat.


This entry was posted in

Senin, 24 September 2018

Perlukah Kursi Makan Untuk Bayi?

Bagi ibu-ibu yang sebentar lagi anaknya memulai MP-ASI, pasti lagi bertanya-tanya apakah kursi makan bayi penting untuk mendukung proses si kecil makan? Jawabannya, bisa ya bisa tidak. Lah kok gitu sih.. well, itulah kenapa saya membuat postingan ini.

Sebagian orang tua, kursi makan bayi memang merupakan barang wajib yang harus dimiliki bayi, sama halnya dengan bouncer, stroller dan box bayi. Namun, apakah itu perlu? Apakah bayi kita benar-benar membutuhkannya atau hanya sekedar orang tuanya saja yang menginginkannya. Beda ya antara kebutuhan dan keinginan.

Sumber: google
Saya pribadi setelah menjadi ibu selama 4 tahun lebih dan menangani 2 orang anak (ciee ileee, belagak kayak ekspert banget ya ^_^;), kedua anak saya memiliki perbedaan dalam hal MP-ASI. Dulu si kakak Q tidak mau makan sambil duduk saat memulai MP-ASI pertamanya, meski saya coba dudukkan di pangkuan, anak kecil ini menolak dan malah lebih suka makan di atas stroller yang bagian kepalanya posisi setengah baring. Sementara anak kedua saya, meski dia belum mampu duduk sendiri (bahkan sebenarnya belum mampu tengkurap sendiri, mungkin karena badannya kegendutan kali ya.), dia malah nangis kalau makan sambil rebahan meski bagian kepala sedikit lebih ditinggikan. 

Jadi, anak pertama saya sama sekali tidak memiliki kursi makan, sementara anak kedua saya memutuskan untuk membelikannya setelah sukses membuat saya agak kewalahan menyuapi sambil mendudukkannya dipangkuan. 

Lantas, apa saja yang menjadi pertimbangan dalam memutuskan untuk membeli kursi makan bayi atau biasa dikenal dengan high chair? 

1. Kenali Tanda Pada Si Kecil

Seperti yang saya telah paparkan di atas, kedua anak saya memiliki perbedaan saat memulai MP-ASI nya. Ada baiknya ibu baru mengambil keputusan membelikan kursi makan untuk bayi setelah si kecil memulai MP-ASI pertamanya dalam beberapa hari. Hal ini bertujuan agar ibu bisa menilai si kecil apakah si kecil membutuhkan kursi makan atau tidak sama sekali.

2. Pertimbangkan Biaya

Saat ini di luar sana ada banyak sekali jenis kursi bayi, mulai yang murah yang seharga ratusan ribu rupiah, hingga mencapai jutaan bahkan lebih. Kenapa saya meletakkan posisi biaya di atas kenyamanan? Soalnya banyak orang tua yang lebih besar pasak daripada tiang :D Meski anak adalah segalanya, aset dunia akhirat, namun tidak berarti ibu harus berutang demi membelikan kursi makan si kecil, apalagi sampai harus nyicil dengan sistem riba. Bijaklah dalam memenuhi kebutuhan si kecil.

3. Perhatikan Keamanan dan Kenyamanan Bayi.

Keamanan bayi sangat penting, tentu saja namanya saja high chair, artinya kursi tinggi, dimana bayi duduk di atas kursi yang tingginya jauh di atas panjang tubuhnya sendiri. Jika kursinya tidak memiliki keamanan yang sesuai, kira-kira bagaimana ya? Soalnya jaman sekarang model kursi makan bayi sudah sangat bervariatif, mulai dari yang memiliki roda di depan (seperti foto di atas), yang seenak-enaknya mengklaim agar bisa memudahkan mendorong kursi bagi orang tua, nah jika memiliki roda, apakah tidak berbahaya buat si kecil yang biasanya banyak gerak saat di dudukkan di atas kursi. Bahkan seramnya, ada model kursi makan bayi yang bisa berubah model, seperti gambar di bawah ini.
Sumber: google

Kira-kira kursi tersbut kuat ga ya kalau dipake goyang maju mundur si kecil? Mungkin saat masih baru, masih kuat. Namun bagaimana jika sudah digunakan dalam beberapa waktu, apakah masih sama? Saya sendiri takut.

Lantas, kursi makan seperti apa ya yang bagus? 

Kursi makan yang bagus adalah kursi makan yang sesuai budget orang tua, keamanannya pas dan kenyamanan juga pas. Kenyamanan disini bukan untuk orang tua melainkan untuk si kecil, ingat ya buibu, ini bukan tentang Anda, tapi tentang si kecil.

Kursi makan bayi
Saya pibadi menjatuhkan pilihan di kursi makan IKEA antilop. Kenapa? Soalnya harganya sesuai budget keluarga, di Surabaya harganya hanya 255rb, dari segi keamanan, menurut saya ini cocok sekali untuk adek B yang kurang suka "diikat", soalnya ada penyangga di antara selangkangan bayi, bagia kanan kiri juga lumayan tinggi. Jika ingin melihat langsung kursi ini bahkan mencobanya, mungkin buibu bisa bawa anaknya makan di pizza hut :D Soalnya mereka pakainya kursi ini disana. Yaa hitung-hitung jadi tester :D

Sebenarnya ada banyak kursi makan bayi yang bagus-bagus, lucu-lucu dan bahkan ada yang memiliki bantalan dudukan dan sandaran, namun pertimbangan saya tidak membelikannya karena bayi makan itu lumayan kotor ya, saya ga mau makanannya tumpah ke bantalan dan karena sering dipake kursinya, berujung bantalannya jarang dicuci dan malah jadi sarang bakteri. Saya mendingan menggunakan yang plastik, jadi setelah makan jika kotor, tinggal dicuci pake air dan langsung lap. Beres deh.

Nah, sekian postingan saya tentang kursi makan bayi, semoga segera ya menemukan kursi makan buat si kecil, itupun jika si kecil mau di dudukkan, tapi jika tidak, please jangan dipaksa. Semoga membantu.


Minggu, 16 September 2018

Jalan-Jalan Sore di Food Junction Grand Pakuwon Surabaya

foto: ig mamqifaya
Beberapa hari yang lalu, kami berkunjung ke food junction grand pakuwon Surabaya. Ini adalah kali pertama kami mengunjungi salah satu pusat berkumpulnya penjual makanan di Surabaya. Sebenarnya alasan utama kami kesini bukan untuk makan-makan, melainkan karena melihat promo diskon minyak goreng di Instagram :D

Jarak dari rumah kami ke food junction sebenarnya cukup dekat, kira-kira hanya 2 km saja. Ulala, sangat dekat malahan menurutku, tapi tetap terasa jauh jika berjalan kaki. Untuk menuju ke food junction, kami menggunakan kendaraan sepeda motor. Cukup buat 2 dewasa, 1 balita dan 1 bayi :D heboh ya, maklum lah biar motor yang penting milik sendiri dan cash :D

Pertama memasuki area food junction, komentar pertama saya ke suami "oooo ini toh yang namanya food junction, kirain dulu ini pintu masuk perumahan." daaan ternyata di dalam kawasan ini memang benar ada perumahannya loh... Hanya saja belum total terbangun. 

Seperti namanya, food junction adalah tempat khusus untuk makan-makan, tapi tidak hanya makan-makan, ternyata disini juga ada tempat hiburannya loh, dan tentu saja ada hypermart nya. Meski waktu itu ternyata promo minyak goreng 2 liter hanya 10rb nya sudah habis, setidaknya kami bisa menikmati camilan sore dan tentu saja naik bebek dayung :D

Di food junction grand pakuwon, penjual makanannya cukup ramai, bahkan sangat ramai. Sangat rekomended lah buat yang ingin makan, ada banyak pilihan menu disini dan juga ada cukup hiburan buat anak-anak. 

Beberapa hiburannya ada bebek kayuh di air, sepedaan bentuk mobil vw kodok, bombom car/motor, dan apa lagi ya, sepertinya hanya itu. Untuk naik ke bebek dayung, kita perlu membeli tiket terlebih dahulu seharga 20rb untuk sekali memutari air mancur. Satu bebek bisa muat hingga 2 dewasa dan 2 anak. Tapi waktu itu saya hanya berdua saja sama kakak Q :D 

Oh iya, bagi kalian yang aktif di instagram, food junction grand pakuwon ini bisa jadi lokasi foto yang bagus loh.... Banyak banget spot yang instagrammablee lahh... pokoknya cuccok... Kalau kesini wajib bawa kamera. Kemarin saya gak bawa kamera sih, soalnya saya pikir tempatnya biasa saja kayak tempat makan biasa, ternyata menyesal :D

Nah, bagaimana? tertarik berkunjung ke food junction grand pakuwon Surabaya? yukk....

Jumat, 07 September 2018

Bayiku Kena Sarampa aka Gabak, Penyakit Ini Bukan Campak Loh

Sudah 3 hari adek B suhu tubuhnya naik turun, jika naik bisa sampai 38 derajat celcius. Saya gak begitu khawatir, karena saya pikir demamnya pengaruh gigi mau tumbuh. Saat ini memang gigi adek B bagian bawah sudah hampir muncul ke permukaan, jika diraba maka akan terasa keras. Saya dengan pedenya tidak memberikan apa-apa ke adek B, cukup ASI dibanyak-banyakin. Tapi kok ya adek B makin rewel aja. Setiap saat mau ditemani mami terus, mau dekat-dekat mami terus. Gak biasanya adek B kayak gini.

Kamis, 6 September kemarin, pagi-pagi sekali adek B bangun dengan tangisan keras, sepertinya sedang kesakitan. Saya meski sadar adek B gak akan ngerti, tetap tanyain, "kenapa dek? mana yang sakit sayang?" Lantas adek B tetap nangis sampai digendong dan kupeluk manja, baru deh adek B senyum-senyum tapi masih tampak lemas. 

Foto diambil saat konsul lewat wa
sama dokter kenalan suami
Saya yang kebiasaan memandikan anak-anak di atas jam 8 pagi, sebelum itu saya pasti menyiapkan sarapan dulu sambil bersih-bersih, setelah semua beres, saya berniat memandikan adek B. Kagetnya bukan main pas baju adek B saya buka, tubuhnya dipenuhi dengan bintik merah, mulai dari kaki hingga dada. Saya langsung memanggil suami saya yang kebetulan belum berangkat kerja, suami langsung menghubungi temannya yang dokter dan memotret gejalanya, salah satunya lidah yang putih.

Tapi karena terlalu khawatir dan tiba-tiba begini, saya langsung googling dokter spesialis anak terdekat dan buka praktek pagi. Nah, ketemulah dokter gede, jaraknya sekitar 4 km dari rumah dan beliau buka praktek pagi hari. Kami langsung buru-buru membawa adek B ke dokter. Sampai di dokter, bintiknya malah muncul di bagian wajah. Saya tambah kaget. 

Setelah diperiksa sama dokter, untung sekali dokternya nih baik banget, dr gede mengatakan bahwa ini namanya penyakit gabak. Saya yang kebingungan, malah ditanyain asal mana sama pak dokter, saya jawab saja kalau saya dari Makassar. Eh, pak dokternya malah ngomong gini, "ohh kalau di Makassar ini namanya sarampa, bu!"

Eh, dokternya gaul juga, setelah ngomong saya asal Makassar, dokternya malah cerita ternyata punya kenangan di Makassar :D eh, malah curhat. Dokter bilang, penyakit ini disebabkan oleh virus, bisa di dapatkan di tempat-tempat umum. Saya jadi ingat sebelum adek B demam memang kami abis jalan-jalan ke mall PTC. Mungkin saat itu ada orang yang terinfeksi virus ini, malah menularkannya ke adek B.

Lanjut lagi dokternya berkata bahwa penyakit ini karena disebabkan oleh virus, maka tidak perlu dikasih antibiotik, hanya dikasih vitamin C untuk imunitasnya dan obat penurun demam agar demamnya tidak tinggi. Well, saya lanjut tanya, apakah boleh anak saya dimandikan dan kena AC? Soalnya ya, di kalangan orang jaman dulu katanya kalau kena sarampa, gak boleh kena air dan dingin. Dokternya malah bilang, kalau bintiknya ini kena air atau gak ya tetap aja bintik, kena AC juga kayak gitu. Hanya saja demamnya yang perlu diperhatikan, soalnya ya kalau kita saja orang dewasa yang demam trus kena air dingin dan AC, pasti malah menggigil. 

Obat Demam dan Vit C
Saya suka sih sama penjelasan dokter gede, mana dokternya keliatan happy banget menjelaskan, gak kayak dokter lalu lalu yang saya kunjungi, serem banget heheh.. Mana tempatnya bagus pula, disediakan air mineral dan tempat bermain untuk anak. Si kakak malah happy banget. tempatnya juga bersih, ada nursing room dan tempat khusus untuk bayi ganti popok. Intinya top deh.. Tapi meski top banget, semoga ga datang lagi deh kesini :D gamau anak-anak sakit lagi.

Praktek dr. gede
Oh iya, penyakit sarampa atau di jawa dikenal dengan nama gabak, bukan penyakit campak ya mams.. Keliatannya memang mirip, tapi sebenarnya bukan. Penyakit ini juga menular karena disebabkan oleh virus, dan hanya bisa hilang ketika imunitas tubuh meningkat. Oleh karena itu, penderitanya gak usah dikasih macam-macam deh, cukup dikasih makan yang bergizi dan vitamin penambah imunitas jika perlu (salah satunya vit C).

Seharusnya hari ini adek B sudah memulai MPASI pertamanya, namun atas saran dokter gede yang mengatakan bahwa tidak usah terburu-buru, tunggu adek B sehat dulu, jadi mami agak sedih deh. Padahal sebelumnya sudah semangat banget buat MPASI.

Qadarullah adek B kena sakit, semoga cepat sehat ya, dek...

=========================UPDATE===================
Alhamdulillah, adek B sembuh setelah 2 hari kemudian. Buat buibu yang anaknya kena sakit begini juga, saya sangat menyarankan jangan dikasih sembarangan sebelum konsultasi sama dokter spesialis anak ya... Takutnya penanganan tidak tepat, malah jadi semakin parah.

Semoga anak-anak kita sehat selalu ya..

Mempersiapkan Peralatan MPASI Pertama Bayi

Kedua anak saya memiliki jarak usia yang cukup jauh, yaitu 4 tahun. Cukup lama untuk saya lupa bagaimana pengalaman MP-ASI kakak Q dulu, yah meski mungkin lebih tepatnya disebut MP-SUFOR karena kakak Q yang 90% dikenyangkan oleh susu formula. Ada beberapa hal yang saya ingat dari makanan pertama kakak Q, yaitu saya membeli blender khusus untuk makanannya, dan saya tentunya membeli buku resep. Nah, bagaimana setelah 4 tahun kemudian, apa ada yang berubah?

Senin, 06 Agustus 2018

Serunya Berakhir Pekan di Kebun Binatang (Bonbin) Surabaya

Dua pekan lalu, kami sekeluarga menghabiskan akhir pekan di kebun binatang Surabaya atau lebih dikenal dengan sebutan bonbin atau KBS. Sebelumnya pernah ada berita ya bahwa binatang-binatang yang ada di Kebun Binatang Surabaya ini sangat memprihatinkan. Tapi setelah membaca dan melihat beberapa review dari blogger dan youtube-er lain, saat ini kebun binatang surabaya sudah sangat bagus dan sangat cocok dijadikan tempat wisata bagi anak-anak.

Salah satu spot di KBS
Untuk sampai ke kebun binatang Surabaya, dari rumah saya yang berada di Surabaya Barat, kami menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit menggunakan grab car, bayarnya kalau gak salah waktu itu sekitar 50rban rupiah. Waktu itu kami tidak melewati jalan tol karena sekalian ingin tahu jalan di Surabaya. Pas pulang baru menggunakan jalan tol dimana hanya memakan waktu di bawah 30 menit saja.

Kebun Binatang Surabaya
Alamat : Jalan Setail No. 1, Darmo, Wonokromo, Kota SBY, Jawa Timur 60241
Tiket Masuk : 15rb rupiah
Buka : 08.00 - 17.00

Peta Lokasi KBS
Setelah membayar karcis masuk, kita diminta untuk memakai karcisnya yang digelangkan di pergelangan tangan, kita akan menemukan peta lokasi yang sangat besar. Nah dari peta lokasi ini, kita bisa mencari dimana saja lokasi hewan yang ingin kita kunjungi.

Waktu itu, karena sebelum ke KBS kami ikut kegiatan bersama komunitas HeBAT Surabaya sejak pagi, untuk menghilangkan lelah, kami beristirahat sejenak sambil menikmati kue yang dikasih sama panitia acara HeBAT. Waktu itu saya agak sedikit menyesal, kenapa tidak bawa bekal dan tikar dari rumah ya. Soalnya disana ada banyak sekali orang yang piknik dengan membawa bekal sendiri dan menggelar tikar di bawah pepohonan. Sejuk keliatannya.

Oh iya, selain melihat para satwa di kandangnya masing-masing, di KBS ada juga wahana naik gajah dan unta. Hanya saja waktu itu wahana naik gajah lagi full antrian, jadi kakak Q gak sempat naik deh. Nah, berhubung naik untanya lagi sepi, akhirnya kakak Q berhasil naik unta :D 15rb sekali putar.

Hanya bisa memandang gajah yang tersenyum

Yay, berhasil naik unta
Selain wahana naik satwa, ada juga permainan outbond untuk anak-anak, naik perahu dan sepertinya ada wahana lainnya yang tidak sempat saya lihat karena sudah kecapekan. 

Outbond 10rb sepuasnya

Naik perahu
Kesan selama berada disana, sangat bahagia. Hanya dengan 15rb rupiah saja, anak-anak sudah bisa belajar banyak tentang satwa. Tempatnya juga cukup nyaman, banyak pepohonan untuk berteduh. Oh iya, di dalam juga banyak penjual makanan sih, tapi saya agak gimana ya soalnya tempat makannya dekat dengan kandang yang mana bau eek satwanya tercium :D Alhasil, sepulang dari sana kami mampir ke tunjungan plasa untuk santap siang menjelang sore.

Background-nya ada monyet

Lagi rame, kakak Q sempat2nya kena jepretan

Nih sudah ada tulisan jangan memberi makan satwa, tapi masih saja dikasih

Meriam legendaris, katanya sudah tua banget

Lion palsu, kakak Q tetap takut heheh
Akhir kata, saya sangat merekomendasikan kebun binatang ini, sebenarnya kami masih punya banyak sekali file foto selama di KBS, tapi rasanya agak gimana kalau mau di upload semua heheh.. Mungkin beberapa hewan terlihat masih kurus, tapi trust me, tidak semudah itu membuat gemuk ratusan hewan. Setidaknya mereka telah berbenah sebaik mungkin. 

Jadi, jika ingin melihat KBS lebih baik lagi, ayo dong datang ke Surabaya dan kunjungi KBS, beli tiketnya agar uang tiketnya bisa digunakan untuk mengelola kebun binatang ini.

Semoga tulisan saya bermanfaat ya... saya tunggu cerita kalian selama di kebun binatang surabaya.


Senin, 30 Juli 2018

Cara Alami Basmi Bulu Ketiak Dalam Waktu 2 Detik

Ada yang punya bulu di ketiak juga? Berarti kita sama dong ya... Sejak SD rambut di ketiak saya sudah mulai muncul. Secara saya akil balighnya juga cepat, pas kelas 5 SD, sudah jelas tanda-tanda kedewasaan tubuh juga mulai nampak saat itu, salah satunya ya bulu ketiak. Berhubung masih baru tumbuh, bulu ketiak itu masih berupa rambut-rambut halus yang sama sekali tidak berarti. Pas masuk SMP, rambutnya makin panjang, meski halus tapi sangat mengganggu. Demi menghemat waktu, saya mencukurnya dengan cukur jenggot pinjam punya bapak saya hehe..

Tahun demi tahun ketiak saya selalu dicukur habis hampir setiap hari, waktu itu belum berjilbab sih, sering pake baju mini mini sampai ketiak keliatan, jadi sudah pasti saya rajin bercukur. Pas SMA, karena rajin dicukur, rambutnya jadi makin lebat dan banyak. Ibu saya menyarankan untuk dicabut. Pertama kali bulu ketiak saya dicabut, rasanya kayak mau pipis dicelana. hihi.. sakit sakit gimana gitu..

Setelah mendapatkan metode "cabut bulu ketiak", saya terus-terusan mencabutnya satu per satu menggunakan pinset. Awalnya memang sakit, tapi lama-lama karena terbiasa jadinya hambar juga, kulit ketiak saya sudah kebal. Sampai suatu saat, setelah menikah dan sedang hamil anak pertama, ketiak saya jadi infeksi dan muncul semacam bisul yang berisi nanah dan beberapa bulu ketiak yang tumbuh ke dalam. Entah karena bawaan hamil ataukah karena mencabut bulu ketiak, saya juga tidak tahu pastinya. Intinya, sejak saat itu saya berhenti mencabuti bulu ketiak saya dan kembali ke metode "cukur habis".

Oh iya, karena bertahun-tahun bulu ketiak saya dicabut satu per satu, pori-porinya jadi besar dan beberapa bulu yang gagal tercabut malah jadi kayak jerawat. Jadilah ketiak saya kala itu berpori besar dan berjerawat. ewh...

Setelah melahirkan anak kedua, saya membaca-baca artikel tentang waxing. Belum pernah sih coba, sebelumnya saya juga sering lihat di iklan-iklan salon tentang metode hilang bulu dengan laser dan hasilnya, katanya sih ngefek dan permanen. Tapi kembali saya baca review beberapa blogger, ada juga ternyata sudah bayar berjuta-juta tapi bulu ketiaknya tumbuh lagi. Sayang banget uangnya, kan.

Finally, saya memberanikan diri untuk waxing. Dari beberapa penjual waxing dan review beberapa blogger, mereka sukanya pake sugar waxing. Berhubung syarat untuk berwaxing adalah minimal bulu ketiak 0,5cm, jadi saya dengan sabar merawat pertumbuhan bulu ketiak saya wkwkwk.. 

Baru saja ingin membeli waxing seharga 85rb, saya tiba-tiba ketemu DIY sugar waxing dengan harga yang sangat murah, bahkan bahannya ready di dapur sendiri siss..... Yup.. sugar waxing ternyata bisa dibuat sendiri di rumah.

Sugar waxing buatan suami
Saya sih baru satu kali ngomong ke suami, eh dengan sigap doi langsung ke dapur meluncur cantik bikin dari bahan-bahan yang kusebut tanpa takaran. Tapi ternyata jadi juga loh. Salut nih  sama suami, kayaknya sudah bisa buka salon waxing khusus ketiak berbulu. hhahaha... Sebel sih mungkin suamiku dengan ketiakku yang bulunya sudah panjang banget karena dirawat hampir sebulan. Hahahahah.

Bahannya:
- Gula pasir
- Perasan jeruk nipis
- air

Semua bahannya di masak sampai mengental dan berubah warna jadi coklat muda kayak gambar di atas ya. Buat ibu-ibu yang biasa bikin karamel pasti tau deh teksturnya. Berhubung ini ada campuran air dan jeruk nipisnya, meski dingin, gulanya gak akan mengeras kayak karamel kue ya...

Setelah jadi, oleskan di ketiak atau area manapun yang ingin dibasmi bulunya (oles searah dengan pertumbuhan rambut), saya sih pakai sendok hahaha... maklum lah, tak ada spatula sendok makan pun jadi. Btw, sugar waxingnya enak loh. Coba saja sendiri jika tak percaya. Setelah dioles, ambil kain bersih, kalau saya pakai sapu tangan bayi saya, pinjam dulu ya nak yaa... Kainnya ditempel di ketiak yang sudah dioles sugar wax nya, tekan-tekan sebentar, kira-kira 1 menit lah. Lalu tarik dehh berlawanan arah tumbuh bulu ketiak.

Taraaa... yang jijikan gak usah liat, ini cuma bukti bahwa its working

Rasanya pas ditarik, sama sekali gak sakit sih bagi saya, mungkin karena saya sudah terbiasa dicabut bulunya pakai pinset. Pas lihat hasilnya, langsung deh kayak berat badan hilang 2 kg hahahaha.. Lega, sungguh sangat lega perasaanku. Suami langsung ketawa terbahak-bahak, katanya akhirnya ketiak istrinya bersih juga. 

Berhubung saya gak tahu caranya foto, jadi akar-akarnya pada gak kelihatan ya.. Padahal jika dilihat langsung, setiap bulu yang melengket disini benar-benar terangkat dengan akarnya. Membuatku sungguh sangat terharu. Oh iya, kainnya tinggal direndam ya pakai air biasa, nanti juga sugar wax nya larut dan bulu-bulunya lepas sendiri.


Saat postingan ini diterbitkan, sudah seminggu pas sejak saya waxing, dan hari ini bulu ketiaknya belum tumbuh. Pori-pori juga tidak besar seperti waktu saya mencabuti dengan pinset satu per satu. Oh iya, setelah waxing saya langsung cuci ketiak dan membiarkannya sehari semalam tanpa memberikan apa-apa agar tidak iritasi. Lebih bagus lagi dikasih gel aloe vera untuk menenangkan kulit yang abis tertarik.

Bagaimana ibu ibu? tertarik mencoba? hehehe... Sebelum waxing, tolong dirawat dulu ya bulu ketiaknya sampai sepanjang minimal setengah sentimeter.

====================== UPDATE 1 September 2018======================

Akhirnya suami ngasih takaran yang bagus:
- 100 gram Gula pasir.
- 3 sdm jeruk nipis.
- 3 sdm air.

Sebelum digunakan, saya sisihkan sebagian di wadah kecil untuk digunakan kemudian hari, Ternyata disimpan berhari hingga minggu, tetap bagus kok. Teksturnya kayak madu :D

Oh iya, pas coba waxing untuk kedua kalinya (tapi yang kedua rambutnya tidak selebat yang pertama, hanya rambut halus yang panjang), saya tidak menggunakan kain, hanya tangan, ternyata tercabut juga. Bulu ketiak langsung nempel banget di jari-jari.

Stok sugar wax buatan sendiri


Senin, 23 Juli 2018

Rumah Tanpa Televisi, Mengubah Kebiasaan Anak Yang Kecanduan Televisi

Rumah Tanpa TV
Jaman sekarang, termasuk anakku, kakak Q yang saat ini usianya sudah 4 tahun, sepanjang hidupnya sungguh sangat kecanduan dengan yang namanya televisi. Saya sebagai orang tua, tau persis bahwa setiap anak mempunyai screening time atau waktu untuk menghabiskan di depan layar, termasuk laptop, televisi dan hp. Namun, karena istilahnya tidak mau rempong, saya membiarkan anak saya menonton tv mulai dari terbukanya mata hingga tertutup, begitu seterusnya dari hari ke hari.

Waktu itu, kami memiliki dua televisi, satu digantung di dinding ruang keluarga dan satunya tergantung di dinding kamar kami. Nah, tv yang tergantung di dalam kamar ini lah yang selalu on sepanjang waktu kecuali jika kakak Q sedang tidur. Bahkan ketika kakak Q sedang bermain pun, tv akan terus menyala.

Sebenarnya beberapa bulan terakhir saya mulai risih dengan tv yang terus-terusan menyala, bukan apanya, kakak Q sudah berusia 4 tahun dan semakin kesini semakin banyak tingkah dan ucapan yang dia copas dari televisi. Televisi yang terpampang nyata di kamar dengan layanan tv kabel yang relatif sangat murah, hanya 30rb rupiah per bulan, membuat naluri kemalasanku menemani anak main jadi semakin meningkat. Ditambah dengan kesibukan sendiri, lengkaplah sudah. 

Anak saya memang sudah tidak kecanduan gadget lagi sejak usianya 2 tahun, (mungkin nanti saya akan ceritakan pengalaman menghentikan kecanduan gadget pada anak saya), tapi saya masih belum bisa sepenuhnya melepas kecanduan televisi pada anak saya. Setiap melihat anak saya menonton televisi, saya jadi kesal dan selalu berdoa pada Allah SWT bagaimana pun caranya agar kakak Q tidak nonton tv lagi, entah itu karena tv nya rusak atau dijual atau apapun itu. 

Sejak ada keputusan saya dan suami merantau ke Surabaya, kami memutuskan untuk menjual sebagian besar barang milik kami, termasuk televisi. Dari situlah saya melihat secercah harapan pada anak saya yang kala itu kecanduan televisi.

Sebelumnya, kami sudah memberitahukan pada kakak Q bahwa kami akan pindah dan harus menjual  sebagian besar barang-barang kami. Waktu itu, kakak Q sempat memohon agar tidak menjual televisi, dia bahkan sampai nangis. Rasanya sedih juga, tapi saya memberitahunya sambil memeluk bahwa tv nya harus dijual karena kalau tidak dijual, nanti kita tidak punya uang untuk beli tiket pesawat ke Surabaya.

Foto waktu tv nyala terus di dalam kamar

Hari itu pun tiba, hari pertama kami berada di Surabaya, rumah baru kami. Tidak ada tv di dalam rumah, sama sekali. Beberapa kali kudapati kakak Q berdoa dengan suara, mengatakan "Ya Allah tolong kasih uang mami supaya bisa belikan kakak tv ya..". Mendengar doa anak kecil rasanya antara geli dan kasian. Dalam hati saya menyambung doanya, "Ya Allah, jangan ya... tolong semoga kami tidak usah punya tv."

Setiap hari, kakak Q mengatakan bahwa dia bosan dan tidak tahu harus apa. Lantas saya mengajaknya untuk mengerjakan pekerjaan rumah, mengajaknya bermain, mengajaknya membaca buku dan menceritakan pengalaman saya sewaktu menjadi anak-anak juga.

Kakak Q tidak sepenuhnya tidak menonton, dia tetap menonton, di laptop, dengan batasan waktu dan menonton kartun yang sebelumnya telah saya nonton. Agar saya tahu persis apa yang anak saya nonton. Saya tidak akan pernah membiarkannya menonton youtube, secara youtube selalu menampilkan rekomendasi video lain di sebelahnya, dimana anak saya sudah pandai memainkan touchpad pada laptop. Tidak ya, di youtube kita sama sekali tidak bisa memfilter apa yang anak-anak nonton. Kadang, meski tampilan kartun, video yang tampil tetap ada konten pornografi. Ingat tidak, kala itu ada yang sharing bahwa kartun di youtube menampilkan elsa dan spiderman lagi berhubungan intim?

Takut, sangat takut. Saya tidak akan pernah lagi membiarkan anak saya nonton youtube secara online. Kecuali jika videonya telah di download di ipad dan jaringan internetnya dimatikan, mungkin dengan cara itu kita orang tua bisa sedikit lebih memfilter acara apa yang akan ditonton anak kita.

Pemikiran saya, masa gara-kita mau rusak anak kita semudah itu? Bikinnya susah, tau! Hamilkan juga susah, melahirkan juga, bahkan perut saya harus dibelah dulu baru anak saya bisa keluar. Tidak, jangan.... Saya tidak mau anak saya rusak karena barang murah seperti tv dan gadget, anak saya terlalu mahal jika dibandingkan dengan barang tersebut.

Nah, kini giliran Anda sebagai orang tua, apakah ingin menghentikan anak Anda dari kecanduan tv dan gadget saat ini juga, ataukah rela anak Anda yang berharga rusak karena hal tersebut. Pilihan di tangan Anda.

Senin, 16 Juli 2018

Merantau : Cerita Tentang Perjalanan Meninggalkan Tanah Rantau Kendari

view from grand clarion Kendari
Lima tahun sudah saya menghabiskan waktu merantau di kota Kendari. Jika ada yang belum tahu dimana tepatnya posisi Kendari, kota tersebut berada di pulau Sulawesi bagian tenggara. Kota kecil yang baru akan berkembang. Dikelilingi dengan pantai, dan menurutku biaya hidup disana cukup tinggi dibandingkan dengan kampung halamanku, Makassar.

Hal yang membuatku selalu terkenang dengan kota kecil itu mungkin karena kota Kendari menjadi saksi bisu perjuangan awal pernikahan kami. Dimana setelah menikah, karena kebangkrutan suami atas usahanya, kami memutuskan merantau ke Kendari. Makan dengan jatah 5rb per hari, sudah pernah kami rasakan saat berada disana. Bahkan hanya makan pop mie di hari raya pun sudah kami rasakan saat masih hidup berdua disana.

Kendari bagiku adalah tempat dimana kami merasakan rumah, rumah bagi kami dan anak-anak kami. Tempat dimana kami membesarkan anak-anak kami. Dimana tanahnya menumbuhkan makanan, lautnya memberikan ikan untuk kami dan anak-anak kami. Meski tidak ada saudara disana, kami tetap merasakan seperti berada di kampung sendiri. Bagaimana tidak, saya melihat wajah ramah orang Kendari persis seperti di kampung halamanku. Perlakuan mereka, senyum mereka, semuanya tidak terlupakan, tidak mungkin.

Beberapa orang, mungkin selalu merasa ingin pulang ke kampung halaman saat berada di perantauannya, tapi entah kenapa ketika berada di kota Kendari, rasanya seperti di kampung sendiri, rasanya sedih jika harus berpisah terlalu lama. Rasanya rindu dengan makanan khas sana, ikan disana rasanya benar berbeda dengan ikan di daerah lain. 

Kendari, kota kecil yang baru memiliki traffic light dengan jumlah yang sangat sedikit. Disana lah Allah memberiku kesempatan membesarkan dua janin di dalam rahimku. Nikmat, karena jajanannya masih sesuai dengan seleraku. Saat di pasar pun masih sering saya mendengar akses yang sama denganku, bahkan bahasanya pun mirip dengan pasar di kampung halamanku. 


Orang lain boleh memulai rumah tangganya dengan rumah nyaman yang telah tersedia, entah itu milik pribadi, ngontrak atau bahkan menumpang di rumah orang tua. Tapi kami, di kota ini memulai segalanya dengan hidup di kosan kecil yang seukuran dengan kamar rumah tipe 45.

Ah, rasanya tidak cukup kata untuk menggambarkan perantauanku di kota Kendari. Saya sungguh mencintai kota ini, saya sungguh bersedih harus meninggalkannya untuk merantau lagi ke Surabaya. 

Selamat tinggal, Kendari. Terima kasih atas pengalaman berharga selama 5 tahun belakangan. Terima kasih karena pernah menjadi rumah kami. Tanahmu akan selalu menjadi kampung halaman kedua bagi kami.

Rabu, 27 Juni 2018

Begini Cara Saya Merawat Bayi Yang Terkena Flu

Foto: kakak Q 3 bulan
Sudah tiga kali adek B terkena flu dan berujung ingus karena tertular oleh kakak Q, yang meski sedang pilek, paling rajin mencium adiknya. Mau dilarang juga gak tega, takut melukai perasaan si kakak yang sayang sama adeknya. Lagian, rasanya agak sulit membuat si adek B tidak tertular karena mereka tidur sekamar dan seranjang.

Pertama kali terkena flu, hidung adek B tidak begitu mampet, jadi saya tidak berusaha mengeluarkan ingusnya. Saya hanya menunggu hingga ingusnya mengering dan menjadi upil, lalu akan saya bersihkan dengan cotton budd. Tapi, flu kedua membuat adek B jadi sangat sulit bernafas hingga harus saya bawa ke dokter karena waktu itu adek B sudah batuk keras dan sulit untuk tidur. Saat itu saya meminta suami membelikan alat penyedot ingus bayi merk pigeon yang berbentuk pompa. 

Flu ketiga, adek B tidak batuk, hanya beringus saja, jadi saya tidak membawanya ke dokter karena selang waktu sembuh dari pilek sebelumnya hanya 1 minggu. Duh, si kakak Q kedapatan minum susu kental manis di kulkas, dingin jadi kakak Q kena lagi deh pilek, sementara adek B langsung tertular juga. Karena sakitnya tidak separah yang kedua, saya hanya memberinya ASI, cairan saline dan menyedot ingusnya. Kali ini saya mengganti sedot ingusnya dengan merk little giant, dimana cara penggunaannya diisap dari selang satunya. Nah, berikut ulasannya.

Pastikan Cairan Tubuh Bayi Tercukupi

Foto: media Indonesia
ASI adalah antibody terbaik bagi bayi, di dalam ASI terkandung antioksidan yang sangat tinggi yang tidak akan ditemukan dimanapun. Ketika si kecil sakit, sebisa mungkin berikan ASI sesering mungkin. Jika bayi meminum susu formula, maka berikan susu formula dengan takaran agak cair. Insya Allah lendir bayi akan keluar melalui kotoran bayi.

Berikan Cairan Saline

Foto: wikihow
Cairan saline adalah cairan garam, sebenarnya cairan ini bisa dibuat sendiri menggunakan garam dapur, tapi karena saya ragu dan tidak tahu takarannya, jadi saya membeli cairan saline di apotik seharga 120rb rupiah.

Keluarkan Ingus Bayi dengan Nasal Aspirator / Penyedot Ingus

Kiri pigeon, kanan little giant
Di atas tadi sudah saya singgung bahwa saya menggunakan dua jenis alat penyedot ingus, yaitu pigeon yang berbentuk pompa, dan little giant yang berbentuk dua selang yang satunya dimasukkan ke mulut ibu (untuk diisap) dan lainnya ditempelkan pada lubang hidung bayi. Saya pribadi lebih nyaman menggunakan little giant karena selangnya hanya menempel di bagian lubang hidung bayi. Sementara merk pigeon yang berbentuk pompa, ujung pompanya harus masuk ke dalam rongga hidung bayi, dimana membuat rasa tidak nyaman pada bayi.

Memandikan Bayi dengan Air Hangat

Foto: tribunnews
Selama anak saya tidak demam, maka saya akan tetap memandikannya, untuk ukuran bayi B yang masih 3 bulan dan hanya menkonsumsi ASI, saya cukup memandikannya sekali sehari saja dengan air hangat. Jika kondisinya sedang beringus, maka saya akan menambahkan tingkat kehangatannya dibandingkan saat dia sehat.

Menyiram kepala bayi hingga ujung kaki dengan air hangat, diharapkan mampu mencairkan lendir di dalam leher dan dadanya. Lendir yang mencair ini kemudian bisa dikeluarkan dengan nasal aspirator atau kah keluar dengan sendirinya saat bersin (setelah ditetesi dengan cairan saline).

Jaga Suhu Ruangan

Foto: optimfred
Kakak Q adalah tipe anak yang tidak bisa tidur tanpa AC, maklum lah ya jaman sekarang, rata-rata bahkan kebanyakan anak kecil tidak bisa tidur tanpa AC. Selain saat ini AC bukan lagi kategori barang mewah (seperti jaman saya masih kecil), cuaca di Kendari serta design rumah yang tertutup juga sangat tidak mendukung jika kita tidur tanpa AC. Namun, ketika salah satu atau keduanya sedang pilek, maka saya menyetel suhu AC ke 27 derajat celcius. Oh iya, AC yang saya gunakan berukuran 1 pk ya.

Jika semua hal di atas telah dilakukan namun tidak ada perubahan selama seminggu, maka saya akan langsung membawa bayi saya ke dokter. Tapi sering kali hal di atas berhasil untuk bayi saya. Selamat merawat si kecil ya, mams. Intinya mams harus kuat dan telaten dalam merawat si kecil yang sedang terkena flu.

Kamis, 14 Juni 2018

Memandikan Bayi Jadi Lebih Mudah Dengan Kursi Mandi Sugar Baby

Empat tahun lalu, saya memandikan bayi pertama saya menggunakan baskom mandi bayi. Waktu itu, saya meletakkan baskomnya di dalam kamar, melebarkan terpal di atas tempat tidur sebagai tempat untuk meggosok badan bayi saya dengan sabun. Rasanya sangat ribet, karena jika salah posisi sedikit saja, bayi akan slip dan terlepas dari tangan kita. Tahun ini saya baru saja melahirkan dan punya seorang bayi lagi, beruntungnya saya sudah mengenal yang namanya kursi mandi bayi atau nama gaulnya baby bather. Saya rasanya sangat menyesal karena terlambat mengenal produk ini. Coba dari dulu ya, eh saya kurang tahu kapan persisnya kursi mandi ini ada di Indonesia. 

Adek B di atas sugar baby, 3 bulan
Berhubung saya sama sekali tidak punya foto ade B menggunakan kursi mandinya ini pas lagi mandi, jadi saya dengan sengaja memotretnya pas kursi mandinya sudah kering. Saat foto di atas diambil, usia ade B sudah hampir 3 bulan dengan bobot 6,7kg. Kalau sekarang sih adek B sudah 7kg.

Baby bather sugar baby ini sudah dipakai dengan ade B sejak newborn, jadi setelah tali pusar bayi saya putus, saya baru mulai memandikan mereka. Kenapa? Soalnya saya asli takut jika tali pusarnya sampai infeksi karena terkena air, meski bayi-bayi saya dimandikan dengan air kemasan, saya tetap merasa aneh.

Ada pengaturan tinggi sandaran
Meski usia adek B saat ini sudah 3 bulan, saya masih menggunakan sandaran yang paling rendah ketika memandikannya. Alasannya cukup simpel, karena untuk sandaran terendah saja, adek B sampai sering melorot ke bawah, gimana kalau dipaksa menggunakan sandaran lebih tinggi?

Tuh kan adek B sudah melorot
Meski menggunakan kursi mandi ini, tangan kita tetap harus sigap memegang si kecil ya, mams. Solanya si bayi suka gerak-gerak kalau didudukkan di kursi mandi ini. Saat memandikan adek B, saya langsung meletakkan kursi mandinya di kamar mandi. Pertama saya membasuh adek B dengan air, lalu memberinya sabun dan bilas. Berhubung kursinya terbuat dari kain yang bolong-bolong, jadi sisa sabunnya bisa langsung terjun bebas ke lantai kamar mandi. 

Keliatan gak sih bolong-bolongnya? Anak saya sudah ngambek nih
Setelah selesai dipakai, kursi mandi ini juga tetap harus dibersihkan ya mams, soalnya sisa sabun yang menempel suka bau jika dibiarkan mengering sendiri. Setelah bilas sampai bersih, langsung dijemur di luar deh, kalau saya menjemurnya tidak langsung di bawah terik matahari untuk menjadi warnanya agar tidak cepat pudar.

Oh iya, kursi mandi ini saya beli di shopee seharga 120rb rupiah loh, cukup murah jika dilihat dari manfaatnya. Kalau di off store di Makassar bisa sampai 200rb-an loh harganya. Wah.. cukup jauhnya bedanya.

Gimana, mams? Tertarik membeli buat si kecil?

Selasa, 29 Mei 2018

Resep Bumbu Dasar Putih

Saya termasuk orang yang malas memasak, ya malas pake banget. Bukan apanya, punya balita yang super aktif ditambah dengan bayi kecil, plus kedua anak ini selalu mau ditemani maminya, membuat saya tidak bisa berlama-lama di dapur. Paling malas kalau harus mengupas bawang dan bumbu lainnya. Pokoknya masak seadanya saja. Sebelumnya sih saya suka membeli bumbu dasar putih yang langsung jadi, tapi berhubung tokonya lagi tidak menerima orderan bumbu putih di bulan Ramadhan, jadi lah saya membuatnya sendiri dengan resep yang pernah diajarkan oleh ibu saya tercinta.

Bumbu Dasar Putih

Bahan:
  • 30 siung bawang merah
  • 4 bonggol bawang putih
  • 4 batang serai
  • 1 ruas lengkuas muda
  • 4 buah kemiri
  • Secukupnya air matang
  • Secukupnya minyak
Cara Membuat:
  1. Kupas dan cuci duo bawang, serai, lengkuas muda dan kemiri.
  2. Haluskan bahan dengan cara diblender, tambahkan air matang secukupnya.
  3. Masak di atas wajan hingga airnya mengering, tandanya sudah tidak ada letupan lagi.
  4. Tambahkan minyak, tumis hingga tercium wangi khas.
  5. Sisihkan di dalam wadah, tunggu hingga dingin lalu bisa dimasukkan di dalam kulkas.
Bumbu dasar putih ini bisa awet di dalam kulkas selama satu bulan, asalkan saat diambil mam menggunakan sendok bersih, ya. Bumbu dasar ini bisa digunakan untuk menumis, membuat sup, campuran tepung untuk membuat tempe, tahu, ayam goreng dll. Intinya bumbu putih adalah bumbu dasar yang digunakan dalam memasak apa saja, tinggal ditambahkan bumbu lain yang tidak perlu diblender lagi jika akan digunakan. Btw untuk bahan di atas, bumbunya muat di dalam wadah 300 gram ya.

Bagaimana resep bumbu dasar putih di atas, mams? Semoga membantu, ya!


mamsqi.com
Instagram: mamqifaya