Tuesday, December 19, 2017

Wisata Makassar: Jalan-Jalan Ke Trans Studio Makassar

Sudah lebih dari sebulan saya dan kakak Q stay di Makassar sembari menunggu kelahiran si adik. Ya, sebenarnya hanya saya dan kakak Q yang tinggal disini, sementara daddy masih tetap tinggal di Kendari menyelesaikan segala urusan sebelum ikut move on ke Makassar. Kebetulan, awal bulan Desember lalu, daddy ada kegiatan di Makassar, yaahh sekalian menjenguk kami disini. Berhubung ada suami yang bisa menemani kemana-mana, terlintaslah pikiran untuk berkunjung ke trans studio Makassar. Sebenarnya sih saya sudah sekian kali main kesini, tapi mumpung kakak Q belum pernah main kesini, jadilah saya memilih tempat ini untuk dijadikan tempat refreshing keluarga kecil kami.


Membawa anak ke wahana bermain memang tidak mudah, apalagi dibarengi dengan perut yang berisi manusia hehe... Tapi karena memang sudah sangat bosan di rumah, tetap deh si bumil kekeuh mau main kesana. 
  • Trans Studio Makassar.
  • Lokasi: Jalan Metro Tanjung Bunga
  • Harga Tiket Masuk : 200k beli di loket, 67k beli via traveloka.
Saat itu, kami datang di hari Jumat, weekend. Awalnya kami mau beli tiket langsung disana, tapi pas ada di depan loket, saya jadi kaget liat harga tiket masuknya yang tertulis 200rb rupiah. heheh padahal semalam saya sempat cek di Traveloka harganya hanya sekitar 60rb-an saja. Beruntung kuota masih ada, langsung deh pesan via traveloka. Antrinya pun tidak harus di loket, tapi ada jalur khusus bagi pelanggan traveloka.

verifikasi tiket traveloka
Setelah tiket di verifikasi oleh petugas, kami langsung dipersilahkan masuk oleh pertugas yang berjaga di pintunya. Sangat cepat dan mudah.

wajah bahagia bisa lolos pintu masuk
Satu hal yang menjadi kesan pertama saya ketika memasuki studio ini, yaitu tidak ada perubahan. Terakhir kesini saya masih berstatus gadis, kira-kira 5 tahun lalu dan hingga saat ini wahananya itu-itu saja heheh. Harga tiket yang dibayarpun hanya termasuk 10 wahana, jika ingin bermain permainan lain, harus membayar 25rb rupiah per wahana. Berhubung yang termasuk HTM adalah permainan anak-anak, jadi saya dan suami ogah membayar untuk wahana lain. Cukup punya foto saja disini hehehe...

Rumah kaca
Satu hal yang paling berkesan. Saat itu suami saya ke masjid untuk menunaikan sholat Jumat, jadi saya memutuskan untuk masuk ke wahana rumah kaca berdua saja dengan kakak Q. Ya Allah, saya hampir nangis karena tidak bisa menemukan jalan keluar. Beruntung setelah lama terputar-putar, setelah kepala peniing dan anak sudah hampir nangis juga, saya mendengar suara orang lain di dalam sana. Jadilah saya mencari sumber suaranya dan alhamdulillah ketemu! Tidak lama mengekor, akhirya ketemu juga jalan keluar, lega rasanya hihihi...

Oh iya, trans studio membagi beberapa studionya, khusus permainan ekstreme, khusus anak-anak, khusus edukasi, dll Nah, masalahnya ini saya gak sempat foto. Dada sudah sesak banget, ditambah kakak Q sudah ketakutan sama badut, jadinya kami buru-buru keluar deh hihi...

Most of all, trans studio layak kok dijadikan tujuan wisata keluarga, di setiap koridor terdapat kursi yang bisa digunakan untuk rehat sejenak, bahkan jika harus rehat di lantainya pun saya rasa tidak masalah karena lantainya sangat bersih. Satu lagi, berhubung konsep trans studio adalah indoor alias di dalam ruangan, jadi tak perlu khawatir kepanasan apalagi jika harus gosong karena bermain di siang bolong. Pokoknya adem deh...

Nah, gimana menurut kalian? 


1 comments:

Ina Wahyu said...

di mana-mana selalu ramai, kalau di sana apa yang unik ya?
Terima kasih dan Salam kenal

Post a Comment

Bagaimana Pendapatmu?