Sabtu, 11 November 2017

Bijak Dalam Mempersiapkan Kebutuhan Bayi Baru Lahir

Foto: babyluna.id
Sebagai ibu yang baru akan memiliki bayi, pasti saat ini masih was-was dalam mempersiapkan kebutuhan si kecil. Soalnya, saya sendiri pernah mengalaminya dan pernah terjebak di dalamnya. Saya terjebak, kenapa? Soalnya karena masih baru, saya jadi kalap belanjanya, saya takut kebutuhan anak saya tidak tercukupi, alhasil beberapa barang yang terbeli jadi sia-sia dan tak terpakai. 

Saya sempat browsing sana sini tentang pengalaman ibu lainnya dalam menyiapkan kebutuhan si kecil. Tau gak sih, saya bahkan mendapatkan ibu yang mengeluarkan budget hingga belasan juta. Sungguh harga fantastis bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan ya, mams. Sejak suami belajar agama, saya juga jadi ikutan belajar dan disitulah saya mulai kehidupan dengan membeli apa yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Soalnya kata uztad sih, semua barang yang kita miliki nantinya akan ditanyai dipergunakan untuk apa saja. Oleh sebab itu, dikehamilan kedua ini saya mencoba membuat daftar apa saja yang anak saya butuhkan, bukan yang ibunya inginkan. Berikut daftar dan estimasi harganya ya..

Baju Bayi

Baju bayi menurut saya adalah kebutuhan yang paling mendasar, tapi bukan berarti kita kalap dalam menyiapkan hal yang satu ini. Dulu, sewaktu mempersiapkan baju untuk anak pertama, saya membeli begitu banyak baju bayi, mulai dari kutung, baju lengan pendek, lengan panjang beserta pasangannya masing-masing. Kalau tidak salah sih, saya membeli hingga 3 lusin pasang pakaian. Endingnya, banyak pakaian yang tidak terpakai. Pertama, karena ruangan kamar berAC, otomatis si anak jadi jarang berkeringat, kedua, anak saya menggunakan diapers, jadi pipisnya ketahan disana dan tidak mengotori pakaiannya. Ketiga, ketika melahirkan dan acara aqiqah, banyak sanak saudara yang membawakan hadiah baju kepada anak saya, sehingga bajunya menjadi bertambah, sementara orangnya hanya satu. Keempat, setiap hari saya mencuci pakaian anak saya sehingga stok pakaian bersih selalu ada.

Bisa mams bayangkan dengan kondisi seperti di atas, apakah pakaian 3 lusin masih diperlukan? Menurut saya sih tidak sama sekali. Selain itu, karena tubuh anak saya relatif besar, waktu itu kakak lahirnya 3,8kg dengan panjang 50cm, membuatnya semakin hari semakin besar, bahkan pada usia 2 bulan dia sudah tidak muat lagi dengan baju baru lahirnya. Akhirnya, saya beli lagi deh baju buat dia. Mubazir, kan baju newbornnya? Dengan pertimbangan di atas, untuk kehamilan kali ini, saya hanya membeli 10 lembar pakaian bayi saja, itu sudah termasuk jumper dan setelan. Dengan perhitungan, dalam sehari si kecil ganti pakaian 3-4x, berhubung setiap minum susu pasti si baby akan saya pakaikan kain perlak di lehernya agar susu tidak mengotori baju, jadi saya rasa dia tidak akan sering-sering banget ganti bajunya.

Harga pakaian bayi tergantung dimana mams membelinya. Jika ingin murah, tentu sebaiknya mengunjungi toko online. Saya sendiri memilih marketplace shopee sebagai tempat belanja, dengan perhitungan disana ada subsidi ongkir hingga 40rb rupiah. Setiap minggu kita dikasih jatah subsidi ongkir 3x, yang berarti dalam seminggu saya hanya bisa belanja 3x di hari yang berbeda untuk mendapatkan subsidi ongkirnya. Selama ini sih saya selalu belanja max 1kg setiap pesanan, jadi tidak perlu bayar ongkir deh.

Saya sendiri lebih memilih pakaian dengan merk libby, velvet dan sekelasnya. Kenapa? Soalnya pakaian sekelas mereka itu dipakainya lebih nyaman dan menyerap keringat. Harga jumper lengan panjang 27rb rupiah per pcs, setelan bayi lengan pendek sekitar 25rb per pasang. Kaos tangan dan kaki 10rb per pasang, cukup 4 pasang, topi juga 10rb per pcs cukup 4 pcs. Saya hanya membeli 4 pasang setelan lengan pendek dan sisanya 6 pcs jumper lengan panjang tutup kaki.

Bedong Bayi

Saya sebenarnya tidak membeli bedong untuk anak kedua karena bedong kakak masih banyak, waktu itu saya beli hingga 2 lusin dan sekarang kondisinya masih sangat bagus. Jika ingin membeli, dan berniat memakaikan diapers ke si kecil, maka sebaiknya cukup beli 6 pcs saja. Bedong juga hanya dipakai di RS kok, kalo di rumah meski tanpa bedong it;s okay, saya tidak pernah membedong anak saya yang pertama, dan alhamdulillah kakinya normal-normal saja. Harga bedong merk libby per 3pcs adalah 35rb rupiah. Jadi kalo belinya setengah lusin harganya 70rb rupiah. Oh iya, bedong ini bukan bedong instan ya, tapi perlak sebenarnya yang bisa dimodifikasi jadi bedong, so jika bedongnya sudah tidak terpakai bisa dijadikan alas tidur bayi deh.
Foto: bukalapak

Bak Mandi Bayi / Kursi Mandi Bayi

Untuk anak pertama saya dulu, saya memilih bak mandi karena belum tau kalau ada yang namanya kursi mandi bayi. Sekarang saya memutuskan membeli kursi mandi bayi dengan pertimbangan takut asam urat saya kambuh di tangan dan jika menggunakan bak mandi, tangan yang harus kokoh memegang leher si bayi. Harga bak mandi kalau mau yang biasa saja ada kok yang 50rb, untuk kursi mandi bayi merk sugar baby, saya membelinya dengan harga 117rb rupiah di shopee. 

Bantal

Sebenarnya bantal adalah optional, karena pada dasarnya bayi baru lahir sampai usia 1 tahun tidak disarankan menggunakan bantal. Kalau saya sih tidak berniat membelikan bantal buat si kecil, tapi jika mams ingin beli, ya silahkan. Harganya kalau yang non bermerk 50rb sudah sepaket itu guling 2 dan bantal kepala 1.

Termometer

Bagi saya alat ini sangat dibutuhkan, saya menggunakan termometer digital. Harganya di apotik ada yang hanya 15rb rupiah saja. Kalau yang merk terkenal bisa sampai 75rb rupiah. Terserah mams mau beli yang mana ya... Alat ini sangat berguna untuk mengukur suhu air mandi si kecil dan suhu tubuh si kecil kala demam, jadi kita bisa memutuskan kapan akan diberikan obat dan kapan si kecil hanya membutuhkan treatment selain obat.

Toileters

Handuk bayi, sabun dan shampo serta pembersih gusi dan lidah sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan si kecil. Handuk bayi berbahan lembut di toko grosir, bisa saya dapatkan seharga 15rb per pcs, ambil 3 pcs jadi 45rb rupiah. pembersih gusi dan lidah di toko online hanya 15rb rupiah juga, sabun dan shampo bisa beli yang head to toe wash, jadi bisa dipake buat kepala dan badan sekalian. Harganya tergantung ukuran, yang besar sekitar 50rb rupiah sudah dapat botol 200ml dan refill 400ml.

Jika dihitung secara total, kebutuhan pokok si kecil hanya berkisar 712rb rupiah saja loh, itu sudah termasuk yang saya sebutkan di atas tadi.

Hindari Membeli Hal yang Belum Dibutuhkan Si Kecil

Banyak ibu yang tidak sadar ternyata telah membeli sesuatu yang belum dibutuhkan si kecil. Misalnya ayunan, bouncer, box bayi, gendongan, dll. Padahal tau gak sih tanpa perlengkapan tersebut bayi kita juga sudah cukup nyaman. Pertama ayunan, bayi baru lahir itu kerjanya hanya tidur saja, tidur lalu bangun minum susu, setelah itu tidur lagi, mau diletakkan di ayunan, di box bouncer apalagi gendongan, si bayi akan tetap tidur dengan nyaman. Kenapa banyak bayi yang gak bisa tidur jika tidak di gendong, ayun dll? Jawabannya simple, karena orang tuanya lah yang mengajarinya. 

Pertama lahir, ketika di rumah sakit, karena merasa gemas, ayah ibu, kakek nenek, paman tante, semuanya gantian menggendongnya 24 jam! Sampai di rumah juga demikian, nah ketika akan diletakkan kembali, si bayi tentu saja akan merasa tidak nyaman, lah ini kenapa biasanya saya digendong kok sekarang malah dilepas begitu saja. Padahal, meletakkan bayi dengan diapit dua bantal besar yang biasa ibunya pakai pun, akan membuat tidurnya nyaman. Agar menjaganya tidak kaget, bisa ditambahkan kain sarung atau selimut di bagian dadanya agar dia merasa seperti sedang dipeluk.

Anak pertama saya punya box, ayun dan gendongan. Alhamdulillah hadiah kecuali gendongan baru saya beli ketika usianya 4 bulan, itupun jarang dipake, sampai sekarang usia anak sudah 3 setengah tahun memang gak suka digendong dia. Soalnya dari bayi memang saya tidak membiasakan gendong, pun kakek neneknya, saya meminta baik-baik agar tidak sering menggendongnya karena saya melahirkan dengan secar, akan sulit bagi saya jika si kecil minta gendong terus. 

Stroller, Perlukah?

Anak pertama saya punya dua stroller, yang pertama hadiah dari ayah saya sewaktu dia lahir, dibelikan stroller bayi yang hanya bisa duduk dan rebahan. Dipakai? Tidak sama sekali hehe hanya dipakai di dalam rumah berbatas teras. Saya termasuk orang tua yang jarang keluar rumah apalagi untuk gaya-gayaan dorong anak pakai stroller ke mall. No, kalau keluar beli kebutuhan si kecil saya menitipkannya pada ibu saya sebentar.

Stroller satunya baru saya beli sekitar setengah tahun lalu, stroller travel yang mudah dibawa saat travel, karena saya suka jalan-jalan keluar kota dan saya kasian sm dia kalo jalan kaki kelamaan di kota orang, jadilah saya belikan dia stroller pockit itu. 

Kesimpulannya, bayi baru lahir sebenarnya sangat tidak membutuhkan stroller. Mau kemana coba pake stroller? :D Kecuali ya emmak sm bapaknya doyan travelling dan si kecil sudah agak besar, maka perlulah dibelikan stroller, jika ukurannya masih baby dan memungkinkan untuk digendong, saya sih menyarankan gendongan saja. Soalnya ribet juga bawa stroller kemana-mana.

Tas Perlengkapan Bayi.

Saya belum pernah membeli ini, saya merasa tidak ada gunanya, toh saya punya tas yang cukup besar menampung kebutuhan si kecil. Lagian, mau kemana coba bawa-bawa tas perlengkapan yang dibeli hingga ratusan ribu rupiah. Beneran ini bakal jarang dipake deh.. kecuali yaa ibunya memang suka menghabiskan waktu berjam-jam diluar rumah. But for me, no thanks. I am staying at home.

Pompa ASI

Saya punya dua pompa ASI, tapi tau gak sih, gak ada yang dipake. Pertama saya bermasalah pada menyusui anak pertama saya. ASI gak mau keluar sampai usia 2 bulan. Lah anak saya sudah terlanjur gak mau ASI, mams.... Jadi pompanya nganggur deh.. Mau dikasih ke ipar, lah dia sudah beli duluan. Jadi, jika ingin membeli pompa ASI, pastikan dibeli dalam keadaan butuh, bukan sebelumnya yaa.

Potong Kuku Bayi

Beneran deh mams, barang ini adalah barang yang paling saya sesali dibeli waktu anak pertama saya lahir. Gak ada gunanya, malah tangan anak saya jadi berdarah. Mending pakai gunting kuku orang dewasa saja, tangan mams lebih terbiasa, jadi tidak perlu khawatir lagi. Tapi jika tangan mams mampu menggunakan potong kuku bayi ini, ya silahkan dibeli.

Sisir, Baby Cologne, Baby Lotion, Bedak

Perlengkapan ini juga yang tidak saya gunakan pada anak pertama saya. Ngapain coba sisir rambut bayi yang halus itu dengan kepala yang masih berdenyut dibagian ubun-ubunnya, setelah aqiqahan juga rambutnya bakal botak, jadi ngapain dibeli? Baby cologne, lotion dan bedak hanya membuat kulit bayi iritasi. Mereka tidak butuh sama sekali, iklan hanya menyesatkan. Cukup berikan minyak telon anti nyamuk bagi si kecil, saya rasa sudah sangat cukup ya.

Well, disamping semua yang sudah saya tuliskan di atas, kembali lagi pada diri masing-masing, karena tidak bisa dipungkiri kebahagiaan memiliki anak memang luar biasa rasanya, ya. Jika ingin tetap kekeuh membelikan si kecil perlengkapan hingga belasan juta, why not? yang penting mampu aja dan jangan sampai ngutang deh.. 

Cukup sekian tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat dan selamat menunggu kelahiran si kecil yaa....

Memilih Dokter Spesialis Kandungan di Kendari

foto: ilustrasi doc pribadi RSIA Ananda Makassar

Sudah 4 tahun lebih saya berdomisili di Kendari, sudah dua kali juga saya menghabiskan beberapa bulan kehamilanku di kota ini. Berada di kota rantau memang agak sedikit unik ya dibandingkan dengan berada di kota kelahiran sendiri. Kenapa? karena semuanya serba baru, mulai dari suasana hingga kita diwajibkan menjadi sedikit sibuk mencari tempat untuk memenuhi kebutuhan kita, termasuk diantaranya adalah dokter spesialis kandungan.

Kendari sendiri adalah kota kecil dengan jumlah kendaraan yang tidak begitu banyak, yang berarti jalanan disini belum pernah saya dapati macet, semacet di Makassar. Begitu pun dengan dokternya, disini tidak begitu banyak dokter spesialis, setau saya. Yah, setidaknya tidak sebanyak di Makassar. Nah, saya akan membahas satu-satu dokter spesialis kandungan yang pernah saya kunjungi ya.

dr. Juminten Saimin, SpOG

Perawakannya mungil, berjilbab dan berbucara cukup jelas dan cepat. Beliau praktek di apotik Alfa Farma, Jalan A. Yani No.149, Mataiwoi, Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93117. Terakhir konsultasi saya sama beliau sekitar 4 tahun lalu. Waktu itu biaya cekup hanya 100rb rupiah, namun untuk mencetak hasil USG, dikenakan biaya tambahan sebesar 50rb rupiah. Suplemen yang dikasih selalu yang paten, yang berarti kita harus merogoh kocek lebih banyak jika harus berobat kesini. Oh iya, jika ingin kesini sebaiknya harus mendaftar 2-3 hari sebelumnya, karena pasien beliau sangat banyak.. Pernah saya mendapat giliran jam 12 malam loh, dan dengar-dengar beliau bisa melayani pasien disini sampai jam 3 subuh!

dr. Indra Magda Tiara SpOG,M.kes

Perawakan beliau tinggi dan berbadan ideal, masih muda dan cantik serta kalem. Perkiraan saya sekitar 30an awal. Dokter ini perempuan ya mams... Beliau praktek di  Apotek Nila Farma Jl. Mayjen Sutoyo 97 Kendari Kendari. Selama kehamilan kedua ini saya memang rutin perika dengan beliau. Biaya cekup sama beliau ini relatif terjangkau ya, saya pernah bayar 150rb-190rb rupiah, tapi rata-rata 170rb rupiah, sepertinya tergantung tindakan di dalam deh. Terakhir bayar 190rb rupiah karena waktu itu saya sekalian di cek bagian vagina apakah ada infeksi atau tidak. Biayanya sudah termasuk cetak hasil USG.

Satu hal yang paling saya suka ketika periksa dengan beliau, dokter ini menjelaskan isi perut kita dengan seksama. Pernah saya di USG sampai 10 menit, beliau menjelaskan semuanya sampai memperdengarkan suara detak jantung dan mengedukasi kita normalnya bagaimana dan punya si janin bagaiamana. Setelah USG pun beliau dengan sabar menjelaskan apa yang ingin kita ketahui, dan bagusnya beliau tanya di rumah ada obat apa saja biar gak dikasih double obat lagi. Untuk periksa disini saya sarankan mendaftar 1-2 hari sebelumnya, pasiennya tidak sebanyak dokter juminten sih tapi jika tidak ingin datang di atas jam 9 malam, ada baiknya daftar di hari sebelumnya.

dr. Eka SpOG

Perawakan dokter eka kecil, agak gemuk dan lumayan cerewet :D tapi ya cerewet yang positif, dokter ini sangat supel dan bisa curhat dengan pasien. Waktu itu saya bertemu karena beliau kebetulan dokter pengganti di praktek dokter indra, saat postingan ini diterbitkan, dokter indra sedang pendidikan dan hanya praktek di hari sabtu, selebihnya dokter penggantilah yang menggantikannya. 

Selain di tempat dokter Indra, dokter Eka juga punya tempat praktek sendiri loh, saya lupa nama rumah sakitnya, itu yang ada di depan RM Ibu Dewi dan di RSB yang di Lepo-lepo. Beliau juga cukup cakap menjelaskan isi perut kita di USG dan dari dokter ini kemarin saya ketauan alergi micin hehehe... jadi selama hamil saya kena pilek terus, cek per cek saya alergi MSG dan si dokter malah ikutan curhat bahwa dulu waktu beliau hamil juga sama alergi MSG, so she decided to start healthy food. Yah, saya juga jadi disarankan untuk makan makanan sehat, jangan jajan di luar lagi. Hiks, padahal selama hamil ini saya sering beli makanan jadi di luar karena kondisi badan yang memang sangat drop.

Yah, untuk saat ini saya hanya bisa share 3 dokter saja, karena kenyataannya memang di Kendari saya baru konsultasi dengan 3 dokter spesialis kandungan ini. heheh Jadi mams, pilih yang mana? 

Jumat, 10 November 2017

Facial Saat Hamil, Bolehkan?

Setelah vakum menulis selama 2 bulan lebih, akhirnya saya punya tenaga untuk menulis di blog ini lagi. Kehamilan kedua ini memang terasa cukup berat bagi saya dibandingkan dengan kehamilan yang pertama sekitar 4 tahun yang lalu. Bagaimana tidak, mulai pendarahan sampai dengan alergi MSG yang berakibat pilek sepanjang hamil, membuat saya agak payah dalam me-manage waktu saya sehari-hari.


Well mams... sebenarnya saya bukan tipe perempuan yang suka bermanja-manja di salon ya, tapi karena kehamilan ini cukup berat bagi saya dan agak kesal karena di Kendari saya tidak menemukan spa khusus ibu hamil, saya memutuskan untuk berangkat ke klinik natasha skin care

Kenapa saya ke Natasha? Sebenarnya alasan utamanya adalah karena letaknya ada di dalam mall dan karena sebelum melakukan treatment, kita akan berkonsultasi dulu sama dokter. Berhubung karena saya lagi hamil, so I really need doctor untuk segala tindakan pada diri saya. 

Cashier dan Informasi
Gambar di atas adalah tempat kita mendaftar dan membayar biaya perawatan, bisa juga tempat memesan segala jenis krim yang ditawarkan di tempat ini. 

Sofa Untuk Menunggu Sangat Nyaman

Ruang kaca tempat dokternya
Setelah mendaftar di bagian informasi, kita akan diarahkan masuk ke ruangan dokter untuk berkonsultasi perawatan apa yang pas untuk wajah kita. Saat di ruangan dokter, kulit wajah saya difoto dulu menggunakan kamera khusus yang bisa memperlihatkan kondisi pori-pori wajah kita. Sesekali dokter memegang wajah kita dan bertanya ini itu. Berhubung saya lagi hamil dan jerawat saya lumayan banyak, dokter menyarankan facial jerawat untuk saya tanpa menggunakan alat listrik, karena katanya bisa berdampak sama janinnya jika tetap maksa pake alat listrik itu.

Awalnya sih dipikiranku alat listrik itu yang dipake untuk mengecilkan pori, yang agak nyetrum-nyetrum itu pas dipake, ternyata oh ternyata si mbak yang facial saya bilang bahwa alat yang dimaksud adalah alat vakum komedo, yang biasa dipake sedot komedo itu loohhh... Jadi facial kali ini murni pake tangan si mbaknya ajah dan pinset stainless. Oh my....

Sebelum difacial, si mbaknya minta saya ganti pakaian dulu. Jadi dalam satu ruangan itu ada 4 tempat tidur yang disusun berjejeran dan saya mendapatkan posisi tepat di samping wastafel yang ada cermin besarnya. Pas abis ganti baju dan hanya menggunakan kemben, saya balik ke cermin dan woww... saya kaget lihat body 70kg saya hahahaha asli gede bener nih badan. Jadi mikir, selama ini suami saya pikir apa ya pas tiap malam beliau pijit badan saya heheh...

Proses facial dimulai, wajah dibersihkan dulu, trus dipijit-pijit. Ya Allah, pas dipijit wajah, kepala dan bahu, rasanya pengen kasih tau mbaknya gini, "mbak saya ga jadi facial deh, pijit aja gini sampai waktunya habis." eheheh... tapi sayang, mulut saya terlalu kaku, takut ditolak. hiks hahaha

Selama proses itu ya agak bosan juga, komedo saya tidak sebanyak itu, jadi butuh sekitar 5 menit saja untuk mengeluarkan semuanya menggunakan tangan si mba yang sudah telaten, selebihnya hanya proses menunggu masker kering. Beruntung maskernya ga ada aroma-aroma tajamnya, jadi ya bumil ini ga muntah selama itu juga.

Akhirnya setelah masker kering, wajah dibersihkan, selesai juga proses facial bumil ini. Kurang memuaskan sih. Apalagi ya hanya gitu-gitu saja. Oh iya, untuk biayanya, maaf saya kehilangan struknya. Harga normal 250rb rupiah, tapi karena waktu itu saya bayarnya pake debet mandiri, dapat diskon deh 20%, lumayanlah bisa menghemat 50rb rupiah. Jadi saya hanya bayar 200rb rupiah.

Perasaan setelah facial, wajah bengkak-bengkak. Beberapa hari setelahnya, kok ya jerawat malah tumbuh dimana-mana ya.. Suami saya sampai bilang, "katanya abis facial, ini jerawatnya kenapa malah tambah banyak?" Ya,.. emang sih, kenapa malah tambah banyak ya? Apa kulit bumilku memang tidak cocok dipakekan macam-macam, nih?

Akhirnya karena jerawatnya sudah berbaris kayak barisan anak TK yang mau masuk kelas, saya memutuskan memakai masker tradisional, hiks dan akhirnya alhamdulillah jerawatnya hilang deh..

Jadi, bolehkah facial saat hamil? jawabannya, sebenarnya boleh asal tidak pakai alat listrik, hanya saja kembali lagi ke kulit masing-masing, apakah memang cocok pakai yang macam-macam ataukah malah berujung tragis seperti saya. Selamat mencoba yaaa...