Rabu, 09 Agustus 2017

Kehamilan Trisemester I: Keluar Darah Saat Hamil Muda

Kamis lalu, tepatnya tanggal 27 Juli 2017, saya terbangun di subuh hari dan langsung masuk ke kamar kecil. Saya menemukan bercak darah pada celana dalam, kira-kira sebesar uang koin 1rb rupiah. Tapi saya mengabaikannya. Lalu keesokan harinya, saya kembali menemukan darah pada pakaian saya, kali ini darahnya masih basah dan kuantitasnya lebih banyak dari hari sebelumnya. Saat itu, saya mulai panik dan mulai berpikir yang tidak-tidak.

Saya berkonsultasi pada seorang kawan yang kebetulan berprofesi sebagai dokter, dia menyarankanku untuk segera periksa ke spesialis kandungan. Jadi, malamnya saya langsung berangkat ke dokter praktek dan memeriksakan kondisiku. Setelah melakukan USG, posisi janinku baik-baik saja, ditambah suara denyut jantungnya yang normal, membuat dokter hanya menyimpulkan bahwa kandunganku lemah dan hanya meresepkan obat penguat kandungan saja dan menyarankanku untuk tidak berhubungan suami istri dan wajib bedrest  selama 3 hari berturut-turut.

Obat penguat kandungan
Namun, beberapa hari kemudian, darah masih terus keluar, hanya berupa bercak memang, namun sangat mengkhawatirkan. Padahal saya sudah melakukan semua yang disarankan dokter. Akhirnya karena begitu khawatir, saya memutuskan untuk kembali memeriksakan kandunganku. Saat dokter melakukan USG, dokter melihat bahwa kondisi janin dan rahimku baik-baik saja. Lantas menanyaiku perihal keputihan. Saya yang merasa tak pernah keluar keputihan sedikitpun di pakaian dalam langsung mengatakan bahwa saya tidak keputihan. Lantas dokter memintaku untuk duduk di kursi (yang mana kedua kaki diangkat agar dokter bisa membuka dan melihat jelas jalan lahir). Ternyata oh ternyata, penyebab pendarahan itu adalah keputihan yang sudah infeksi. Jadi darah yang muncul keluar dari liang vagina yang dipenuhi dengan keputihan. Menurut dokter, keputihan pada masa awal kehamilan tidak berbahaya, namun jika dibiarkan bisa berpengaruh juga pada janin.

Obat keputihan
finally,  dokter meresepkan obat keputihan yang langsung dimasukkan ke vagina. Ketika keluar dari dokter, kalimat pertama yang saya ucapkan pada suami adalah, "akhirnya nyawaku kembali!". Ya, memang benar, rasanya lega sekali. Sebelumnya tubuh ini bagaikan mayat hidup yang berjalan karena khawatir kehilangan janin. Begitu dapat kabar bahwa yang bermasalah bukan janinya, masya Allah rasanya langsung kembali hidup.

Jadi, mams... jika ada pendarahan yang keluar saat hamil muda, ada baiknya segera diperiksa ke dokter agar perasaan jadi tenang dan jika bisa kita menghentikan penyebab pendarahan itu. Selamat hamil ya.... sehat-sehat terus sampai lahiran!

4 komentar:

  1. Dulu saya juga mengalaminya mbak, tapi Alhamdulillah kandungan saya baik-baik saja, dan bayi lahir dengan sehat dan selamat

    BalasHapus
  2. lucu banget fotonya Bun,
    anak kambing ngedot' wow
    thank

    BalasHapus
  3. Wah saya jadi tau ada kasus yang begitu ya. Terima kasih mba infony. Saya waktu hamil malah hypermesis jd ngalamin muntah2 kronis sampai di rawat d rumah sakit. Ada2 aja

    BalasHapus
  4. baca tulisan ini jadi teringat hamil beberapa tahun lalu yang mana selama kehamilan saya dua kali jatuh, untungnya bayinya gak kenapa-napa :)

    sehat selalu yaa Bumil :)

    salam kenal :)

    BalasHapus

Bagaimana Pendapatmu?