Senin, 24 Juli 2017

Guruku, Bukanlah Seorang Guru

Foto: webtoons pak guru inyong
Kemarin saya membaca sebuah berita yang isinya tentang seorang guru yang melempar muridnya dengan kursi plastik karena si murid tidak mau membersihkan ruang kelas yang sudah menjadi tanggung jawab hariannya. Akibatnya, kepala si anak harus menderita bocor dan dijahit dengan beberapa jahitan. Sumber berita bisa dibaca disini ya.

Sebelumnya saya pernah membaca berita tentang seorang guru yang menelanjangi siswa karena tidak mengerjakan PR, sumber. Lalu, ada lagi berita tentang guru yang menampar muridnya dengan sadisnya, sumber. Kemudian berita lainnya menulis tentang seorang guru yang memukul anak hingga wajah si anak lebam dan gigi nyaris copot, sumber. Serta masih banyak kasus dimana guru menghukum muridnya secara tidak wajar.

Menurut saya, guru adalah profesi yang bersentuhan langsung dengan hidup manusia. Sama halnya dengan profesi dokter. Bayangkan jika seorang dokter salah mendiagnosa penyakit pasiennya, maka yang terjadi adalah kehidupan pasien yang dipertaruhkan. Seorang guru yang salah mendidik murid-muridnya, dengan memberikan hukuman yang tidak sewajarnya, maka akan menimbulkan efek trauma di hati dan pikiran si murid yang kemudian akan mempertaruhkan kehidupan si anak ke depannya. Dokter dan guru adalah profesi yang sangat dekat bahkan sangat bisa mempengaruhi kehidupan manusia.

Tapi, saya tidak sedang membahas profesi dokter. Saya sedang membahas profesi guru. Kejadian yang memedihkan hati tentang hukuman tidak wajar seorang guru pada muridnya membuat saya bertanya-tanya. Apakah zaman sekarang seorang guru tidak lagi mendedikasikan hatinya untuk pendidikan? Apakah mereka yang berkuliah hingga mendapat gelar S.Pd hanya dengan tujuan mendapatkan gaji dari pemerintah atau lembaga lainnya? Sehingga lupa bahwa yang dihadapinya adalah seorang manusia yang ingin belajar menghadapi dunia.

Pasti akan banyak pembelaan di luar sana bahwa guru juga seorang manusia yang memiliki masalah di luar sehingga memungkinkan dia khilaf dengan pekerjaanya. Bayangkan jika seorang dokter yang berdalih seperti itu. "Saya sedang stress mengingat istri/suami saya, jadi maaf saya salah potong. Harusnya mengangkat usus buntu malah saya mengangkat rahim. Maaf saya khilaf". Masalah gak? Jelas masalah!

Bagaimana jika seorang guru yang melakukan kekhilafan? "Maaf saya khilaf melempar kursi ke kepala anak Anda sehingga membuat kepalanya jadi bocor". Kira-kira orang tua mana yang mau menerima? Kira-kira anak mana yang tidak trauma jika diperlakukan seperti itu? Kira-kira apa yang akan terjadi di masa depan si anak ketika mereka terus-menerus diberikan hukuman sadis oleh gurunya di sekolah, sementara mereka bersekolah untuk belajar, bukan untuk dihukum. dengan sadis.

Guruku bukanlah seorang guru. Ya, memang benar. Pada kenyataannya banyak para pendidik kita di sekolah yang sebenarnya belum pantas bekerja menjadi seorang guru. Mereka berilmu namun tak berakhlak mulia. Sementara berilmu tidak cukup menjadikan seseorang mampu mendidik seorang manusia, apalagi harus dihadapkan dengan puluhan siswa di kelas. Mungkin itulah sebabnya semakin kesini, semakin banyak orang tua yang sadar bahwa lebih baik mendidik sendiri anaknya di rumah (dengan homeschooling) daripada harus menitipkan anak di sekolah.

Harapan saya, setiap orang yang ingin mendaftarkan diri menjadi seorang guru, harusnya dibekali dengan tes psikologi yang dilakukan langsung oleh psikiater yang ahli di bidangnya. Jika ada kecenderungan negatif, maka selayaknya ditolak. Karena di tangan seorang guru lah para orang tua menitipkan calon penerus bangsa. Apa jadinya jika calon penerus bangsa dititipkan pada seorang psikopat? Terlebih saat ini banyak sekolah yang menerapkan jam yang lebih lama dari biasanya, yang otomatis mau atau tidak mau, si anak akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama gurunya.

Wallahu'alam.

Jumat, 21 Juli 2017

Kehamilan Trisemester I : Supplemen Untuk Ibu Hamil

Hasil USG 6 minggu
Semalam saya mengunjungi dokter spesialis kandungan untuk memeriksakan kondisi kehamilan saya. Untuk pertama kalinya pada kehamilan kedua ini, saya dapat kepastian hamil dari dokter. Usia kandungan juga jadi lebih jelas. Sebelum berangkat, saya mengingat untuk membawa supplemen minyak ikan andalan saya dan keluarga untuk ditunjukkan kepada dokter apakah layak saya konsumsi selama hamil. Setelah melihatnya, dokter mempersilahkan untuk melanjutkan suplemen tersebut serta menambahkan beberapa suplemen lain. Nah, apa saja suplemennya?

Suplemen

Marine Omega

Marine omega merupakan produk dari pharmanex nuskin, mengandung omega 3 dengan krill oil. Suplemen ini kaya akan EPA dan DHA yang dibutuhkan janin dalam perkembangan otaknya. Suplemen ini juga berfungsi untuk mengurangi mual ibu hamil. Sebelum menkonsumsi ini, saya sering merasa mual, namun setelah menkonsumsinya alhamdulillah rasa mual itu tidak muncul lagi. Dosis yang disarankan untuk ibu hamil trisemester pertama adalah 1 softgel per hari. Harga yang ditawarkan adalah 582rb rupiah isi 120 softgel.


Hi-Bone

Hi-bone merupakan produk lokal yang diproduksi oleh PT Otto Pharmaceutical Industries. Suplemen ini berguna untuk menambah kalsium. Pada trisemester pertama, janin sangat membutuhkan asupan kalsium yang cukup untuk membantu pertumbuhan tulangnya. Dosis yang disarankan adalah 1 kaplet per hari. Harga 195rb rupiah isi 30 kaplet. Harga bisa berbeda tergantung apotik yang bersangkutan ya.

Folavit

Folavit merupakan suplemen asam folat yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Asam folat dibutuhkan guna menghindari cacat pada janin kelak. Oleh sebab itu, ibu hamil atau yang berencana akan hamil, disarankan menkonsumsi asam folat. Dosis yang dianjurkan adalah 2 tablet per hari. Sebenarnya asam folat bisa didapatkan dari menkonsumsi susu ibu hamil, namun karena saya kurang suka dengan rasa susu hamil, jadi saya lebih memilih menkonsumsi suplemennya saja. Harga folavit terbilang cukup murah yaitu 10rban saja per stripnya.

Nah, sekian suplemen yang dibutuhkan oleh ibu hamil trisemester pertama. Semoga membantu dan sehat selalu ya bumil...

Rabu, 19 Juli 2017

Kenapa Ibu Hamil Selalu Didahulukan Pada Fasilitas Umum?

Foto: hamilplus.com
Butuh waktu beberapa hari untuk menulis lagi sejak postingan terakhirku. Alasannya ya karena saya butuh waktu memperbaiki mood untuk kembali menulis di blog ini. Oh iya, sebenarnya saya ingin membahas kasus yang lagi marak yaitu pembullyan anak, namun karena kondisi tubuh saya yang tidak begitu normal, saya jadi enggan mengangkat topik yang agak berat. 

Perasaan ini sebenarnya berlaku umum bagi para ibu hamil di luar sana. Setiap wanita yang pernah merasakan hamil, pasti pernah merasakan hal yang sama. Tidak perlu diragukan lagi. Saya menulis di postingan ini tujuannya bukan untuk membandingkan dengan para bumil lainnya, tapi diperuntukkan bagi pria-pria yang meski sudah memiliki anak selusin, mereka tidak akan pernah mengerti rasanya hamil. 

Saya tidak mengeluh dengan kehamilanku, tidak sama sekali karena hamil merupakan rejeki dan sudah kodratku sebagai wanita untuk hamil. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa begini loh rasanya, jadi apa masih tega wahai kaum adam? Saya hanya ingin menyampaikan bagi para anak di luar sana, bahwa begini loh rasanya... apa masih mau durhaka sama orang tua? Begini loh rasanya, apa masih mau cemburu dengan bumil yang diprioritaskan?

Well, kehamilan saya baru terbilang usia 1 bulan (saya belum checkup ke dokter jadi belum tau pasti usianya), namun saya sudah merasakan perubahan drastis pada tubuh saya. Sebelum membahas kenapa bumil selalu didahulukan, cek apa saja yang berubah ya pada tubuh kami para ibu hamil.

Badan Meriang

Sebelum tau bahwa saya sedang mengandung, badan saya sudah menunjukkan tanda-tanda perubahan secara alami, diawali dengan tubuh yang meriang. Meski tidak mengerjakan apapun, sepanjang hari dan malam rasanya lemas serta sekujur tubuh terasa sakit. Rasanya kayak abis digebukin sama banyak orang, padahal jatuh saja gak pernah. Sering saya tiba-tiba merasa kedinginan pada AC kamar hanya 27 derajat celcius. Fiuh... rasanya benar-benar gak normal.

Kepala Sakit

Selain badan terasa meriang, kepala saya juga terasa sakit hingga berhari-hari lamanya. Terkadang sakitnya hanya di sebelah kiri, lalu pindah ke bagian tengah, kemudian pindah lagi ke bagian kanan. Begitu seterusnya hingga berhari-hari. Saya tidak meminum obat karena khawatir dengan kondisi janin saya. Meski kepala rasanya sakit hingga bola mata terasa ingin loncat keluar dari rongganya, hanya bisa elus-elus perut deh.

Insomnia

Tidak dapat dipungkiri sebagian bumil merasakan insomnia, yaitu keadaan dimana bumil susah tidur di malam hari. Saya pribadi mengalami insomnia dan sering baru bisa tidur ketika selesai sholat subuh. Saya juga bingung kenapa, padahal meski tidak tidur siang, insomnia tetap menyerang. Jika manusia normal insomnianya bisa dipake main game, nonron drakor atau kerjain tugas, nah ibu hamil hanya akan berbaring diranjang sambil menahan rasa sakitnya tubuh dan kepala.

Payudara Terasa Sakit

Mungkin karena hormon kehamilan mulai muncul, mempersiapkan payudara untuk terisi dengan ASI, karena itu payudara setiap hari semakin membesar dan dalam prosesnya itu jelas akan terasa sakit-sakit nyeri, bahkan pake bra saja sakit loh.

Mulut Terasa Pahit

Selama hamil muda ini, mulut saya terasa sangat pahit. Rasanya mirip pas lagi sakit tipes dan dirawat di rumah sakit. Bahkan minum air putih saja gak enak! Duh, pahitnya bukan karena tidak sikat gigi ya, tapi meski sudah sikat gigi dengan bersih pake pasta gigi, pahitnya tetap ada!

Sesak Nafas

Meski kehamilan masih muda, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak bumil yang merasakan efek ini diawal kehamilan, semakin besar usia kandungan maka bernafas akan semakin sulit.

Mual

Sebagian besar ibu hamil di trisemester pertama memang merasakan mual, begitu juga saya. Tapi bedanya saya tidak sampai ke level muntah. Tapi meski tidak muntah, rasa mual menimbulkan sakitnya dada dan bagian perut atas loh. 

Pusing Secara Tiba-Tiba

Ibu yang sedang hamil di trisemester pertama, biasanya memang sering merasa pusing tiba-tiba. Sementara duduk, kadang pusing rasa mau jatuh. Sementara berbaring pun sering merasa pusing dan tiba-tiba penglihatan jadi berputar-putar.

Nah, sudah ada gambaran bagaimana kondisi ibu yang sedang hamil? Semakin besar usia kandungan maka masalahnya sering menjadi semakin kompleks. Itulah sebabnya, neng! Di atas kereta atau angkutan umum lainnya, ibu hamil diprioritaskan untuk mendapatkan kursi ketimbang mereka yang tidak hamil. Itulah sebabnya di tempat umum lainnya ibu hamil selalu didahulukan meski kamu sudah antri lama disitu, namun jika bumil datang maka kamu disuruh minggir dulu, kasih bumil duluan. Soalnya kami para bumil merasakan proses pembentukan manusia yang tidak main-main, butuh perjuangan yang lebih ketika kami jalan, tidur, bahkan bernafas.

Masih mau jahat sama bumil? masih mau dengan tega merusak udara yang dihirup bumil dengan bebas merokok sesuka hati? Masih tega mempersulit urusan bumil? Jika masih tega, saya doakan saja semoga keluarga tercinta Anda tidak perlu merasakan hamil sehingga Anda tidak perlu menyakiti mereka seperti kalian menyakiti kami.

Jumat, 14 Juli 2017

Dua Garis Merah Muda

Hari ini tepat menjadi hari ke-9 saya terlambat haid. Sejauh ingatan, saya termasuk tipe orang yang selalu haid tepat pada waktunya. Jika terlambat pun, maka paling lama terlambat 2 hari dari biasanya. Sebenarnya kehamilan ini memang sudah direncanakan sejak beberapa bulan lalu, tapi baru terealisasikan beberapa minggu yang lalu.

Sebelumnya, empat hari yang lalu, saya juga melakukan tes kehamilan menggunakan tes pack, namun sayang hasilnya negatif, apa mungkin karena saya menggunakan air seni di siang hari ya. Pagi tadi saya mencoba untuk mengetes kehamilan lagi. Sebelumnya, saya baca dulu dengan teliti cara penggunaan alat tes ini. 
  1. Meski menggunakan tes pack yang mengklaim bisa digunakan kapan saja, ada baiknya menggunakannya di pagi hari.
  2. Celupkan dibawah batas max selama kurang lebih 15-20 detik, lalu angkat dan simpan di bidang datar.
  3. Tunggu hasilnya 1-3 menit kemudian. Jika muncul 1 garis, hasilnya negatif, jika 2 garis meski salah satunya samar, hasilnya positif.
Yak, setelah menunggu kurang lebih 1 menit, garis yang muncul pertama adalah garis bagian atas, kemudian lama kelamaan muncul 1 lagi garis samar pada bagian bawah. Nah, garis pada bagian bawah inilah yang menunjukkan hasil tes kehamilan.

Yay, alhamdulillah saya hamil lagi! Semoga saya selalu dikuatkan, semoga anak yang saya kandung kelak bisa menjadi manusia yang berguna bagi orang lain, serta mencintai Allah lebih dari rasa cintanya pada apapun di dunia ini.

Hasil Positif Tes Pack

Review Produk: The Body Shop Tea Tree Oil Toner

Sejak gadis saya memiliki masalah pada kulit wajah, yaitu jerawat. Kira-kira saya terserang penyakit kulit ini sejak kelas 1 SMP! Entah apakah faktor keturunan atau, kata orang-orang (merasa) tua, karena faktor mau 'nikah'. Tapi masa sih usia 12 saya sudah kepengen nikah? Hmm...

Sejak saat itu, perjalananku untuk menyembuhkan jerawat sudah sangat panjang. Fiuh... tak usahlah diceritakan, capek harus cerita tentang perjalanan selama 15 tahun. Intinya saya sudah mencoba mulai dari yang tradisional sampai yang tidak masuk di akal manusia normal. hehehe..

Sebenarnya dari dulu saya bukan tipe orang yang suka perawatan mahal karena waktu jaman sekolah saya tidak punya uang. SMP uang jajan saya hanya 3rb rupiah per hari, SMA hanya 5rb rupiah per hari dan mahasiswa hanya 300rb rupiah per bulan. Pas kerja juga, gaji saya tidak seberapa, mana kuat beli perawatan mahal. Bedak saja hanya pake bedak baby, duh!

Setelah menikah pun karena kondisi keuangan yang sangat tidak stabil ketika pengantin baru, jadi saya harus pasrah wajah saya tidak dipoles apa-apa meski hanya krim supermarket seharga 20rban! Nah, baru setelah melahirkan dan usia anak saya sudah hitungan bulan, ketika kondisi keuangan keluarga sudah membaik, barulah saya kepikiran kembali untuk perawatan. Salah satu senjata perawatan pilihanku untuk membersihkan wajah (selain sabun), saya pake toner punya the body shop seri tea tree oilnya.

tampak depan
tampak belakang

tampak harga
Kira-kira sudah 2 tahun lebih saya menggunakan produk ini, sejak masih kemasan lama hingga kemasan yang ada pada foto. Saya suka dengan produk ini, pertama pakai rasanya dingin-dingin perih seolah-seolah kuman-kuman jerawat pada mati semua. Oh, iya sebelum dipake produk ini harus di shake dulu ya, soalnya dibagian bawahnya ada semacam partikel yang mengendap dan harus tercampur rata dengan cairan di atasnya sebelum digunakan.

Untuk harga yang ditawarkan, lumayan murah 169rb rupiah untuk pemakaian 2-3 bulan. Ya, pake toner ini tidak perlu banyak-banyak, daki wajah sudah bisa luntur dengan baik. Bahkan suami saya suka sekali pake toner ini untuk membersihkan kulit punggungnya -_-"

Manfaat yang saya dapatkan dari menggunakan toner ini adalah wajah saya terasa lebih bersih, jerawat tidak begitu banyak lagi (kecuali pas mau haid). Padahal ya, saya tidak lagi menggunakan sabun seri tea tree oil. Untuk tea tree oil sendiri, saya hanya menggunakan Bb cream, obat jerawat dan tonernya saja. Mungkin lain waktu akan saya review.

Jika ditanya nilai berapa yang saya berikan untuk produk ini, jawabannya adalah 5/5. Suka! Saya sudah pernah coba toner seri vit E dan seri drop of youth, namun rasanya tidak sebaik seri tea tree bekerja di kulit wajahku. Tapi sayang, adik saya tidak begitu cocok dengan toner ini, entah karena proses detoksifikasi atau memang tidak cocok, adik saya malah bertambah jerawatnya setelah menggunakan toner ini. Untuk lebih jelasnya, silahkan konsultasikan masalah kulit kamu ya dengan costumer care the body shop di setiap gerainya.

Rabu, 12 Juli 2017

Martabak Manis Bandung, Katanya Harus Coba Jika Mampir ke Bandung

Malam ini saya mengutak-atik album foto di dalam laptop, tiba-tiba ketemu foto Qifaya lagi tersenyum manis di depan mas-mas yang lagi bikin martabak manis. Saya jadi teringat pernah makan kuliner khas Bandung yang satu ini. 

Kata orang-orang sih, tidak afdol ke Bandung sebelum mencoba martabak manis ala Bandung. Jadilah waktu itu awalnya saya berniat memesan via aplikasi go-food, namun sayang sejam berlalu tak satupun abang gojek yang menerima orderanku. hiks. Akhirnya setelah berkunjung ke factory outlet, dengan bantuan google map akhirnya ketemu juga penjual martabak manis yang hits di Bandung, martabak san fransisco.

Martabak ini terletak di dalam sebuah supermarket yang terletak di jalan Setiabudi. Katanya sih, martabak san fransisco sendiri memiliki beberapa cabang di Bandung. Namun, kebetulan saat itu saya berada di dekat jalan setia budi, jadi ya saya belinya disitu saja.

Anak saya lagi senyum malu-malu minta difoto depan masnya
Kotaknya kreatif

Porsinya jumbo

Harganya sebanding dengan ukuran
Untuk satu porsi saya dikenakan harga 85rb rupiah, setelah bayar saya kaget kok jadi 90rban ya? Ternyata oh ternyata kena pajak! Untuk harga rasanya sudah sebandinglah dengan melihat besarnya porsi yang ditawarkan. Untuk segi rasa, sepertinya sama saja dengan martabak manis di Sulawesi, nothing special menurutku. Hanya 3 hal yang menjadi pembeda dengan martabak di Sulawesi. Pertama, ukurannya. Kedua, kemasannya, Ketiga namanya. Yup di Sulawesi martabak manis lebih terkenal dengan nama terangbulan.

Yak, sekian review saya tentang martabak manis Bandung aka terangbulan kalo orang Sulawesi sebutnya. Kalau ke Bandung, insya Allah saya gak mau beli lagi. heheh soalnya hampir tiap malam saya suka beli martabak dekat rumah, ada kok, rasanya juga sama saja.

Wisata Gowa, Makassar: GDP (Gowa Discovery Park)

Halo warga sekitar Makassar atau warga kota lain yang tertarik melakukan perjalanan ke Makassar. Sebenarnya di Makassar ada begitu banyak tempat wisata permandian yang bisa dikunjungi, namun Gowa Discovery Park menurutku satu-satunya tempat permandian yang juga menyajikan wisata taman burung di dalamnya. Jadi setelah puas bermain air, kita bisa melihat-lihat sambil memperkenalkan hewan unggas kepada anak kita. Sebenarnya saya sudah lama mengunjungi tempat wisata ini, sekitar setahun yang lalu. Namun tetap saja, pengalaman berada di Gowa Discovery Park tetap membekas di hati dan pikiran saya.

Gowa Discovery Park berada di daerah gowa, tepatnya berdekatan dengan wisata benteng somba opu. Tempat wisata ini buka setiap hari dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore. Tiket masuk yang ditawarkan cukup terjangkau, yaitu sebesar 65rb rupiah sudah termasuk wisata taman burung.

Lagi main di kolam dewasa
Terdapat beberapa wahana permainan yang ditawarkan di Gowa Discovery Park, diantaranya adalah 3 wahana bermain untuk anak, dan 3 kolam untuk dewasa yang mana kolam tersebut menjadi muara dari beberapa perosotan, mulai dari yang terendah hingga yang sangat tinggi dan menegangkan.


Oh iya, selain kolam renang disana juga terdapat kolam arus, dimana kita naik ke atas ban dan mengikuti arus kolam yang memutar hehe. Sayangnya kolam arus ini airnya sangat kotor dan seperti tidak terawat. Bisa kalian lihat foto di atas, begitu banyak dedaunan dan warna airnya sampai jadi warna hijau. Jujur, saya sangat tidak menikmati wahana ini. Pertama, karena kolamnya yang kotor, kedua, karena saya membawa anak kecil sementara kolamnya lumayan dalam sampai leher orang dewasa. Ketiga, saya tidak suka naik wahana ini jika lagi ada tour berkelompok sekolah, soalnya kebanyakan yang pergi tour berkelompok anaknya sangat luar biasa, mereka selalu mencoba menjatuhkan pengunjung lain. Pernah malah saya sampai memarahi anak lain karena mencoba menjatuhkan saya sementara saya sedang bersama anak balita.

kolam anak, hanya setinggi pinggang balita
pinggiran kolam dewasa ada tangganya
Keliatan ya, wahananya di belakang adik saya

Oh iya, untuk berenang di setiap wahana, kalian diwajibkan menggunakan pakaian renang. Jika tidak punya, di samping ruang ganti terdapat tempat penyewaan. Jika tidak mau pake baju renang, tenang saja kalian bisa menggunakan manset dan legging. Selain itu, di Gowa Discovery Park juga terdapat tempat penitipan barang. Dimana kita bisa menyewa satu kotak lemari untuk menyimpan barang-barang kita, lalu kuncinya yang sudah diikat dengan gelang bisa kita pakai selama menikmati wahana airnya. Untuk per kotak disewakan sebesar 15rb rupiah.

Oh iya, ingat ya di dalam tempat wisata ini sama sekali tidak diizinkan membawa makanan dari luar. Kecuali susu dan dot bayi, soalnya di dalam gak ada yang jual. Untuk makanan dan minuman, terdapat kantin yang menjual aneka makanan serta minuman yang dipatok dengan harga lumayan mahal jika dibandingkan dengan makanan di luar tempat wisata. Biasalah, kantin tempat wisata memang sering mematok harga makanan dan minuman di atas rata-rata harga pasaran.

Setelah puas bermain, maka selanjutnya kita menuju pintu masuk taman burung. Ada beberapa spesies burung yang tinggal di tempat ini. Oh iya, kita juga bisa berfoto loh dengan burungnya. Si pawang akan meletakkan burung kakak tua di tangan kita, namun sebelumnya kita akan diminta untuk menggunakan pengaman agar cakar si burung tidak melukai kulit kita. Tenang saja, gratis kok.

Foto ini diambil tahun 2015
Duh, maaf saya ternyata tidak punya dokumentasi tentang taman burungnya. Sebenarnya ada, namun saya lupa simpan dimana fotonya. Foto di atas merupakan salah satu spot di taman burung. Yah, karena temanya tentang burung, disana ada begitu banyak spesies tanaman.

Nah, bagaimana? Apa tertarik mengunjungi Gowa Discovery Park? Saya tunggu cerita kalian selama berada disana ya..

Selasa, 11 Juli 2017

Polemik Wanita Akhir Zaman: Wanita Karir atau Ibu Rumah Tangga?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Sebelum memulai tulisan ini, terlebih dahulu saya memohon ampunan pada Allah SWT, sang Penguasa Hati, hanya kepadaNya saya berlindung dari godaan syaitan yang menanamkan rasa was-was dalam hati manusia. 

Wanita karir atau ibu rumah tangga? Pertanyaan ini sering terdengar pada wanita di abad ke 21 ini. Bahkan sering melintas di timeline facebook saya saling sindir antara kubu wanita karir dengan kubu ibu rumah tangga. Selanjutnya, mari kita membahas satu-satu tentang wanita karir dan ibu rumah tangga.
Gambar: kudo.co.id

Wanita Karir

Menurut pandangan saya pribadi, wanita karir adalah seorang wanita yang memutuskan untuk bekerja di luar rumah mengejar jenjang pekerjaannya. Bagi wanita jenis ini, mereka memprioritaskan pekerjaan di atas segala-galanya, mereka bisa lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah ketimbang berada di rumah. Berbagai alasan dikemukakan oleh wanita karir, diantarnya:
  • Tidak mau bergantung pada lelaki
  • Merasa bahwa wanita punya kesempatan yang sama untuk sukses bersama lelaki
  • Merasa bahwa lelaki sukses berkarir hanya cocok dengan wanita yang sukses berkarir juga
  • Merasa bahwa wanita juga punya impian yang harus diraih
  • Merasa bahwa suatu saat nanti jika ditinggal oleh suami, dia tidak akan bingung mencari nafkah bagi anak-anaknya.
  • Bekerja menjadi kebahagiaan tersendiri bagi wanita karir.
  • Demi eksistensi di lingkungan sosial.
  • Pergaulan lebih luas
  • Lebih percaya diri
  • Bisa menjadi contoh bagi anak agar si anak bisa bekerja keras di masa depan.
Saya pernah bertemu dengan seorang gadis, saya ingat betul dengan apa yang dikatakannya, "Saya ingin berkarir kak, saya tidak mau jadi ibu rumah tangga. Saya tidak mau seperti kakak saya yang hanya tinggal di rumah, urusin anak, dapur dan ranjang. Saya yakin saya bisa lebih baik dari itu".

Ibu Rumah Tangga

Menurut pandangan saya pribadi, ibu rumah tangga adalah mereka yang memutuskan fokus di rumah, mengurus anak, suami, rumah. Prioritas utama ibu rumah tangga adalah keluarga dan rumah. Tidak ada alasan untuknya keluar rumah jika tidak terkait dengan prioritas utamanya. Jika dilihat dari sudut pandang orang lain, ibu rumah tangga pekerjaannya lebih mirip dengan pembantu rumah tangga. Berbagai alasan yang dikemukakan oleh ibu rumah tangga untuk memilih posisi ini, diantaranya:
  • Nurut sama suami.
  • Faktor keterpaksaan (sulit mencari pekerjaan)
  • Ingin menghabiskan waktu lebih banyak pada anak dan suami.
  • Menyadari bahwa pendidikan anak di mulai dari ibu yang berada di rumah
Faktor alasan ibu rumah tangga lebih sedikit ya dibanding dengan wanita karir. Ya, memang benar. Intinya ibu rumah tangga adalah seorang wanita yang penurut pada suami, jadi apapun yang dikatakan suami, ya pasti diikuti. Selain itu, wanita jenis ini juga memiliki suami yang mungkin memiliki rasa cemburu yang besar pada si istri, karena itu melarangnya bekerja di luar rumah.

Wanita Karir vs Ibu Rumah Tangga

Sebenarnya sangat tidak cocok disematkan kata versus diantara keduanya karena memang keduanya pasti akan tetap kekeuh dengan pilihannya masing-masing. Mereka punya alasan masing-masing dalam memilih pilihan hidupnya. Tapi bukankah setiap pilihan memiliki konsekuensi?

Misalnya, kawan saya seorang wanita karir, beliau sangat jarang di rumah bahkan sering melakukan perjalanan dinas keluar kota. Akibatnya si anak tumbuh tanpa dampingan si ibu, si anak menjadi kurang ajar. Selengkapnya bisa dibaca disini. Namun, kembali lagi, pada kenyataannya banyak wanita karir yang memiliki anak bermoral baik.

Misalnya lagi, saya seorang ibu rumah tangga, saya hanya berada di rumah. Konsekuensinya, saya tidak mendapatkan pengakuan di mata masyarakat dan keluarga besar. Pendidikan tinggi saya selalu disayangkan oleh keluarga besar. Katanya, "untuk apa sekolah tinggi-tinggi jika ujung-ujungnya hanya menjadi ibu rumah tangga?"

Fenomena Anak di Akhir Zaman

Saya suka menyebutkan bahwa kita ini adalah para orang tua akhir zaman yang sedang mendidik anak akhir zaman. Mengapa akhir zaman? karena sudah begitu banyak tanda-tanda kiamat yang bermunculan. Saya seorang muslimah dan saya mempelajari tentang tanda akhir zaman menurut Al-Qur'an dan Hadist. Beberapa tanda-tandanya adalah sebagai berikut:
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah: diangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, dan merajalelanya perzinaan.” HR. Al-Bukhari (no. 80).
             Sumber kutipan: https://almanhaj.or.id/3217-tanda-tanda-kiamat.html.

Dewasa ini, kita sudah melihat tanda-tanda di atas, begitu banyak orang yang dangkal ilmunya lantas dijadikan pembicara publik. Tersebarnya kebodohan, salah satu contoh adalah kasus remaja yang melakukan plagiat lantas menjadi kebanggan presiden, banyaknya orang yang bangga ketika meminum minuman keras serta begitu banyak perzinahan yang terjadi hingga tak jarang mereka mempublikasikannya di internet.

Anak-anak kita, saat ini sedang hidup di akhir zaman. Tentu saja tantangan yang dihadapi oleh para orang tua di zaman ini berbeda dengan tantangan yang dihadapi oleh orang tua kita dulu. Bisa kita ambil perbandingan, dulu ketika anak dititip di tetangga sementara ibu pergi bekerja, maka ketika ibu pulang si anak akan tertawa riang gembira. Sementara saat ini, banyak kejadian para orang tua menitipkan anak pada tetangga, sepulangnya kemudian si anak mulai bertingkah aneh, penyendiri dan jadi penakut. Cek per cek ternyata si anak sudah dilecehkan secara seksual atau bahkan lebih mengerikan si anak sampai diculik lalu dibunuh.

Sebagai perbandingan lainnya, dahulu anak-anak kita hanya menonton doraemon dan bermain layangan, saat ini anak-anak SD sudah dibekali dengan smarphone canggih sehingga dengan mudah mengakses sistus porno atau menjadikan awkarin dan younglex sebagai panutan. Jika membuka televisi anak-anak akan mengakses acara facebooker, dahsyat dan rumah uya.

Sudah melihat perbedaannya? Jadi apakah kita masih mau mendidik anak dengan cara yang sama seperti orang tua kita dulu mendidik kita? Saya rasa pilihan yang cerdas saat ini adalah dengan mengubah cara mendidiknya.

Jadi, Wanita Karir atau Ibu Rumah Tangga?

Pada akhirnya, pertanyaan ini akan muncul, tentu saja. Saya pribadi akan memilih ibu rumah tangga, tak peduli orang lain mengatakan apa. Saya hanya tidak mau menyesal nantinya, saya meyakini bahwa pendidikan tinggi seorang wanita bukan untuk meraih karir bagus, namun untuk membangun suatu generasi. Saya ingat perkataan seseorang (saya lupa namanya), beliau mengatakan bahwa, "jika seorang dosen mengajar seorang laki-laki, maka dia hanya mengajar satu orang saja. Namun, jika dia mengajar seorang wanita, maka sesungguhnya dia sedang mengajar suatu bangsa". 

Pada tulisan saya ini sebenarnya saya hanya ingin mengajak para ibu untuk kembali ke rumah, saya sama sekali tidak ada maksud untuk mendiskreditkan wanita karir yang juga seorang ibu, karena saya yakin mereka jauh lebih kuat dibandingkan dengan ibu rumah tangga seutuhnya. Jika Khadijah yang menjadi panutanmu, maka kau salah, Khadijah memang seorang wanita yang mandiri, namun beliau tetap memprioritaskan keluarganya. 

Ibu, apakah kalian tega meninggalkan anak kalian untuk dititipkan pada orang lain demi mengejar hasrat pribadi? Saya tidak berbicara tentang single parent, saya berbicara secara umum, seorang wanita secara umum. Ayolah kembali ke rumah, peluk lah si buah hati, mereka tak butuh ijazahmu, mereka tak butuh posisimu di kantor. Mereka hanya butuh ibunya saja. Jika memang terpaksa kalian harus berkarir di luar, maka janganlah kau genggam karirmu itu lantas mengesampingkan keluarga. Ingatlah bahwa surgamu berada di rumah, bukan di luar sana.

Wallahu'alam bishawab.

Pengalaman Tak Terlupakan Saat Menjadi Pengantin Baru


Saat ini usia pernikahan saya dan suami sudah berjalan empat tahun. Kami memiliki satu orang anak dan alhamdulillah kami belum memiliki rumah pribadi. Kenapa kok alhamdulillah ya? Soalnya saya bersyukur sekali berada di posisi saya sekarang. Tidak seperti dulu, saat kami masih menjadi pengantin baru.

Rasanya ingatan itu masih sangat segar di kepalaku, suasananya masih melekat di setiap jengkal kulitku. Air mata yang jatuh saat itu, masih terasa hangat di pipiku. Ya, masa-masa pengantin baru kami tidak seperti kebanyakan pasangan pengantin baru lainnya yang menghabiskan berbulan madu romantis dan sejenisnya. Pengalaman pengantin baru kami begitu menyedihkan, tapi berhasil membuat saya mensyukuri apa yang saya miliki saat ini.

Sebelum menikah, saya bekerja menjadi karyawan di salah satu bank BUMN di Indonesia, tepatnya di Makassar. Begitupun dengan suami (waktu itu belum jadi suami), beliau bekerja di perusahan semen di kota Maros, Sulawesi Selatan. Selain menjadi karyawan, suami saya memiliki usaha truk 10 roda yang disewakan kepada tambang di daerah Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Jika melihat dari sisi finansial, kami sudah bisa disebut sangat layak untuk menikah. Waktu itu penghasilan suami saya saja dari usahanya bisa mendapatkan hingga 100jt rupiah per minggu. Bisa bayangkan bagaimana caranya memanjakanku saat itu? Ya benar, dengan materi.

Sebelum acara pernikahan dilaksanakan, beberapa waktu sebelumnya kami sudah saling berjanji akan berhenti dari pekerjaan kantoran kami. Saya akan fokus menjadi ibu rumah tangga, membesarkan anak-anak kami dan beliau fokus dengan usahanya, mencari nafkah untuk istri dan anak. Maka saya pun mengajukan permohonan mengundurkan diri dari pekerjaan saya seminggu sebelum akad nikah dilaksanakan. Keputusan ini bulat, maka atasan saya mengizinkannya. Beruntung saya hanya pegawai kontrak, jadi tidak memerlukan persyaratan seribet persyaratan suami yang sudah pegawai tetap di kantornya. 

Beberapa hari setelah menikah, sudah ada desas-desus perihal usaha suami yang tidak stabil. Dimulai dari aturan baru pemerintah tentang pertambangan, hingga seorang rekan yang kabur membawa semua aset serta meninggalkan utang senilai 6 milyar rupiah. Praktis dalam sebulan, kami bangkrut. Kami yang awalnya berdomisili di Makassar, akhirnya memutuskan untuk merantau ke Kendari. Kami tidak mau sampai keluarga kami tahu tentang kondisi yang kami alami. Kami tidak mau merepotkan. 

Saya ingat betul, ketika pertama kali pindah ke Kendari, suami lah yang berangkat terlebih dahulu dengan membawa mobil double cabin miliknya, rencananya mobil itu akan direntalkan ketika tiba di Kendari. Beberapa minggu kemudian, saya menyusul suami dan kami tinggal disebuah wiasma yang rasanya lebih pantas disebut kosan. Harga kamar per bulan waktu itu adalah 700rb rupiah. Saya ingat betul ketika kami ingin mudik lebaran idul fitri, kami sama sekali tidak punya dana. Saya harus menagih utang kawan saya dulu sebesar satu juta rupiah baru kami bisa pulang kampung, itupun menggunakan jalur darat lalu disambung dengan kapal fery dan lanjut lagi dengan darat, total waktu yang dibutuhkan sekitar 30 jam! Yah, waktu itu tiket pesawat mudik sudah mencapai 700an ribu per orang, makanya kami memutuskan menggunakan alternatif ini, berdua hanya butuh 800rb rupiah.

Sampai di Makassar, ternyata saya sedang hamil. Masya Allah, waktu itu saya tidak tahu harus merasa senang atau sedih. Di satu sisi saya merasa bahagia karena sebentar lagi saya akan memiliki anak, tapi di sisi lain saya sedih karena saat ini sedang berada di masa tidak punya uang sama sekali. Berhubung kami masih ada uang sekitar 300rban, kami memutuskan untuk memeriksakan ke dokter kondisi kandunganku. Sangat beruntung, biaya yang dikeluarkan waktu itu hanya sekitar 200rb-an saja. 

Setelah lebaran usai, suami meyakinkanku untuk tinggal sementara waktu di rumah orang tuaku, sedangkan dia kembali ke Kendari untuk mencari peruntungan disana. Awal kehamilan, saya merasa mual namun tetap ingin makan. Hasilnya setelah makan saya pasti memuntahkan semua makanan yang sudah masuk. Sebulan saya bertahan tinggal di rumah orang tua saya yang sudah mengetahui kondisi kami. Saya mulai tak tahan karena ibu saya mulai suka menyindir saya dan menyesali keputusan saya dan suami resign dari kantor dulu. Saya sedih, emosi saya tidak terkontrol, ditambah lagi saya jauh dari suami. Rasanya ingin menghilang saja.

Lalu saya menceritakan penderitaan saya pada suami, saya ngotot ingin ke tempatnya namun suami mengatakan ingin mencari kosan baru yang lebih murah. Jadi saya menunggu selama beberapa waktu. Setelah suami dapat kosannya dan pindah, saya lalu membeli tiket ke Kendari. Saya pindah dengan membawa luka. Bukan karena sindirian ibu saya, tapi karena ketidakmampuan saya membahagiakan hati orang tua. Saya terluka karena saya merasa nasib buruk sedang menimpa saya disaat saya hamil.

Kehidupan kami setelah itu, sungguh amat memilukan. Kami tinggal di kamar sempit berukuran selayaknya 1 kamar dari rumah tipe 45. Terkadang kami harus mengumpulkan uang koin untuk membeli bensin, saat itu suami saya menjadi pengumpul kayu jati. Penghasilan lumayan, namun kami harus membayar utang yang saya sebutkan diawal tadi. Jadi hanya bersisa 700-1jt rupiah per bulan. 500rb untuk bayar kos dan sisanya untuk kehidupan selama sebulan atau lebih. Saya bahkan tidak memeriksakan kandungan saya ke dokter hingga usia 5 bulan karena tidak adanya biaya. Bahkan di hari idul adha, kami hanya bisa makan mie instan sebagai ganti daging kurban. Saya sempat menangis kala itu, saya sedang menjemur pakaian dan melihat ibu-ibu tetangga sedang makan daging kurban bersama, namun tak ada satupun yang memanggilku untuk ikut makan.

Pernah suatu ketika, saya hanya memegang uang 10rb rupiah saja dan memutuskan berjalan-jalan ke pasar. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin kumakan, namun karena uang saya tidak cukup, saya hanya bisa melihat makanan itu saja dan kemudian menelan air liur. Bahkan ayah saya pernah sekali datang mengunjungiku, beliau menangis melihat kondisiku. Saya hanya bisa menyajikan nasi, kangkung dan tempe goreng tanpa bumbu. Beliau ingin memberiku uang, tapi kutolak. Saya tidak ingin menjatuhkan harga diri suamiku di depan ayahku. Jadi ayahku hanya rutin mengirimiku makanan saja yang dititip pada kawannya yang akan ke Kendari.

Selama 3 bulan kami tinggal di kosan itu, lalu pindah mengontrak rumah tua kecil bertipe 36 di pinggiran kota seharga 5jt per tahun. Saat itu saya sudah bisa ke dokter karena alhamdulillah kayu jati yang dijual suamiku laku banyak. Tapi sebagai konsekuensi, suami harus jarang pulang dan pergi di perkampungan untuk mencari lebih banyak kayu jati. Lalu di usia 6 bulan kandunganku, saya pulang ke rumah orang tuaku. Saya dipanggil karena ibuku takut jika terjadi apa-apa disana sementara suamiku sedang jauh.

Kehidupanku setelah itu, tidak beda terlalu signifikan dengan yang sebelumnya. Kadang, suamiku belum berhasil menjual kayunya atau malah tidak dapat kayu, atau malah uangnya harus dipakai bayar utang. Saya tidak bisa membayar dokter kandungan, jadi ayahku yang memberikan uang untuk periksa karena beliau takut jika terjadi apa-apa padaku dan cucunya.

Ketika akan melahirkan, saya ketakutan setengah mati. Sudah semalaman saya berbaring di ranjang bersalin, air ketuban pun sudah pecah namun pembukaan masih belum ada bahkan pembukaan satu. Satu hal yang membuatku kemungkinan bertambah stress, karena hingga saat itu tak ada sedikitpun uang yang kami pegang untuk biaya melahirkan, innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Saya sedih bukan main, terlebih ketika paginya dokter melakukab usg dan menemukan ketuban saya sudah habis di dalam dan harus dilakukan proses operasi. Saya pasrah, "ya Allah.. Jika memang ini sudah takdirku, maka saya serahkan semua urusanku padamu. Saya tidak sanggup ya Allah. Engkau Maha Kaya sementara saya tidak punya apa-apa." kira-kira begitulah pikiranku.

Lantas saya dioperasi. Setelah selesai, suami memberitahuku bahwa saat di ruang operasi tadi, dia mendapat kabar bahwa kayunya baru saja laku dan juga ayahku memberiku bantuan dana sebesar 5jt rupiah untuk tambahan biaya bersalin, uang terkumpul 20jt. Pas untuk biasa bersalin, masya Allah.. Saya menangis, tak sanggup menerima kemurahan hati Allah yang begitu sayang padaku dan anakku.

Setelah anak saya lahir, suami saya langsung kembali ke Kendari untuk mencari nafkah. ASI saya tak kunjung keluar, kemungkinan karena stress keuangan yang saya alami. Masa transisi itu sulit, terlebih sebelum menikah saya tak pernah sekalipun hidup susah. Ketika ASI tak keluar, susu formula menjadi alternatif untuk bayi. Saya ingat saat itu anak saya membutuhkan 500rb rupiah per minggu untuk susu dan popoknya. Susu anak saya S26 gold, karena itulah harganya mahal. Meski keuangan masih dibawah rata-rata, saya dan suami tidak tega memberikan nutrisi yang kurang pada anak. Jadi suami harus bekerja ekstra.

Kehidupan kami pun berlanjut, alhamdulillah semakin hari semakin baik. Kami meninggalkan semua yang dilarang Allah. Kami mulai sadar bahwa kemarin kami dihukum karena bermain dengan riba. Ya, usaha truk suami saya memang dimulai dari uang riba. Maka dari itu, Allah mencoba mencuci kami, Allah gak rela anak kami memakan uang riba alhamdulillah.

Saat ini, kehidupan kami jauh lebih baik meski kami masih ngontrak, tapi saat ini kontrakan kami jauh lebih baik. Suami tidak bekerja lagi sebagai pengumpul kayu dan saya masih tetap berada di rumah menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga seutuhnya. Kami tidak memiliki rumah bukan karena tidak mau, tapi karena kami belum sanggup membayar tunai dan belum menemukan cicilan rumah tanpa riba. Mobil pun kami tidak punya dan lagi-lagi alasannya karena tidak sanggup cash. Selain itu kami fokus melunasi utang-utang yang lalu dan alhamdulillah tinggal sedikit lagi akan lunas. Jadi kami masih bersabar, Allah Maha Kaya dan kami tidak punya apa-apa. Kami yakin, jika Allah mau ngasih, pasti kami langsung punya rumah, mobil dan apa saja. Karena pada hakekatnya semua yang ada di dunia adalah miliknya, jadi jika mau sesuatu ya tinggal minta saja, ikuti aturannya, jangan bandel.

Minggu, 09 Juli 2017

Mental Plagiat, Salah Anak atau Lingkungan?

Foto : eu.fotolia.com
Beberapa waktu yang lalu, kita dikejutkan dengan kemunculan seorang remaja dengan beberapa tulisannya di media sosial. Bahkan si remaja sampai diundang ke istana kepresidenan bertepatan dengan hari Pancasila. Namun, sayangnya selagi dia berada di istana, viral sebuah kabar mengenai tindak plagiarisme yang dilakukan oleh remaja tersebut. Ketika ditanya oleh seorang wartawan, si remaja tersebut menjawab dengan mata berkaca-kaca bahwa dia tidak tahu menahu mengenai hal tersebut. Dia mengaku bahwa semua tulisannya adalah hasil karyanya sendiri yang beberapa sudah dia tuliskan sejak beberapa tahun yang lalu.

Waktu berlalu, akhirnya si remaja mengakui tindak plagiarisme yang dilakukannya melalui akun media sosialnya. Namun belakangan ini, muncul kembali video si remaja yang sedang "curhat" dalam bahasa inggris tentang pembullyan yang dialaminya hingga dia merasa ingin bunuh diri. Banyak netizen yang kembali menyadari bahwa video curhatan tersebut kembali diplagiat dari video gadis asal luar negeri yang diupload beberapa tahun silam.

Sebelum melangkah lebih jauh, saya ingin mengutip beberapa pendapat para ahli mengenai plagiat.:

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010 dikatakan:
“Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai”
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) disebutkan:
“Plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat) sendiri”.
 Menurut Oxford American Dictionary dalam Clabaugh (2001) plagiarisme adalah:
to take and use another person’s ideas or writing or inventions as one’s own
Menurut Reitz dalam Online Dictionary for Library and Information Science (http://www.abc-clio.com/ODLIS/odlis_p.aspx) plagiarisme adalah : “Copying or closely imitating take work of another writer, composer etc. without permission and with the intention of passing the result of as original work
Menurut Soelistyo (2011) ada beberapa tipe plagiarisme:
  1. Plagiarisme Kata demi Kata (Word for word Plagiarism). Penulis menggunakan kata-kata penulis lain (persis) tanpa menyebutkan sumbernya.
  2. Plagiarisme atas sumber (Plagiarism of Source). Penulis menggunakan gagasan orang lain tanpa memberikan pengakuan yang cukup (tanpa menyebutkan sumbernya secara jelas).
  3. Plagiarisme Kepengarangan (Plagiarism of Authorship). Penulis mengakui sebagai pengarang karya tulis karya orang lain.
  4. Self Plagiarism. Termasuk dalam tipe ini adalah penulis mempublikasikan satu artikel pada lebih dari satu redaksi publikasi. Dan mendaur ulang karya tulis/ karya ilmiah. Yang penting dalam self plagiarism adalah bahwa ketika mengambil karya sendiri, maka ciptaan karya baru yang dihasilkan harus memiliki perubahan yang berarti. Artinya Karya lama merupakan bagian kecil dari karya baru yang dihasilkan. Sehingga pembaca akan memperoleh hal baru, yang benar-benar penulis tuangkan pada karya tulis yang menggunakan karya lama.
(Sumber kutipan: http://lib.ugm.ac.id/ind/?page_id=327) 

Setelah membaca penjelasan di atas, saya berasumsi bahwa kita sudah mengerti penjelasan tentang plagiat. Berdasarkan referensi di atas, tidak benar bahwa plagiat tidak dapat dikatakan plagiat jika bukan pada karya ilmiah (seperti yang dikatakan salah satu dosen universitas ternama di Indonesia). Menurut saya, plagiat adalah meniru karya seseorang tanpa mencantumkan sumbernya, seolah-olah karya itu adalah miliknya. Bahkan yang terparah, pengakuan bahwa karya itu adalah miliknya ketika orang lain menemukan bahwa dia melakukan plagiat.

Saya sungguh merasa prihatin dengan remaja tersebut. Saya memiliki beberapa asumsi mengenai perilakunya yang selalu menyalin karya orang lain (bahkan dalam bentuk video). Pertama, kemungkinan besar si anak kurang mendapat penghargaan dari lingkungannya. Kedua, kemungkinan orang tua memaksa anak selalu berprestasi dan menjadi pusat perhatian, sehingga si anak akan melakukan berbagai cara demi mendapatkan prestasi yang diidamkan oleh orang tuanya. Ketiga, kurangnya pemahaman tentang plagiarisme. Keempat, si anak sudah biasa plagiat namun bukannya ketahuan malah mendapat pujian, sehingga dia ketagihan untuk terus melakukannya.

Menyedihkan? Iya, sangat menyedihkan bagi saya. Seorang remaja harusnya tumbuh dengan prestasi yang dibuatnya sendiri, namun malah tercebur ke dalam kubang plagiat demi mendapatkan pujian serta ketenaran. Saya pernah membahas ini di status facebook saya, sayangnya seorang dosen kenalan saya mengatakan bahwa "biasalah hal ini, di status facebook dan whatsapp juga pasti sering plagiat". Saya kok jadi sedih ya bacanya. Bahkan seorang terdidik pun tidak peduli lagi dengan tindakan plagiat seorang remaja. Mungkin inilah saatnya para orang tua di rumah yang terjun dalam mendidik anaknya sendiri. Mungkin inilah pertanda yang diberikan oleh Tuhan bahwa, ayo orang tua perhatikan anakmu, jangan terlalu percayakan mereka pada orang lain, mereka adalah tanggung jawabmu.

Mental plagiarisme sangat berbahaya bagi moral bangsa kita. Bayangkan jika semua remaja hanya bisa melakukan plagiat karya orang lain? Maka bersiaplah menjadi bangsa tertinggal, bangsa yang tersisihkan, tak dikenal dan hanya berputar disitu saja. Saya tidak mau bangsa saya bermental plagiat, saya tidak mau bangsa saya bangga atas tindakan plagiarisme.

Ayo, para orang tua, perhatikan kembali anakmu, tanggung jawabmu. Seorang anak bisa terbebas dari tindakan plagiarisme jika kita para orang tua lebih meluangkan waktu untuknya, memberikannya ruang untuk berkreasi, bukan malah membuatnya menjadi copyan diri kita ataukah membentuknya sesuai dengan apa yang kita inginkan. Ingatlah bahwa ikan tak sanggup memanjat, dan buaya tak sanggup untuk terbang. Setiap anak unik dengan membawa kecerdasannya masing-masing. Jangan kau paksa, jangan kau tekan, mereka pasti siap melakukan apa saja demi pengakuanmu, maka hargailah setiap hal kecil yang dilakukannya. Bangsa kita bisa menjadi bangsa yang kuat, besar dan maju karenamu, wahai orang tua. 

Jumat, 07 Juli 2017

Cara Ampuh Menghilangkan Ruam Pada Pipi Bayi

Beberapa hari yang lalu, saya melihat postingan live instagram saudari ipar saya yang menunjukkan bahwa anaknya sedang mengalami ruam pada pipi. Hal ini biasa terjadi pada bayi yang sering mendapatkan ciuman di pipinya atau tidak dibersihkan ketika habis minum susu. Melihat kasus ponakan saya, sepertinya tidak mungkin jika dia tidak dibersihkan oleh ibunya. Melainkan karena faktor ciuman yang sering didaratkan oleh orang rumahnya di setiap pipi si bayi.

Saya jadi kasihan, lantas saya bertanya usaha apa saja yang selama ini dilakukan untuk menyembuhkan ruam pada pipi si kecil. Si ibu menjawab bahwa sudah dikasih bedak gatal, kunyit dll namun masih belum ada perubahan. Lalu saya menyarankan untuk memberikan strong acid, produk dari kangen water. Kebetulan di rumah ibu saya di Makassar terdapat mesin yang bisa memproduksi, jadi sekalian saya menelpon ibu saya untuk memberikan strong acid pada cucunya.

Beberapa hari kemudian, saya mendapatkan pesan BBM dari saudari ipar yang bergembira karena kondisi ruam pipi anaknya yang sudah membaik. Berikut screenshot obrolannya.

Foto: dokumentasi pribadi
Sayang, si ibu ga punya foto beforenya, jadi saya tidak punya perbandingan dengan hasilnya. Namun yeah, it is working! FYI, strong acid dari kangen water memiliki banyak manfaat bagi bayi dan anak. Tidak hanya menyembuhkan ruam pada pipi, ruam popok dan luka juga bisa disembuhkan.

Tertarik?
Silahkan klik DISINI

Senin, 03 Juli 2017

Pembullyan Nyata Orang Tua Pada Anak

dokumentasi pribadi
Malam ini karena tidak masak di rumah, saya dan anak beralih ke warung prasmanan dekat rumah untuk bersantap malam. Awalnya biasa saja, sampai saya mendengar seorang ibu yang membully anaknya sendiri di hadapan orang lain. Si ibu kerap melontarkan kata-kata kasar pada si anak, padahal saya memperhatikan si anak sedang menyusun air mineral kemasan gelas menjadi sebuah menara dan menyusun tusuk gigi menjadi beragam bentuk. Sayangnya, si ibu merasa hal yang dilakukan si anak adalah hal yang negatif.

Menurut Wikipedia, pembullyan atau penindasan adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang di mana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.

Dewasa ini, kita para orang tua mengatakan bahwa anak kerap di bully di sekolah dan pembullyan hanya dilakukan pada anak seusia mereka saja. Tapi tahukah, bahwa kenyataan pahitnya adalah para orang tua lah yang kerap melakukan tindakan pembullyan pada anak mereka sendiri. Coba perhatikan, seorang anak yang tidak mampu melakukan satu kompetensi misalnya matematika, maka orang tua akan selalu mengatakan anak tersebut bodoh bahkan jika perlu melakukan tindakan kekerasan. Jika anak memiliki energi yang luar biasa besar, loncat kiri dan kanan, berlarian dan menari, maka si orang tua akan melabeli si anak dengan kata "liar" bahkan "nakal".

Kenyataan ini pahit, sangat pahit. Sayangnya tidak banyak orang tua yang sadar akan hal ini. Si anak memecahkan gelas, lantas si ibu berteriak "BODOH!". Padahal apa sulitnya membersihkan pecahan kaca yang berserakan? Sesulit itu kah hingga lebih mudah mematahkan hati si anak? Si anak makan blepotan, menumpahkan makanannya kemana-mana, lantas di ibu berteriak lagi "JOROK KAMU!". Sesulit itu kah membasuh tubuh yang kecil itu, mengelap meja dan menyapu lantai? Sehingga begitu mudahnya mematahkan hati yang kecil itu.

Begitulah generasi kami, generasi ibu pada abad ke 21. Mereka memang dididik menjadi wanita karir, bukan menjadi ibu rumah tangga. Sehingga ketika mereka dihadapkan pada sosok anak, mereka stress dan tak tau harus berbuat apa. Saya pun demikian, di awal memiliki anak, saya sempat stress dan kebanyakan marah. Namun saya sadar bahwa saya tidak bisa begini terus-terusan. Saya belajar, masuk komunitas parenting, membaca buku, dan yang terpenting saya memohon ampun pada Allah, sang Maha pembolak balik hati.

Ayo ibu, ayah, kembalilah pada fitrahmu. Anakmu bukan musuhmu, anakmu bukan sainganmu. Mereka adalah surgamu, mereka adalah pewarismu, darah dagingmu, jembatanmu menuju surga. Lepaskan mereka dari pembullyan, selamatkan mereka dari penindasan yang dilakukan oleh orang tua mereka sendiri.

Sabtu, 01 Juli 2017

Resep Hotcake / Pancake Jepang

Hari ini Kendari lagi hujan, rasanya ingin makan kue apalah gitu. Berhubung di kulkas stok keju banyak, di lemari ada banyak terigu, jadi deh terbersit ide untuk makan pancake. Tapi karena melihat kompor saya yang tidak mendukung teflon (kompor listrik), harus pake wajan berbahan stainless, niat saya untuk bikin pancake teflon jadi sirna. Saya takut sudah semangat bikin bahan, nanti malah jadi lengket manja di wajan stainlessnya.

Well, beruntung masih ada peralatan masak di rumah yang ada teflonnya. Yup! saya punya rice cooker, itu loh yang biasa dipake masak nasi. Tinggal tekan, masuk beras dan air malah keluar jadi nasi pulen nikmat dan mengenyangkan.

Awalnya mau bikin pancake biasa, jadi dimasukkan sedikit-sedikit adonannya, tapi ah malas! Saya coba googling beberapa jenis pancake, akhirnya saya ketemu dengan pancake atau hotcake jepang. Katanya sih, hotcake jepang yang dibuat dengan rice cooker sudah kekinian di Jepang sana sejak beberapa tahun belakangan. Yes, berikut resepnya.

Hotecake / Pancake Jepang
Bahan:
  • 500 gram terigu serbaguna
  • 500 ml air 
  • 2 sachet dancow putih
  • 3 sdm susu kental manis
  • 2 sdm gula pasir
  • 2 butir telur ayam
  • 1 sdt baking powder double acting
  • secukupnya kismis yang telah direndam air
  • secukupnya keju parut
  • secukupnya madu untuk topping
  • secukupnya butter atau margarin untuk mengoles teflon
Cara membuat:
  1. Campurkan semua bahan, gak perlu pake mixer, yang penting tercampur rata dan struktur adonan sudah kecil-kecil.
  1. Setelah bahan tercampur, masukkan kismis dan keju parut sesuai selera
  1. Oleskan butter atau margarin di teflon rice cooker agar tidak susah dikeluarkan. Kalau saya sih lebih pilih butter anchor unsalted, ga ada rasanya sama sekali jadi tidak mempengaruhi rasa kue. tapi kalo adanya margarin biasa ya silahkan, gpp.
  1. Jika rice cooker anda ada timernya, silahkan setel ke 45 menit. Tapi jika tidak, bisa ditekan biasa saja seperti memasak nasi. Waktunya tetap 45 menit ya. Jika tombolnya naik, ya ditekan lagi sampai cukup 45 menit.
  1. Setelah matang, potong lalu taburi parutan keju dan madu di atasnya.
Oh iya, bahan di atas bisa untuk 4-5 orang ya untuk ukuran manusia normal. Jika ingin cakenya ga lengket-lengket ketika dipotong, baiknya pisau dibasahi dulu sebelum memotong kuenya. Oh iya, sebenarnya saya ga terlalu suka dengan rasa manis gula, makanya saya kasih madu di atasnya. Jika kalian suka manis gula, boleh ditambahi dari porsi gula di atas ya.. Selamat mencoba.