Kamis, 29 Juni 2017

Resep Kue Ulat Kekinian

Kue Ulat
Awalnya saya pernah melihat kue ini bejalan-jalan di timeline facebook saya. Waktu itu saya kurang memperhatikan bahan-bahannya karena bentuknya yang begitu menggoda. Lucu aja sih, ini pertama kali saya melihat kue yang berbentuk seperti ulat. Unik dan menggemaskan, namun beberapa kawan mengatakan bahwa kue ini terlihat menggelikan. 

Disaat orang-orang gencar membuat kue di 10 ramadhan terakhir, saya sama sekali tidak berpikiran untuk membuat kue. Ya, karena saya berniat untuk mudik dan ternyata gagal, jadilah saya membuat kuenya setelah lebaran, itupun hanya satu toples untuk dinikmati bersama suami dan anak saja. Maaf, kami gak punya tamu karena memang di Kendari kami gak punya keluarga sementara kawan lainnya sedang mudik :D

Well, saya coba cari-cari resep kue menggunakan tepung jagung atau lebih terkenal dengan nama tepung maizena, soalnya di rumah lagi ada stok maizena 2 dus. Niatnya pengen bikin cake, malah ketemu kue ulat yang ternyata bahan dasarnya pake tepung maizena. Berikut resepnya

Bahan:
  • 200gr maizena.
  • 100gr mentega (sy pake butter anchor, kalo tdk ada bs pake blueband kue).
  • 2 sachet SKM.

Cara Membuat:
  1. Campur semua bahan, pake tangan saja, diuleni sampai kalis.
  2. Pisahkan dua adonan, satu dikasih warna biru dikit saja.
  3. Bulatkan dan bentuk lalu gulung di sisir, tempel hiasan mata. Saya pake chacha dan kismis.
  4. Panggang, jangan kelamaan, nnti pecah2 kayak punya saya. 

Hasil kue beda-beda, tergantung tingkat kreatifitas pembuatnya, jika ingin semirip mungkin dengan ulat, ada baiknya kuenya dimiringkan sedikit pada bagian ujung ekor. Oh iya, ini kan pake maizena ya, pertama diangkat dari oven memang lembek, makanya didinginkan dulu di wadah setelah dioven, nanti akan mengeras dengan sendirinya. Satu lagi, ingat ya sisirnya dicuci dulu sebelum dipake. ecuali ya, mau ada sensasi rasa kulit kepala dan rambut.

Hamil? Yay or Nay?

Sebelum ramadhan, suami sudah selalu menyampaikan niatnya padaku untuk memiliki anak lagi. Memang benar sih, saat ini anak pertama kami sudah berusia 3 tahun 3 bulan. Mengingat dulu saya melahirkan dengan proses secar, usia anak saya sekarang sebenarnya sudah memenuhi syarat untuk hamil anak kedua. Namun, entah mengapa saya agak enggan untuk hamil lagi. Mungkinkah karena saya sedikit trauma dengan pengalaman hamil pertama, dimana saya dan suami mengalami kesulitan ekonomi yang hingga saat ini jika saya mengenangnya kembali, saya bisa bercucuran air mata.

Tespek Hamil Anak Pertama
Saya masih ingat betul rasanya, ketika pertama kali mengetahui kehamilan pertama saya. Kehamilan yang alhamdulillah terjadi selang satu bulan pernikahan kami. Saya sangat bahagia, hanya dengan melihat dua garis merah di tespek. Namun, ketika ditanya lagi soal hamil kedua, entahlah... rasanya sulit bagi saya.

Saya bukannya menolak rejeki dari Allah, di dalam lubuk hati saya terdalam juga ada keinginan untuk memiliki banyak anak. Saya juga tidak meragukan bahwa Allah akan mencukupkan kehidupan kami, bahwa Allah yang memberi kami makan, rejeki dan segala kebutuhan hidup. Tidak, sungguh bukan itu yang kutakutkan. Ada hal lain yang entah apa, tidak sanggup kujelaskan.

Butuh waktu lama sejak hari suami menyampaikan niatnya, saya berdiri, duduk dan berbaring, memikirkan banyak hal yang entah apa. Saya berdoa pada Allah, jikalau memang rasa was-was ini datang dari syaitan, maka tolong singkirkan. Saya ingin punya banyak anak, namun ada yang mengganjal di hatiku. 

Hari lebaran, sepulang suami itikaf, berhubung kami gagal mudik karena anak sakit, suami menyampaikan lagi. Ya memang benar, kami tidak menggunakan alat kontrasepsi selama 3 tahun belakangan ini, semua hanya dari saya, atas keputusanku. 

Bismillahirrahmanirohim... akhirnya saya memutuskan untuk hamil lagi, meski ragu saya jalan maju. Saya yakin akan ada jawaban atas ketakutanku. Mungkin setelah melihat dua garis merah pada tespek, akan mengubah ketakutanku menjadi kebahagiaan nyata. Insya Allah jika memang Allah berikan kepercayaan padaku untuk hamil yang kedua kalinya, maka saya siap menerima amanah ini. Semoga dimudahkan.

Senin, 26 Juni 2017

Anak Demam, Mudik Batal

Saya dan suami sebenarnya sudah memutuskan untuk mudik ke Makassar untuk merayakan hari lebaran bersama keluarga besar disana. Tiket sudah terbeli, barang sudah dikemas, rumah sudah dibersihkan, kue dan masakan lain untuk lebaran sama sekali tidak terlintas untuk dibuat atau dibeli. Sayang beribu sayang, H-1 sebelum keberangkatan, anak saya terkena demam yang masya Allah sangat tinggi, hingga 40 derajat celcius. 
Demam anak sangat tinggi
Waktu itu, tanggal 23 Juni 2017, subuh setelah sahur, saya yang terbiasa menyapu badan anak saya ketika tidur, menyadari bahwa ada yang aneh pada tubuhnya. Saat itu kondisi pori-porinya terbuka semua di bagian lengan. Saya merasa si kecil sedang kedinginan, maka kutariklah selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya. Namun beberapa saat tubuhnya mulai menggigil kedinginan, telapak kakinya terasa sedingin es, bibirnya pun demikian. Namun tubuh lainnya terasa sangat panas. Ketika kuukur suhunya menggunakan termometer digital, tidak heran tubuhnya sangat panas karena ternyata suhu menunjukkan 40.1 derajat celcius.

Saya langsung menangis, suami saya saat itu sedang itikaf dan saya tak punya sanak saudara di kota ini untuk sekedar diminta tolongi. Saat itu pukul tiga subuh, saya menelpon suami berkali-kali namun tak kunjung dijawab, hingga saya mengirim pesan teks ke ibu saya untuk menelpon suami saya berulang-ulang dan menyampaikan kondisi anak saya.

Saya hanya bisa menangis, ketakutan, sambil membangunkan si kecil. Saya takut dia tidak sadarkan diri dalam kondisi menggigil, saya khawatir karena demamnya tak kunjung reda. Setengah jam kemudian, suami baru pulang. Saya menangis, memintanya ke apotik namun sayang tak satupun apotik yang buka di subuh hari. 

Sambil terus mengompres bagian tubuh yang terdapat pembuluh darah besarnya, saya bersedih dan ketakutan. Saya takut karena dulu saya mengingat adik saya yang demam hingga step, matanya naik dan tak sadarkan diri. Saya cemas.

Alhamdulillah, sekitar pukul 6 pagi, sudah ada apotik yang buka. Saya langsung memberikan termorex pada anak saya, demamnya sudah agak turun namun masih diangka 38 derajat. Berhubung lagi marak terjadi demam berdarah, saya langsung membawa anak saya ke UGD rumah sakit, soalnya waktu itu lagi tanggal merah, cuti bersama, tak ada satupun dokter spesialis anak yang buka.

Bersyukur dokter mengatakan bahwa anak saya hanya terkena virus, bukan DBD. Setelah diberikan obat, alhamdulillah di hari lebaran anak saya sudah sehat kembali, meski tiket kepulangan kami sebelumnya harus dibatalkan. But yeah, apalah artinya mudik jika anak tersiksa selama perjalanan. Saya bukan tipe orang tua yang seperti itu.

Persiapan yang tak ada sama sekali, berdampak di rumah gak ada kue lebaran. Tapi beruntung saya masih sempat membuat kari ayam heheh meski rasanya aneh :D

It is okay dear, mudik bisa kapan saja asal kondisi tubuh sehat. Mudik tak harus hari raya, kan?

Ceriamu, bahagiaku.

Selasa, 20 Juni 2017

Perbedaan Analisis Jalur (Path Analysis) dengan Structural Equation Modeling (SEM).

Beberapa hari yang lalu, saya menghadap pada ketua penguji ujian tesis saya. Satu hal yang membuat saya kaget setengah mati bahwa beliau tidak mau menandatangani matriks jadwal ujian tutup yang harus saya laksanakan maksimal tanggal 22 Juni 2017 agar tidak membayar SPP semester 5. Alasannya sangat sederhana, karena beliau tidak srek dengan alat analisis yang saya gunakan dalam memecahkan permasalahan yang saya angkat dalam penelitian saya. Satu hal yang membuat saya tidak habis pikir, beliau terus-terusan menyudutkan saya dan tidak membiarkan saya berbicara satu kata pun, bahkan untuk menjelaskan alat analisis yang saya gunakan. Beliau mengaku bahwa penelitian saya adalah penelitian pertama yang beliau lihat menggunakan alat analisis tersebut untuk menjawab permasalahan yang diangkat.

FYI, judul tesis saya adalah Peran Profitabilitas dalam Memediasi Pengaruh Tata Kelola Perusahaan dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI Periode 2013-2015). Dimana tata kelola diukur menggunakan dewan komisaris independen, ukuran perusahaan dikukur dari Ln total aset, profitabilitas diukur menggunakan ROE dan nilai perusahaan diukur dengan Tobin's Q. Berikut gambar kerangka konsep saya.


Saya menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menyelesaikan model tersebut, diolah dengan alat SPSS ver. 22. Kenapa saya menggunakan analisis jalur? berikut penjelasan dari buku-buku metode penelitian.

Analisis jalur merupakan perluasan dari analisis regresi linear berganda, atau analisis jalur adalah penggunaan analisis regresi untuk menaksir hubungan kausalitas antar variabel (model casual) yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan teori (Ghozali, 2006).
Path analysis hanya dapat mengolah variabel yang dapat diukur (measured variables), sedangkan SEM dapat digunakan untuk mengolah data variabel yang dapat diukur (measured variables) ataupun yang tidak dapat diukur (constructs atau latent variables) (Gudono, 2011). 
Path analysis digunakan manakala peneliti menganalisis hubungan antarvariabel yang kompleks yang tidak dapat dikerjakan dengan memakai regresi berganda. Pada hubungan yang kompleks, ada lebih dari satu variabel dependen, sehingga diperlukan serangkaian persamaan regresi. Karena path analysis adalah perluasan analisis regresi, maka semua asumsi dalam analisis regresi juga berlaku dalam path analysis. Termasuk dalam konteks ini adalah (1) residual tidak saling berkorelasi, dan (2) hubungan antarvariabel adalah linier dan additive (pertambahan), dan jumlah data cukup banyak (minimum 10 data per variabel) (Gudono, 2011).
Prinsip-prinsip dasar yang sebaikrya dipenuhi dalam analisis jalur di antaranya adalah (Sarwono, 2007)

  1. Adanya linieritas (Linierity). Hubungan antarvariabel bersifat linier.
  2. Adanya aditivitas (Additivity). Tidak ada efek-efek interaksi.
  3. Data berskala interval. Semua variabel yang diobservasi mernpuryai data berskala interval (scaled values). Jika data belum dalam bentuk kala interval, sebaiknya data diubah dengan menggunakan metode suksesive interval (MSI) terlebih dahulu.
  4. Semua variabel residual (yang tidak diukur) tidak berkorelasi dengan salah satu variabel dalam model.
  5. Istilah gangguan (disturbance terms) atau variabel residual tidak boleh berkorelasi dengan semua variabel endogen dalam model. Jika dilanggar maka akan berakibat hasil regresi menjadi tidak tepat untuk mengestimasikan parameter-parameter jalur.
  6. Sebaiknya hanya terdapat multikolinearitas yang rendah. Maksud multikolinieritas adalah dua atau lebih variabel bebas (penyebab) mempunyai hubungan yang sangat tinggi. Jika terjadi hubungan yang tinggi maka kita akan rnendapatkan standar error yang besar dari koefisien beta (b) yang digunakan untuk menghilangkan varian biasa dalam melakukan analisis korelasi secara parsiat.
  7. Adanya rekursivitas. semua anak panah mempunyai satu arah, tidak boleh terjadi pemutaran kembali (looping).
  8. Spesifikasi model sangat diperlukan untuk menginterpretasi koefisien-koefisien jalur. Kesalahan spesifikasi terjadi ketika variabel penyebab yang signifikan dikeluarkan dari model. Semua koefisien jalur akan merefleksikan kovarian bersama dengan semua variabel yang tidak diukur dan tidak akan dapat diinterpretasi secara tepat dalam kaitannya dengan akibat langsung dan tidak langsung.
  9. Terdapat masukan korelasi yang sesuai. Artinya, jika kita menggunakan matriks korelasi sebagai masukan maka korelasi Pearson digunakan untuk dua variabel berskala interval; korelasi polychoric untuk dua variabel berskala ordinal; tetracltoric untuk dua variabel dikotomi (berskala nominal); polyserial untuk satu variabel interval dan lainnya ordinal; dan biserial untuk satu variabel berskala interval dan laimrya nominal.
  10. Terdapat ukuran sampel yang memadai. Untuk mernperoleh hasil yang maksimal, sebaiknya digunakan sampel di atas 100.
  11. Sarnpel sarna dibutuhkan uttuk pengitungan regresi dalarn model jalur.


Berhubung penelitian saya memenuhi seluruh persyaratan di atas, maka saya menggunakan analisis jalur. Sudah sangat jelas ya, penelitian saya tidak menggunakan SEM karena data yang saya kumpulkan dapat diukur dan memenuhi SEMUA persyaratan asumsi klasik. Kerangka konsep saya hanya menguji hubungan satu arah, bukan dua arah. Jadi, sebenarnya apa yang dipermasalahkan oleh si ketua penguji? Hanya karena ketidaktauannya tentang analisis jalur dan memaksa saya menggunakan SEM, menghambat saya untuk maju ke ujian tutup, memaksa saya untuk membayar SPP semester 5 hanya untuk 1x ujian tutup. Menyulitkan pendidikan saya hanya karena ketidaktahuannya. 

Padahal, entah itu menggunakan PLS, AMOSH atau SPSS, hasil yang dikeluarkan akan tetap sama. Tata kelola tetap tidak signifikan terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan. Ukuran perusahaan tetap tidak siginifikan terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan. Profitabilitas tetap signifikan terhadap nilai perusahaan dan profitabilitas hanya signifikan memediasi ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Lantas, kenapa mempermasalahkan sebuah alat? Analoginya, saya dipersulit ketika menyalin sebuah KTP karena menggunakan alat scanner. Dengan alasan ybs taunya menyalin KTP hanya bisa dengan menggunakan mesin foto copy. Luar biasa, bukan?

Saya bukan sok tau, saya menulis dan melakukan sesuatu berdasarkan referensi yang terpercaya, bukan dari situs-situs tanpa sumber yang jelas, bukan dari katanya anu dan itu yang tidak jelas sumber keilmuannya. Percuma lah berstatus profesor ketika kita tidak mampu menguasai semua alat analisis, lantas menghambat orang lain dalam mencapai tujuan. Terlebih perannya hanya sebagai ketua penguji, bukan pembimbing akademik. Saya kira pembimbing akademik lah yang lebih berhak mengutak atik isi penelitian ketimbang penguji yang hanya berkewajiban memberikan masukan yang jelas tidak harus diterima 100%.

Yah, ini berat untuk saya menjelaskan pada orang yang tidak tau sama sekali dengan orang yang tau meski sedikit saja. Apalagi ditambah dengan ego yang tinggi karena merasa lebih hebat sehingga muncul keangkuhan yang berujung menghambat dan menyusahkan orang lain. Hal yang lebih mengesalkan adalah ketika kawan seangkatan lainnya yang jelas-jelas penelitiannya dikerjakan oleh orang lain (bahkan ada penguji sendiri), bisa lolos dengan mudahnya. Bahkan ketika mereka tidak mampu menjelaskan tentang variabel penelitian, mereka bisa lulus tanpa hambatan. Sangat luar biasa pendidikan pasca sarjana di negeri kita!

Pesan saya bagi yang membaca ini, ayolah jangan suka mempersulit orang lain dengan kebodohanmu. Yah, bodoh berarti bukan mereka yang tidak tau apa-apa, bodoh bagi saya adalah ketika seseorang ngotot dengan ketidaktahuannya sehingga semua pintu keilmuan tertutup oleh keangkuhan.

=========================UPDATE=====================

Karena banyak permintaan buku imam ghozali melalui email saya, maka saya berikan link downloadnya ya secara GRATIS.


Note: buku ini adalah hasil scan dari dosen pembimbing 2 tesis saya. Semoga pahalanya mengalir pada beliau. 

Sabtu, 03 Juni 2017

Wisata Malang: Jatim Park II

Hampir setahun yang lalu, saya melakukan wisata ke Malang bersama suami dan anak. Sebenarnya sih, kami ke Malang untuk mengikuti studi banding yang diadakan oleh kampusku. Rasanya sangat sayang jika hanya saya yang pergi sementara anak dan suami tinggal berdua di rumah, jadilah saya satu-satunya peserta studi banding yang membawa serta keluarga ☺

Setelah selesai dengan studi banding di Universitas Brawijaya, akhirnya saya terpisah dengan rombongan kampus dan bisa menikmati kota Malang bersama suami dan anak. Kami memutuskan pergi ke Jatim Park II yang berada di kota Batu. Kami menempuh perjalanan sekitar 45 menit menuju kota Batu dengan mengendarai sepeda motor yang kami rental 75rb rupiah per hari. Ya, kami memang memutuskan untuk merental motor ketimbang mobil. Soalnya motor lebih fleksibel dan juga kota Malang cukup kecil, jadi masih aman untuk menghafal jalanannya.

Foto: dokumentasi pribadi
Pertama kali tiba di Jatim Park II, jam sudah menunjukkan pukul 16,00 WIB. Terlihat pengunjung sudah banyak yang mulai meninggalkan lokasi wisata. Namun kami tetap kekeuh ingin masuk, meski belum yakin apakah tempat ini masih buka atau sudah tutup. Saya dan anak menunggu di depan pintu masuknya, sementara suami pergi ke loket pembelian tiket masuk. Beruntung sekali, suami datang dengan membawa 3 tiket masuk yang dibeli seharga 125rb rupiah. Anak saya sudah bayar juga, soalnya waktu itu tingginya sudah melebihi 90cm.

Kesan pertama saat memasuki Jatim Park II, "ini adalah kebun binatang!". Saya sama sekali tidak menyangka bahwa Jatim Park II ternyata adalah wisata kebun binatang. Sebelumnya memang saya tidak pernah membaca ulasan orang di internet, saya hanya asal datang saja. Namun, kebun binatang ini jauh dari suasana mengerikan. Jatim Park II memiliki konsep kebun binatang indoor yang semua hewannya dikurung dengan aman tanpa khawatir menciderai pengunjung, Selain itu, Jatim Park II memiliki luas tanah yang bisa bikin kaki pegal-pegal, bayangkan saja, saya harus berjalan sejam lebih namun belum semua tempat di Jatim Park II yang bisa saya lihat.

Foto: dokumentasi pribadi
Saran saya sih kepada orang tua yang ingin bawa anaknya kesini, ada baiknya membawa stroller ya. Soalnya tempat ini sangat luas yang mana bahkan orang dewasa bisa sangat letih jika menyusurinya, apalagi anak kecil. Jalanannya sangat bagus kok, jadi cukup baik jika dijalani dengan stroller. Foto di atas diambil waktu anak saya sudah mulai letih.

Hewan diawetkan
Foto: dokumentasi pribadi



Sebenarya, ada begitu banyak tema yang ditawarkan di Jatim Park II, namun sayang waktu itu saya belum punya kamera dan masih mengandalkan kamera hp, serta belum terpikirkan untuk mendokumentasikannya di blog, jadinya foto-foto yang saya ambil masih kebanyakan foto yang tidak jelas arah dan tujuannya. hiks.

Foto: dokumentasi pribadi
Oh iya, di dalam Jatim Park II kita juga bisa loh naik perahu di river adventuer serta di bagian lain ada juga permainan komedi putar serta mainan anak lainnya yang bisa kita nikmati secara GRATIS. Sebenarnya gak gratis sih, semua fasilitas ini sudah termasuk ke dalam biaya masuk yang 125rb rupiah di awal.

Jika letih berjalan, dipertengahan akan ada penyewaan sepeda listrik tanpa dikayuh. Hanya saja karena waktu itu sudah hampir magrib, tempat penyewaannya sudah tutup. Semakin sore, cuaca di kota Batu semakin dingin, jika ingin kesini sarannya sih bawa jaket untuk anak, atau pakailah pakaian yang agak tebal. Kecuali mungkin ya sudah terbiasa dengan cuaca dingin.

Di pintu keluar Jatim Park II, terdapat hotel pohon yang terkenal itu loh.. Hotel dengan arsitektur mirip pohon yang selalu dipakai orang untuk dijadikan latar berfoto. Saya baru ngeh ketika keluar, ternyata disini toh lokasi foto orang-orang kekinian itu. Saya pikir sebelumnya ada di kota Malangnya.

Foto: dokumentasi pribadi
Maaf fotonya jelek ya, asli disini sudah sangat capek. Hampir dua jam kami berjalan kaki mengitari Jatim Park II, itupun belum selesai. Nah, sekian dulu perjalanan wisata kami di Jatim Park II Malang, berminat kesana juga? Ingat bawa stroller jika membawa anak ya!

Jumat, 02 Juni 2017

Cara Ampuh Mengajarkan Anak Menutup Aurat Sejak Dini

Saya punya kebiasaan memosting foto anak saya di facebook dengan hijabnya. Bukan untuk pamer bahwa anak saya berhijab, tapi untuk mendokumentasikan foto-fotonya agar mudah dilihat oleh keluarga dan bisa sebagai penyimpanan online (tapi sekarang foto-fotonya sudah diprivate sebagian. 

Ada satu hari, seorang kawan yang memiliki anak perempuan bertanya padaku tentang bagiamana caraku membuat si kecil mengenakan jilbab. Kemudian di hari yang lain, seorang kawan lainnya pun bertanya demikian.

Alhamdulillah, anak saya mengenakan jilbab bukan hanya saat difoto saja. Anak saya selalu mengenakan jilbabnya saat keluar dari pintu rumah. Jilbab baginya bukan hanya sekedar gaya-gayaan untuk diposting di medsos untuk mendapatkan like, komen dan share. Alhamdulillah, anak ini tetap konsisten meski saya tidak memintanya, malah dia sendiri yang mengingatkan untuk memakaikannya jilbab ketika akan keluar rumah. Bahkan masya Allah, dia sering mengingatkan saya untuk mengenakan jilbab ketika akan keluar rumah. 

Pernah suatu hari, saya bercanda dengannya di depan umum, saya berkata akan melepaskan jilbabnya (sambil memengang jilbabnya), secara spontan dia langsung bilang jangan lalu menangis. Dia terlihat sangat kesal dan ingin menjauh, khawatir akan kulepas jilbabnya. Setelah saya mengaku hanya bercanda dan kemudian memeluknya dan meminta maaf, tangisannya langsung reda.

Lantas, apa yang telah kami tanamkan padanya sehingga dia punya kesadaran sendiri dalam mengenakan jilbab? Berikut akan saya jelaskan.

Anak melihat, anak meniru

Anak kecil itu bagaikan mesin peniru yang tercanggih di atas yang tercanggih, anak kecil diciptakan oleh Allah dengan membawa kemampuan meniru yang luar biasa. Lihat saja, anak yang tumbuh dilingkungan yang berbahasa Indonesia, maka dia akan mampu berbahasa Indonesia, begitu juga dengan bahasa Korea, Arab, Jepang, Inggris, anak tanpa diajar, tanpa butuh guru les akan mampu berbahasa lingkungannya dengan fasih. 

Begitu juga dengan menutup aurat, bagaimana bisa kita mengharapkan si anak untuk menutup auratnya, sementara ibunya tidak konsisten dalam menutup auratnya sendiri. Saya pribadi, alhamdulillah bahkan jika akan mengambil jemuran, menerima paket atau apapun itu yang mengharuskan saya melangkahkan kaki keluar dari pintu rumah, atau jika ada tamu yang tidak pantas melihat auratku, maka saya akan menutupnya. Dengan cara ini, anak saya meniru. Ketika ada orang yang datang, jika itu teman suami, maka dia akan buru-buru mengenakan jilbabnya jika ingin keluar untuk bergabung dengan tamu.

Bisa karena terbiasa

Memang benar ucapan orang bijak, bahwa kita bisa karena terbiasa. Sesuatu yang dilakukan secara berulang, meski awalnya kita sangat sulit melakukannya, maka suatu saat akan bisa juga. Kebiasaan membawa kemahiran. 

Anak saya juga pernah berada di kondisi tidak nyaman dengan jilbabnya, sama seperti ketika orang dewasa pertama kali mengenakan jilbab, pasti akan merasa risih, akan ada keluhan ini dan itu. Begitu juga dengan anakku, terlebih karena dia termasuk anak yang tidak betah tanpa AC. Keringatnya selalu bercucuran kemana-mana. 

Saya mengajarkan anak saya berjilbab sebelum usia 1 tahun, awalnya memang dia sering membukanya, nangis bahkan sampai ngamuk. Tapi, dengan sabar saya terus memakaikannya kembali sambil berkata, "Qifaya lihat mami pake jilbab,kan? Masa anak mami tidak mau pake jilbab?" Saya perhatikan anak saya memang selalu mau samaan dengan maminya, karena dia suka meniru, jadi ketika saya mengucapkan kalimat di atas, dia pasti langsung mau dipakaian jilbabnya lagi.

Doktrin

Jika si anak sudah mulai belajar mengenal jilbab, maka perlahan doktrinlah dia tentang kenapa harus mengenakan jilbab. Berikan penjelasan, katakan dengan halus, dan lakukan secara berulang. Hindari memerintahnya memakai jilbab tanpa memberikan penjelasan kenapa dia harus mengenakannya, anak juga butuh penjelasan, terlebih anak sekecil ini yang selalu bertanya kenapa begini kenapa begitu. Jika kita memaksanya mengenakan jilbab tanpa memberi tahu alasannya, maka kesadaran tidak akan tumbuh. Karena disini, yang perlu dibangun adalah kesadaran si anak, bukan sekedar perilaku yang ditunjukkan di depan orang tua. Alhamdulillah, anak saya meski berada di rumah neneknya dan ingin diajak keluar oleh orang disana, dia akan selalu meminta untuk dipakaikan jilbab.

Tumbuhkan kesadaran, ajarkan dia rasa malu

Saya sendiri selalu mendoktrin anak untuk mengenakan jilbab dan menanamkan rasa malu pada dirinya. Ternyata rasa malu itu juga sangat efektif. Saya menjelaskan bahwa anak perempuan tidak boleh diliat tubuhnya oleh orang lain selain orang yang tinggal di rumah. Ketika dia keluar tanpa jilbab, maka saya akan mengatakan "ih, Qifaya tidak malu keluar tidak pake jilbab? Itu rambutnya dilihat sama orang lain nak."

Kapan sebenarnya waktu yang tepat mengajarkan si kecil menutup auratnya? Jawabannya adalah sedini mungkin, agar dia merasa terbiasa. Namun, untuk menumbuhkan kesadarannya sendiri, dibutuhkan di anak sudah harus mengerti apa yang kita bicarakan, misalnya si anak sudah bisa merepon perintah kita. 

Nah, demikian tips dari saya tentang bagaimana cara ampuh mengajarkan anak menutup aurat sejak dini. Selamat mencoba dan semoga membantu ya..