Monday, May 22, 2017

Wisata Bandung: Jendela Alam

Hari itu sebenarnya saya ingin ke Jendela Alam bersama suami, namun sayang suami lagi ada kerjaan dan tidak memungkinkan untuk pergi bersama. Daripada bosan menunggu di kamar hotel, saya memberanikan diri menuju Jendela Alam bersama anak saya. Kami berkendara menggunakan grab car, dari sukajadi ke jendela alam kira-kira mengeluarkan biaya sekitar 60rban rupiah. Cukup murah, daripada naik taxi :D

Satu hal yang menjadi kesan pertama saya ketika masuk di wisata ini, kecil dan biasa saja. Saya hampir merasa menyesal loh ketika masuk di jendela alam. Saat itu kebetulan lagi ada tour beberapa kelompok anak TK, jadi situasinya cukup ramai. Untuk masuk ke jendela alam, kita dikenakan biaya 15rb rupiah per orang, cukup murah. Kasir yang melayani hari itu mengatakan bahwa arena yang dibuka hanya ada 3, yaitu animal feeding, kolam renang dan kereta api. Nah, jadi biaya 15rb itu hanya untuk berkeliling saja ya di area jendela alamnya, bukan untuk menikmati semua fasilitas seperti, trampolin, naik kuda poni, dll. Untuk menikmati fasilitas itu ya dikenakan biaya per wahana.

Mengingat anak saya sangat bahagia ketika diajak memberi makan ternak di lactasari diary farm, otomatis saya langsung membeli tiket untuk animal feeding yang dipatok 20rb rupiah. Oleh kasir kami disuruh masuk dan menunggu pendamping. Jadi 20rb rupiah ini sudah termasuk pendamping, memetik sayuran sendiri dan mencucinya lalu memberi makan pada ternak.

Gelang penanda masuk jendela alam





Setelah membersihkan sayuran, kangkung dan wortel, pendamping mulai mengarahkan anak saya menuju hewan ternak yang akan diberi makan. Pertama dimulai dengan memberi makan rusa. Si mbak pendamping mengatakan bahwa tanduk rusa jantan akan di tumpulkan agar tidak melukai pengunjung yang memberi makan, dan ternyata tanduk tersebut akan lepas dengan sendirinya ketika tiba musim kawin, agar si rusa betina tidak tertusuk oleh tanduk si jantan, aww... Oh iya, perkenalkan nama rusa jantan ini ruru. Ciyeee ruru lagi dikasih makan sama Qifaya. Oh iya, rusa ini sepertinya sudah sangat terbiasa dengan kunjungan manusia. Buktinya dia memang mendekat ketika kami berdiri di luar pagar, lapar ya ruru? :D




Setelah rusa, kami menuju ke kandang kelinci dan marmut, disana lumayan banyak jenis kelinci dan marmut. ihh anak saya berani ya sedekat itu sama marmutnya, saya mah takuttt..... Kelinci disana ukurannya gak tanggung-tanggung besarnya, kayak kuciing, meoong... Apa mungkin karena keseringan dikasih makan kali ya sampai badannya segede itu, masya Allah.

Memberi makan sapi
Setelah kelinci, kami menuju kandang sapi perah yang warnanya hitam putih itu loh kayak diiklan susu :D Lagi-lagi anak saya benar-benar masya Allah beraninya luar biasa, saya sendiri takut dekat-dekat. Untunglah ada mbak pendamping yang selalu sigap menjaga anak kalo dia terlalu dekat atau ada tanda-tanda bahaya :D Oh iya, baru disini loh saya lihat sapi dikasih makan begini, lidahnya duluan yang keluar memanjang, lucu, anak saya sampai sering meniru gaya makan sapi ini yang lidahnya keluar duluan ambil makanannya. Sapi disini juga gemuk-gemuk, sepenglihatan saya ada tiga ekor sapi disana dan semuanya bewarna hitam putih, cantik dan bersih serta bersuara moo... :D

Setelah memberi makan sapi, kami menuju kandang kambing dan kuda poni. Sebenarnya sih ada banyak kandang yang kami lewati saat memberi makan hewan ternak, tapi yah hewan yang kami kasih makan ya hanya hewan yang makan sayuran saja, burung, ayam, reptil dll yang tidak makan sayuran ya di skip sama mbaknya.


Spesies kambing di tempat ini cukup banyak, mulai dari lokal hingga kambing bule, halah.. saya lupa nama spesiesnya apa. Lucu banget kambing-kambingnya terlihat sangat kelaparan atau emang dasar rakus ya, mereka saling berebut ingin dikasih makan sama Qifaya. Belum lagi ada yang sampai menyeruduk kawan sendiri untuk makan, rasanya persis dengan situasi di negeri kita ya :D

Kuda poni yang hanya ada dua ekor kala itu (soalnya yang lain pada istirahat dan ada juga yang lagi ditunggangi sama anak-anak TK), ternyata murah senyum ya. Tiap dikasih makan sama Qifaya selalu menampakkan gigi-giginya bak abis pake behel, rapi beneerr tapi sayang kotor :D mbak nya sampai bilang sama Qifaya kalo malas sikat gigi, nanti giginya bakal kayak poni :D

Nah, dengan selesainya memberi makan kambing dan kuda poni yang kandangnya bersebelahan, selesai juga tur yang diberikan oleh mbaknya, anak disuruh cuci tangan pake sabun, abis itu mbaknya pamitan dan kita boleh deh keliling sendiri di kompleks jendela alam itu. Untuk menengok ulang binatangnya juga boleh tapi gak dikasih makan lagi. Anak saya tiba-tiba cemberut pas sesi animal feedingnya usai :D

Setelah memberi makan hewan, rasanya saya puas banget deh.. sangkaan awal saya tentang tempat ini jadi sirna. Jendela alam ini benar-benar ramah anak dan bisa jadi sarana bermain sambil belajar bagi anak-anak. Saya kemudian melanjutkan berkeliling dengan anak saya, disana terdapat arena bermain anak juga loh dan bebas dimainkan oleh anak-anak.

Arena bermain anak
Di sebelah arena ini terdapat kolam renang yang bisa dimainkan dengan membeli tiket masuk terlebih dahulu, kalo gak salah 20rb-25rb rupiah. Karena saat itu lagi ada tour anak-anak TK, arena bermainnya jadi sangat padat. Oh iya, jika kelaparan tak perlu khawatir karena disana juga terdapat 2 kantin yang bisa jadi tempat duduk cantik kita sambil menikmati sekeliling. Ingat ya, gak boleh bawa makanan dari luar jika ingin masuk ke tempat ini :D

Ketika menyisir tempat ini, saya menemukan lokasi outbond mini untuk dewasa dan anak, berada di sisi kanan pintu masuk. Tapi entah kenapa lagi sepi banget, jadi takut lama-lama di sisi itu :D




Setelah duduk cantik di kantin makan yogurt dingin, karena jam sudah menunjukkan hampir pukul 13, saya memutuskan untuk keluar dan menuju ke Farm House yang lokasinya juga berada di Lembang.

Sampai disini dulu tulisan saya mengenai jendela alam di lembang, semoga menjadi inspirasi bagi para orang tua untuk mengajak anaknya berwisata sekaligus belajar di jendela alam ini.

1 comments:

Wisata Bandung: Farm House Lembang – Mamsqi said...

[…] ke Farm House Lembang sebelumnya dimulai dari jendela alam, karena berhubung lokasinya tidak begitu jauh (sama-sama di Lembang) dan kala itu masih siang, jadi […]

Post a Comment

Bagaimana Pendapatmu?