Jumat, 26 Mei 2017

Wisata Bandung: Dusun Bambu


Setelah mencari referensi di google tentang wisata Bandung yang ramah anak, akhirnya saya menemukan salah satu blog yang mereferensikan dusun bambu. Saya mencoba menelusurinya, lokasinya berada di Jalan Kolonel Masturi KM 11, cisarua, lembang, Kab Bandung Barat. Jika menggunakan aplikasi uber, tinggal tulis di tujuan "dusun bambu". Dari Sukajadi ke Dusun Bambu, dengan menggunakan jasa uber, saya harus mengeluarkan uang sebesar 60rb rupiah. Cukup murah, melihat perjalanannya yang jauh dengan jalan menanjak dan berkelok-kelok. 



Lokasinya yang begitu jauh dari perkotaan, membuat suasananya menjadi dambaan penduduk kota. Cuaca yang dingin karena berada di atas daratan, menjadikan tempat ini menjadi salah satu tujuan favorit jika ke Bandung. Biaya masuknya juga relatif murah yaitu 20rb rupiah dan bisa ditukarkan dengan air mineral ketika pulang nanti.

Ketika telah melewati loket pembayaran, kita diminta untuk naik ke atas mobil yang akan mengantarkan kita ke bagian pusat tempat ini. Sebenarnya kita juga bisa berjalan kaki ke atas, tapi karena baru pertama kali datang kesini dan jalanannya menanjak, jadi terasa sulit jika harus berjalan kaki terlebih ketika membawa balita tanpa stroller

Supir mobil akan menunggu penumpang lain baru akan berangkat. Ketika berangkat, disepanjang jalan terdapat pemandangan yang luar biasa indahnya, ada begitu banyak pohon dan terdapat satu spot dimana terhampar rumput sintetis. Orang-orang diperobolehkan masuk tapi harus melepaskan alas kaki (saya lupa ambil gambarnya)



Foto: dokumentasi pribadi
Jika sudah melihat penanda bambu-bambu seperti di atas, berarti kita sudah tiba di pemberhentian terakhir mobil angkutan dalam dusun bambu. Jika diperhatikan secara detail, susunan bambu-bambu ini sangat kompleks loh, bagian dalamnya bukan ruang hampa bambu, semuanya terisi bambu dan dipondasi dengan bambu juga. Keren ya!

Rumah Bambu di Atas Danau

Ada satu spot yang selalu dijadikan foto andalan ketika bermain di dusun bambu, yaitu spot foto dengan latar belakang rumah di atas danau. Ternyata rumah-rumah yang berjejer adalah tempat makan yang bisa disewa oleh pengunjung, sudah plus dengan perahu yang bisa dipakai mengelilingi danau yang dipenuhi dengan ikan koi.


Jika tidak ingin makan di rumah tersebut, tapi ingin berperahu ria, boleh kok.. Cukup membayar 10rb rupiah per orangnya. Kita sudah bisa dinatar oleh petugasnya mengelilingi danau sebanayk 2x, sudah bisa berpose cantik pula di atas perahu. Ingat ya untuk tidak bergerak terlalu banyak ketika di atas perahu, takut kebalik perahunya :D

Foto di atas perahu
Dari Jauh, inilah lokasi fotonya

Naik Kuda di Dusun Bambu

Sebenarnya, sebelum kesini, saya ingin membawa anak saya ke de'ranch, berhubung waktu di Jendela Alam anak saya tidak bisa naik kuda. Tetapi setelah menyusuri dusun bambu, ternyata ada juga wahana berkudanya. Untuk menikmati berjalan-jalan dengan menunggangi kuda, dikenakan biaya 35rb rupiah per orangnya. Kebetulan waktu itu suami saya menggunakan kuda yang sama dengan anak saya, meski begitu bayarannya tetap sama, 35rb per orang, sudah termasuk bapak-bapak yang mendampingi. Waktu itu ada dua orang yang mendampingi.

Awalnya takut, tapi lama-lama jadi suka

Bermain Dengan Kelinci

Entah kenapa ya, di setiap tempat wisata Bandung yang ramah anak, pasti ada rumah kelincinya. Begitu juga dengan dusun bambu, terdapat spot rumah kelinci dimana terdapat begitu banyak spesies kelinci. Tempatnya unik, bisa dipakai berfoto dan sangat ramah instagram loh. Untuk masuk ke spot ini dikenakan biaya sebesar 35rb rupiah per orang. Disebelah rumah kelinci ada juga spot bermain anak, dengan tarif 45rb per orang untuk biaya masuknya. Berhubung waktu itu sedang panas-panasnya (tempat bermain ada dibagian atas jadi kena matahari, sementara rumah kelinci bagian bawah jadi tertutup dari matahari), jadi saya tidak mengajak anak saya masuk ke tempat bermainnya.





Sangkar Burung Raksasa

Pernah dengar ada sangkar burung raksasa di dusun bambu? Sebenarnya sama halnya dengan ruma-rumahan bambu di tengah danau, tempat ini adalah ruang makan yang bisa disewa per jam. Bentuknya memang mirip sangkar burung dan berada di bagian atas jalan utama. Jika tidak ingin menyewanya, tenang saja kita tetap bisa naik ke atas dan berfoto (tapi tidak boleh masuk ya ke sangkarnya) di sepanjang koridor yang terbuat dari besi.




Fasilitas Untuk Orang Tua dan Cacat

Jika ingin membawa keluarga yang sudah tua, ataupun (maaf) cacat. Tenang saja, di dusun bambu disediakan fasilitas kursi roda untuk orang yang membutuhkan. Jalanan yang mendukung juga memungkinkan kita mendorong kerabat kita dengan kursi roda yang disediakan. Bahkan untuk anak yang masih menggunakan stroller juga bisa. Lingkungan dusun bambu yang semuanya masih baru dan terawat sangat memungkinkan roda stroller berputar tanpa adanya halangan.


Kantin dan Toko Oleh-Oleh

Jika lapar setelah berkelana menyusuri dusun bambu, tenang saja. Disana ada kantin kok dan tentunya juga tersedia toko oleh-oleh. Akan tetapi ketika saya cek, toko oleh-olehnya lumayan mahal jika dibandingkan dengan harga di Bandung. Mending beli di Bandung deh kalo camilannya, kecuali mungkin jika ingin membeli oleh-oleh yang ada tulisan dusun bambunya, boleh deh disini. Untuk menikmati makanan di kantinnya, kita harus membeli vouchernya dulu. Jadi kita belanjanya gak pake uang cash tapi menggunakan voucher (lupa saya foto). Jika voucher tidak habis digunakan, tenang saya bisa di kembalikan kok dananya :D


Nah, sekian perjalan saya di dusun bambu. Tertarik berkunjung? Siapkan uang cash ya, soalnya disana gak ada ATM dan saran saya gunakan mobil rental, soalnya pas pulang saya lama banget order uber dan grab tapi tidak ketemu-ketemu, setengah jam berlalu baru ketemu. Soalnya disini terpencil banget lokasinya, sangat jarang ada driver grab dan uber yang berkeliaran di sekitar sini.

Semoga tulisan saya membantu ya..

0 komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Pendapatmu?