Minggu, 30 April 2017

Wisata Makassar: Dari Losari ke Rotterdam

Sabtu kemarin, saya mengajak adik dan anak saya, serta seorang sahabat, untuk jalan-jalan ke Pantai Losari, tepatnya di bagian anjungannya. Berhubung saya sedang berada di Makassar, dan kebetulan isi kamera masih foto itu-itu saja, jadilah kami berangkat ke lokasi di pagi hari. Belum juga sampai, baru berada di depan rumah wakil Presiden RI, bapak Yusuf Kalla, tiba-tiba perjalanan kami terasa aneh. Ternyata ban bagian depan motor kami kempes sekempes-kempesnya. Kawan saya yang saat itu memang sudah berangkat duluan dan sudah tiba di lokasi, langsung saya kabari. Beruntung, calon suami dia sedang tugas jaga disekitar situ dan langsung datang membantu kami 😂

Setelah dicek, ternyata ban depan kami sobek bagian dalamnya. Luar biasa sobekannya besar sekali. Setelah diganti ban dalam baru seharga 50rb rupiah, akhirnya kami melanjutkan perjalanan dan parkir di tempat parkir khusus depan masjid terapung. Mungkin karena hari itu adalah sabtu pagi ya, jadi anjungan pantai losari masih lumayan sepi. Berbeda jika kita datang di hari Ahad atau Sabtu malam, mungkin kondisinya berbeda. Suasana sepi seperti ini, sangat memungkinkan anak saya berlari kesana kemari. Mungkin pikirnya, akhirnya ketemu tanah lapang buat lari-larian 😂

Inilah foto kami di depan masjid amirul mukminin atau lebih dikenal dengan sebutan masjid terapung, karena lokasinya memang berada di atas air kali ya. Hari itu pagar masjid tertutup, mungkin karena bukan waktu shalat wajib kali ya, takutnya ada anak alay yang masuk hanya sekedar foto buat kekinian di instagram.


Nah, ini dia pagar masjid terapung yang saya bilang tutup sebelumnya. Cuaca berangin hari itu membuat jilbab anak saya terbang kemana-mana, untuk foto ootd nya pun jadi agak sulit 😂


Yah, meskipun begitu, saya yang emang suka ngambil foto anak saya tetap semangat fotoin dia hingga beberapa kali dengan mode sport. Bisa kebayang berapa banyak foto yang diambil hanya untuk dapat 1 foto bagusnya. Untung banget anak saya gak neko-neko. Abis foto, yang jelas dia diizinkan berlarian, tetap oke dia diajak foto berikutnya.

Foto: dokumentasi pribadi

Terakhir kali mengunjungi anjungan pantai losari, penampakaannya tidak seperti ini sama sekali. Waktu itu anjungan tidak seluas sekarang ini. Dulu juga anjungan pantai losari masih sangat kotor dan bau pesing. Meski saat ini ada beberapa spot yang bau pesing, setidaknya penampakannya sudah bersih.


Di anjungan ini juga ada banyak sekali patung dan karya seni lainnya, salah satunya adalah patung becak berwarna emas ini. Lucu banget, sangat mirip aslinya. Sebenarnya ada banyak sekali spot foto yang unik dan instagram friendly di anjungan pantai losari ini, namun karena mataharinya sudah sangat tidak bersahabat, asli panas banget. Waktu itu pukul 10.00 wita dan matahari sudah sangat menyengat, jadi kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Benteng Fort Rotterdam, yang lokasinya hanya berjarak sekitar 5 menit dari anjungan Pantai Losari dengan menggunakan kendaraan bermotor.


Dan inilah saya berada di dalam Fort Rotterdam, bersih sekali. Sangat disayangkan ketika kami masuk, kami disuruh menuliskan nama dan diminta untuk memberikan uang serelanya, ini kan sama saja pungli. Padahal ya seumur hidup sejak jaman saya sd, belum pernah saya dimintai uang oleh penjaganya. Mungkin karena di kolom asal kami menulis dari luar kota kali ya..


Seperti di anjungan pantai losari, di benteng rotterdam juga banyak spot bagus untuk berfoto, hanya saja karena adik saya sudah kelelahan, kami jadi tidak bisa berkeliling di dalam benteng bersejarah ini.


Sama seperti saat di pantai losari, anak saya tetap suka berlarian di benteng rotterdam, yah anak ini emang suka lari sih 😅

Nah, itulah perjalananku mengunjungi pantai losari dan benteng rotterdam di Makassar. Next time mungkin jika ada kesempatan, saya ingin mengunjungi lagi benteng rotterdam dan mengeksplore lebih banyak spot-spot bagus disana.

2 komentar:

  1. […] kemarin, sepulang dari Benteng Rotterdam, karena jaraknya tidak begitu jauh, saya memutuskan untuk mampir di rumah makan coto yang terkenal […]

    BalasHapus

Bagaimana Pendapatmu?