Minggu, 23 April 2017

Persiapkan Ini Jika Ingin Travel Dengan Balita


Foto: dokumentasi pribadi
Besok adalah hari dimana saya dan anak saya berangkat ke rumah orang tua di Makassar, ini sudah kali ke sekian perjalanan anak saya menggunakan pesawat, sampai lupa ini sudah yang ke berapa kali. Awal saya membawa anak naik pesawat adalah ketika usianya 4 bulan. Karena saya melahirkan di Makassar, jadi saya juga sekalian menunggu 4 bulan sampai anak saya benar-benar siap dibawa pulang dengan pesawat.

Sebenarnya persiapannya tidak beda jauh sih dengan persiapan yang dilakukan oleh orang dewasa pada umumnya, tapi karena adanya kecemasan pada sang ibu, pasti membawa anak balita di pesawat butuh persiapan lebih :D Saya pribadi menyiapkan hal-hal khusus untuk anak saya agar dia tidak rewel selama menunggu di waiting room apalagi di dalam kabin pesawat.

Pakaian

Sama seperti orang dewasa, balita juga butuh pakaian. Namun jika orang dewasa hanya membutuhkan pakaian 2 lembar, maka balita butuh setidaknya 6 lembar. Semakin kecil usianya, maka bisa lebih banyak dari itu. Kenapa? soalnya pakaian anak kecil rentan banget kotor, entah itu karena makanan, bermain, berkeringat atau malah karena popok yang kepenuhan lantas bocor.

Pakaian juga harus disesuaikan dengan tempat tujuan, misal jika kita menuju tempat yang suhunya dingin makan bawakan baju dingin, jika suhunya panas, maka bawakan baju yang agak tipis. Kalau saya pribadi sih, karena anak saya mengenakan jilbab, yang membedakan hanya jaket saja. Kalau tujuannya dingin saya akan bawakan jaket lebih, jika panas maka saya hanya bawa 1 atau 2 jaket setidaknya untuk jaga-jaga mungkin akan dibutuhkan.

Selain memasukkan pakaian dalam koper, saya juga sering menyelipkan pakaian ganti di dalam backpack saya. Agar jika terjadi "pakaian kotor", saya bisa menggantinya dengan cepat tanpa harus membongkar koper lagi.

Popok

Untuk popok sendiri, saya tidak pernah membawa dalam jumlah banyak, paling hanya 3-4 lembar saja sih. Soalnya kan popok barang umum ya dijual, jadi tidak sulit untuk menemukannya. Popok juga saya hanya menyimpannya di dalam backpack, biar lebih mudah untuk dijangkau.

Toileters

Membawa toileters menurut saya sangat penting, terlebih sabun. Saya sering membawa toileters anak ukuran kecil, toileters sendiri hanya berupa tissue kering, tissue basah, sikat gigi dan sabun ukuran kecil. Sabun saya letakkan di dalam backpack beserta tissue. Kenapa? soalnya bisa gawat jika anak poop di tempat umum dan tidak terdapat sabun. Jadi yah benda ini sangat wajib untuk dibawa.

Susu

Berhubung anak saya meminum susu bermerk curcuma plus, dan susu itu lumayan sulit ditemukan, saya sering membawa 2-3 kotak di dalam koper. Soalnya anak saya, usia 3 tahun bahkan dia masih minum susu dengan dot, dan dia tidak bisa tidur tanpa minum dot. Untuk bekal di backpack, saya menyiapkan susu UHT merk apa saja, tapi belakangan saya suka banget dengan UHT punya morigana, bahannya plastik ya mirip susu indomilk kemasan botol plastik, tapi khusus buat balita ini susunya. Kemasan seperti itu jadi gak gampang penyok kalo tertindih barang lain. Berbeda dengan kemasan kotak, sangat rentan bocor dan penyok jika tertekan.

Camilan

Saya sering menyediakan coklat buat anak saya, soalnya dia suka banget dengan coklat. Sebenarnya coklat dijual bebas di bandara, namun karena harganya begitu mahal, saya memutuskan untuk membeli di super market atau mini market sehari sebelum berangkat, biar gak lupa lagi. Tau lah emmak-emmak, perhitungannya luar biasa ya. hahaha

Gendongan / Stroller

Gendongan atau stroller sebenarnya ditentukan dari usia anak dan kondisi tempat tujuan. Jika anak usia di bawah 2 tahun (atau badannya masih kecil), sebaiknya menggunakan gendongan. Jika di atas 2 tahun (atau tubuhnya sudah berat untuk digendong lama) sebaiknya menggunakan stroller. Anak saya, menggunakan gendongan hanya sampai usia 1 setengah tahun saja, soalnya badannya Alhamdulillah cepat besar dan tubuhnya sudah tidak muat lagi di dalam gendongan, jika menggunakan gendongan malah bagian paha jadi lecet karena ketatnya gendongan itu.

Perhatikan juga tempat tujuan, jika tempatnya ramah stroller, maka bawalah stroller yang tidak merepotkan, ada kok stroller khusus travel. Kenapa bawa stroller travel, soalnya ini kita bawa anak ya, jadi jangan mau terlalu direpotkan dengan stroller ukuran gede. Bisa-bisa anak jadi stress kalau orang tua juga stress.

Tiket

Nah, ini yang paling penting sebenarnya :D jangan sampai kita dah punya tiket tapi malah lupa belikan anak tiket. Kejadian ini pernah loh terjadi di pesawat yang saya tumpangi, ada seorang ibu yang tidak membelikan tiket untuk anak balitanya, alhasil dia gak bisa naik dong di pesawat, si ibu disuruh membeli tiket baru untuk si anak, yah kena deh mau lolos gratis tiket malah dapat harga lebih mahal. Padahal kan jika dibeli sebelumnya lewat travel online, bisa lebih murah buk!

Oh iya, tiket pesawat tidak berpatokan pada usia anak ya, anak saya usia belum 2 tahun sudah beli tiket utuh. Kenapa? karena tubuhnya sudah melewati dagu orang dewasa saat duduk dipangkuan, jadi dia harus duduk sendiri. Lagipula, jika tubuh anak sudah besar meski usia belum sampai 2 tahun, sangat tidak nyaman loh duduk berjam-jam di pesawat sambil pangku anak. Anak tersiksa, ibu juga tersika.

Mainan

Ingat bawakan mainan kesayangan anak, satu aja gak perlu banyak. Anak saya sendiri, saya selalu membiarkannya memilih satu mainan berukuran kecil yang paling dia suka, hal ini bisa membantu menenangkan dia jika rewel loh. Namun terkadang ada juga pesawat yang memberikan mainan khusus anak kecil, seperti waktu itu saya menaiki garuda tujuan UPG-KDI, anak saya dikasih satu boneka kecil. Namun jangan terlalu bermimpi ya, gak semua pesawat garuda ngasih mainan ke anak kecil :D

Obat-Obatan

Obat-obatan yang saya bawa setiap melakukan perjalanan hanya berupa balsem dan minyak telon.

Nah, itu lah tadi daftar apa-apa saja yang harus dipersiapkan untuk travel bersama balita. Namun, semuanya balik lagi ke kondisi masing-masing anak dan keluarga.

Sekian dari saya, semoga perjalanannya aman dan menyenangkan yaa...

0 komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Pendapatmu?