Tuesday, April 11, 2017

Maaf Aku Lelah

Assalamu'alaikum..

Dear, anakku Qifaya..
Maaf aku lelah.. aku begitu lelah sayangku. Meski tidak seharusnya aku mengeluhkan tentang lelahku, tapi aku hanya ingin kau tahu alasan mengapa nada suaraku tinggi saat itu.

Aku lelah.. sungguh bukan karena dirimu, sayangku. Belum ada sedetikpun aku merasa lelah karena membesarkanmu, bahkan sejak kau hanya berupa embrio di dalam kandunganku dan aku hanya mengenalimu dari dua garis merah di testpack. Aku lelah karena hal lain, sehingga membuat emosiku meningkat. 

Ya, tidak seharusnya aku lampiaskan padamu. Maafkan aku karena belum bisa sepenuhnya mengontrol emosi. Tapi percayalah, semarah apapun aku, tidak mungkin aku tidak menyayangimu. Sedikitpun tidak akan berubah rasa sayang itu.

UAXZ5823
Foto: dokumentasi pribadi
Tolong lah nak, suatu hari nanti ketika kau bertumbuh semakin besar, ketika aku tak sanggup menahan emosi, tolong jangan kau balas dengan amarah. Aku mencintaimu, nak. Tolong kau peluk aku, ingatkan aku tentang rasa sayang itu, sebagaimana yang sering kau lakukan diusia mu saat ini. Karena amarah adalah bagian dari syaitan, aku sedang terasuki oleh syaitan, mungkin karena imanku begitu lemah. Karena itu, tolong hilangkan rasukan itu dengan pelukanmu, dengan ciumanmu. Sehingga aku kembali pada kasih sayang.

Nak, jangan pernah sekalipun kau berpikir bahwa aku marah dan tidak menyayangimu lagi, jangan nak! Aku begitu mencintaimu, bahkan amarah dari syaitan pun insya Allah tak akan mampu mengurangi kasih itu.

Jadi, tolonglah kau ingat bahwa semarah apapun aku, meski saat itu aku menampakkan wajah seseram apapun, kau tetap kusayangi.

0 comments:

Post a Comment

Bagaimana Pendapatmu?