Buruknya Pelayanan DHL, Pengalaman Pribadi

Beberapa waktu yang lalu, kami memesan dua buah mesin Kangen Water yang nilainya hampir 80jt rupiah, pengiriman langsung dari Surabaya ke Kendari. Biasanya sih kami menggunakan jasa ekpedisi lain, hanya saja entah bagaimana ceritanya, kantor mengirim menggunakan jasa DHL yang berujung penyesalanan.

Okay, pengiriman pun berlangsung, suami saya sudah rajin pake banget mengecek status pengiriman paket mesin yang nantinya akan dimiliki oleh orang lain. Jadi ceritanya, suami saya ini adalah distributor mesin Kangen Water ya, dan dua buah mesin ini adalah titipan dari kawan yang ingin memiliki mesin ini juga. Saya ulangi ya, nilai paket ini hampir 80jt rupiah, dimana 1 buah mesin seri junior seharga 27jt dan seri SD senilai 48,5jt. Tepatnya adalah 75,5jt.

Foto: google
Tanggal 18 April 2017, pagi-pagi sekali saya sudah berangkat ke kampus, kebetulan hari itu adalah hari dimana kawan saya melaksanakan ujian proposal tesis, so i thought i need to support her dengan hadir di ruangan ujian. Kebetulan juga, suami saya pagi-pagi sudah ada jawdal edukasi dan harus berangkat setelah saya berangkat ke kampus.

Sepulang dari kampus, tepatnya pukul 11 siang, saya sangat kaget, ketika tiba di depan rumah, ada paket berkemasan dus yang tergeletak di depan pintu rumah saya. Oh iya, rumah saya tidak memiliki pagar sama sekali ya, perumahan kami memang tidak memiliki pekarangan rumah apalagi pagar dan sama sekali tidak memiliki security yang berjaga. Tetangga saya yang melihat saya baru saja pulang, langsung mengatakan bahwa ada paket yang disimpan di depan pintu rumah saya (lah biar tidak diberitahu juga saya sudah lihat sampai shock).

Hal yang membuat saya geram, adalah pihak DHL sama sekali tidak memberikan info kepada suami saya (yang nomornya tertera pada paket dan resi pengiriman), tidak menitip ke tetangga atau apapun itu sebagai bentuk pertanggungjawaban pihak ekspedisi terhadap paket kirimannya yang telah kami bayar sesuai dengan tarifnya tanpa nego tanpa diskon apalagi nyicil. Semuanya tunai!

Bahkan ekspedisi sekelas JNE yang reputasinya selalu saja mengirimkan paket terlambat (bahkan menghilangkan paket), jika empunya paket tidak ada di rumah, pasti si kurir menelpon atau menitip paket di rumah tetangga, atau si kurir akan membawa pulang paketnya dan akan mengantar di kemudian hari. Sementara DHL, ekspedisi yang katanya leader of logistics industry, malah menelantarkan paket kliennya begitu saja tanpa ada info sama sekali. Paket dengan nilai puluhan ribu saja jika diperlakukan seperti itu maka konsumen akan merasa kesal, apalagi jika paket memiliki nilai puluhan juta rupiah.

Kapok deh saya pake DHL, horor banget sih kurirnya.

Posting Komentar

Bagaimana Pendapatmu?

My Instagram

Copyright © Mamsqi. Blogger Templates Designed by OddThemes