Minggu, 30 April 2017

Wisata Makassar: Dari Losari ke Rotterdam

Sabtu kemarin, saya mengajak adik dan anak saya, serta seorang sahabat, untuk jalan-jalan ke Pantai Losari, tepatnya di bagian anjungannya. Berhubung saya sedang berada di Makassar, dan kebetulan isi kamera masih foto itu-itu saja, jadilah kami berangkat ke lokasi di pagi hari. Belum juga sampai, baru berada di depan rumah wakil Presiden RI, bapak Yusuf Kalla, tiba-tiba perjalanan kami terasa aneh. Ternyata ban bagian depan motor kami kempes sekempes-kempesnya. Kawan saya yang saat itu memang sudah berangkat duluan dan sudah tiba di lokasi, langsung saya kabari. Beruntung, calon suami dia sedang tugas jaga disekitar situ dan langsung datang membantu kami 😂

Setelah dicek, ternyata ban depan kami sobek bagian dalamnya. Luar biasa sobekannya besar sekali. Setelah diganti ban dalam baru seharga 50rb rupiah, akhirnya kami melanjutkan perjalanan dan parkir di tempat parkir khusus depan masjid terapung. Mungkin karena hari itu adalah sabtu pagi ya, jadi anjungan pantai losari masih lumayan sepi. Berbeda jika kita datang di hari Ahad atau Sabtu malam, mungkin kondisinya berbeda. Suasana sepi seperti ini, sangat memungkinkan anak saya berlari kesana kemari. Mungkin pikirnya, akhirnya ketemu tanah lapang buat lari-larian 😂

Inilah foto kami di depan masjid amirul mukminin atau lebih dikenal dengan sebutan masjid terapung, karena lokasinya memang berada di atas air kali ya. Hari itu pagar masjid tertutup, mungkin karena bukan waktu shalat wajib kali ya, takutnya ada anak alay yang masuk hanya sekedar foto buat kekinian di instagram.


Nah, ini dia pagar masjid terapung yang saya bilang tutup sebelumnya. Cuaca berangin hari itu membuat jilbab anak saya terbang kemana-mana, untuk foto ootd nya pun jadi agak sulit 😂


Yah, meskipun begitu, saya yang emang suka ngambil foto anak saya tetap semangat fotoin dia hingga beberapa kali dengan mode sport. Bisa kebayang berapa banyak foto yang diambil hanya untuk dapat 1 foto bagusnya. Untung banget anak saya gak neko-neko. Abis foto, yang jelas dia diizinkan berlarian, tetap oke dia diajak foto berikutnya.

Foto: dokumentasi pribadi

Terakhir kali mengunjungi anjungan pantai losari, penampakaannya tidak seperti ini sama sekali. Waktu itu anjungan tidak seluas sekarang ini. Dulu juga anjungan pantai losari masih sangat kotor dan bau pesing. Meski saat ini ada beberapa spot yang bau pesing, setidaknya penampakannya sudah bersih.


Di anjungan ini juga ada banyak sekali patung dan karya seni lainnya, salah satunya adalah patung becak berwarna emas ini. Lucu banget, sangat mirip aslinya. Sebenarnya ada banyak sekali spot foto yang unik dan instagram friendly di anjungan pantai losari ini, namun karena mataharinya sudah sangat tidak bersahabat, asli panas banget. Waktu itu pukul 10.00 wita dan matahari sudah sangat menyengat, jadi kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Benteng Fort Rotterdam, yang lokasinya hanya berjarak sekitar 5 menit dari anjungan Pantai Losari dengan menggunakan kendaraan bermotor.


Dan inilah saya berada di dalam Fort Rotterdam, bersih sekali. Sangat disayangkan ketika kami masuk, kami disuruh menuliskan nama dan diminta untuk memberikan uang serelanya, ini kan sama saja pungli. Padahal ya seumur hidup sejak jaman saya sd, belum pernah saya dimintai uang oleh penjaganya. Mungkin karena di kolom asal kami menulis dari luar kota kali ya..


Seperti di anjungan pantai losari, di benteng rotterdam juga banyak spot bagus untuk berfoto, hanya saja karena adik saya sudah kelelahan, kami jadi tidak bisa berkeliling di dalam benteng bersejarah ini.


Sama seperti saat di pantai losari, anak saya tetap suka berlarian di benteng rotterdam, yah anak ini emang suka lari sih 😅

Nah, itulah perjalananku mengunjungi pantai losari dan benteng rotterdam di Makassar. Next time mungkin jika ada kesempatan, saya ingin mengunjungi lagi benteng rotterdam dan mengeksplore lebih banyak spot-spot bagus disana.

Balita Pakai Stroller Bukan Berarti Malas

"Anaknya sudah besar masih didorong pake stroller ya.. Heran?"

Anak saya sedang dalam kondisi tidak 100% sehat sejak 2 hari sebelum keberangkatan, kami sedang dalam lini masa family travel 3 kota. Insya Allah hingga akhir Mei. Meski kondisi tidak 100% sehat, sekarang alhamdulillah sudah berangsur-angsur menuju kesembuhan, tapi saya sebagai ibu tetap khawatir lah. Secara last family travel kami, anak saya kena pilek karena kecapean abis dari Surabaya - Malang, sampai Jakarta langsung drop karena dia ikutan jalan kaki.


Sepanjang jalan saya mendorong anak saya, orang2 pada menatap lirih, mungkin heran, anaknya sudah segede karung beras tapi masih didorong asyik, anaknya malas ga mau jalan, anaknya keenakan didorong terus. Kamu hanya bisa bicara ahh.. Anak saya ini Masya Allah kelebihan energi, jika dilepas dari strollernya, rumah2annya saja berani dia panjati sampai atap lalu loncat turun ke bawah. Energi kamu akan habis mengejarnya sebelum dia kehabisan 3/4 energinya, insya Allah!

Stroller ini juga berfungsi bagi mamy agar tidak kehabisan energi kejar2 dia di tempat umum. Bisa fatal kalo mamy kehabisan energi di tempat umum, dan lagi stroller juga bermanfaat "mengikatnya" saat berada di keramaian dimana banyak hal berbahaya, misalnya di jalan raya. Selagi stroller masih kuat menahan bebannya, kenapa tidak?

Sabtu, 29 April 2017

Penanganan Batuk Pilek Pada Balita

Dua hari sebelum berangkat ke Makassar, anak saya terkena batuk pilek, sedihnya. Saat itu adalah hari Sabtu, sebenarnya setiap dia sakit saya selalu membawanya periksa ke dokter spesialis anak (dsa), soalnya seperti ibu lainnya, tentunya saya sangat khawatir ketika anak saya sakit. Terlebih kala itu, suami saya sedang berada di seberang pulau dan praktis tinggal saya berdua dengan Qifaya di rumah, menambah level kecamasan saya akan sakit batuk pilek yang diderita oleh Qifaya. 

Sempat saya mengunjungi dsa langganan Qifaya, tetapi ternyata di dsa sedang libur praktek dan hanya buka di hari kerja senin-jumat. Maklumlah, saya tidak ingat persis lagi jam operasionalnya karena Alhamdulillah anak saya sangat jarang jatuh sakit. Untuk pertolongan pertama pada batuk pilek Qifaya, saya memberikannya OBH sirup anak, soalnya dia gak demam sama sekali, melainkan hanya batuk berlendir disertai dengan pilek yang ditandai dengan bersin serta hidung mampet. Obat ini sangat mudah di dapatkan di apotik sekitar dan harga hanya 15 ribu rupiah.

Foto: google
Berhubung hidung Qifaya mampet, saya menidurkannya dengan posisi kepala lebih tinggi dari tubuh, saya menyusun dua bantal empuk hingga anak saya tidur dengan posisi kira-kira 45 derajat. Hal ini saya lakukan agar lendir di dalam hidung tidak menyumbat saluran pernafasan sehingga mengganggu tidurnya. Anak yang terkena batuk pilek sebenarnua butuh istirahat yang cukup, jika hidung mampet bukannya istirahat, anak pasti akan gelisah dan susah tidur.

Untuk suhu ruang, saya pertahankan di 28 derajat celcius dan mengenakan pakaian singlet dan celana dalam saat tidur agar tubuhnya juga tidak kepanasan. Saya menghindari selimut karena anak saya emang gak suka pake selimut ya. Saya juga mengoleskan vicks vaporub di bagian leher, dada dan belakang. Saya juga sedikit mengurut dengan vicks vaporub di bagian belakang mata kaki, telapak kaki, betis, dan belakang. Harganya hanya 10rb rupiah yang berukuran paling kecil.
Foto: google

Karena banyaknya lendir di tenggorokannya sampai terkadang muntah, saya menghentikan konsumsi yang dingin serta memberikan asupan makanan dan susu yang cukup dan bergizi. Syukur banget karena anak saya masih doyan minum susu dan makan meski kondisinya bisa dibilang drop.

Alhamdulillah, di hari Senin, kami berangkat, batuknya sudah tidak begitu parah. Di hari Selasa, saya bercakap dengan sahabat saya sejak smp yang kebetulam sekarang berprofesi sebagai dokter umum. Dia mengatakan bahwa saya perlu menambah imunos syrup untuk menambah sistem imun anak saya agar lekas sembuh. Jadilah saya ke apotik untuk membelinya. Waktu itu saya membelinya di apotik guardian yang ada di Mall Panakukkang Makassar, seharga 80rb rupiah. Saya lalu memberikan imunos syrup pada Qifaya, sesuai anjuran kawan saya 1x sehari dan masih boleh melanjutkan OBH combi anak yang telah diminum sejak Sabtu kemarin.

Foto: google

Hari Jumat ini, pagi tadi saya memberikan OBH combi anak untuk terakhir kalinya, malamnya baru imunos syrup. Alhamdulillah batuk anak saya sudah hilang, lendirnya saya perhatikan tinggal dikit. Kalau soal keaktifan sih, alhamdulillah meski sedang sakit, tak ada bedanya dengan kondisi sehat, doi aktif terus. Semoga besok sudah sepenuhnya sembuh ya... 

Minggu, 23 April 2017

Persiapkan Ini Jika Ingin Travel Dengan Balita


Foto: dokumentasi pribadi
Besok adalah hari dimana saya dan anak saya berangkat ke rumah orang tua di Makassar, ini sudah kali ke sekian perjalanan anak saya menggunakan pesawat, sampai lupa ini sudah yang ke berapa kali. Awal saya membawa anak naik pesawat adalah ketika usianya 4 bulan. Karena saya melahirkan di Makassar, jadi saya juga sekalian menunggu 4 bulan sampai anak saya benar-benar siap dibawa pulang dengan pesawat.

Sebenarnya persiapannya tidak beda jauh sih dengan persiapan yang dilakukan oleh orang dewasa pada umumnya, tapi karena adanya kecemasan pada sang ibu, pasti membawa anak balita di pesawat butuh persiapan lebih :D Saya pribadi menyiapkan hal-hal khusus untuk anak saya agar dia tidak rewel selama menunggu di waiting room apalagi di dalam kabin pesawat.

Pakaian

Sama seperti orang dewasa, balita juga butuh pakaian. Namun jika orang dewasa hanya membutuhkan pakaian 2 lembar, maka balita butuh setidaknya 6 lembar. Semakin kecil usianya, maka bisa lebih banyak dari itu. Kenapa? soalnya pakaian anak kecil rentan banget kotor, entah itu karena makanan, bermain, berkeringat atau malah karena popok yang kepenuhan lantas bocor.

Pakaian juga harus disesuaikan dengan tempat tujuan, misal jika kita menuju tempat yang suhunya dingin makan bawakan baju dingin, jika suhunya panas, maka bawakan baju yang agak tipis. Kalau saya pribadi sih, karena anak saya mengenakan jilbab, yang membedakan hanya jaket saja. Kalau tujuannya dingin saya akan bawakan jaket lebih, jika panas maka saya hanya bawa 1 atau 2 jaket setidaknya untuk jaga-jaga mungkin akan dibutuhkan.

Selain memasukkan pakaian dalam koper, saya juga sering menyelipkan pakaian ganti di dalam backpack saya. Agar jika terjadi "pakaian kotor", saya bisa menggantinya dengan cepat tanpa harus membongkar koper lagi.

Popok

Untuk popok sendiri, saya tidak pernah membawa dalam jumlah banyak, paling hanya 3-4 lembar saja sih. Soalnya kan popok barang umum ya dijual, jadi tidak sulit untuk menemukannya. Popok juga saya hanya menyimpannya di dalam backpack, biar lebih mudah untuk dijangkau.

Toileters

Membawa toileters menurut saya sangat penting, terlebih sabun. Saya sering membawa toileters anak ukuran kecil, toileters sendiri hanya berupa tissue kering, tissue basah, sikat gigi dan sabun ukuran kecil. Sabun saya letakkan di dalam backpack beserta tissue. Kenapa? soalnya bisa gawat jika anak poop di tempat umum dan tidak terdapat sabun. Jadi yah benda ini sangat wajib untuk dibawa.

Susu

Berhubung anak saya meminum susu bermerk curcuma plus, dan susu itu lumayan sulit ditemukan, saya sering membawa 2-3 kotak di dalam koper. Soalnya anak saya, usia 3 tahun bahkan dia masih minum susu dengan dot, dan dia tidak bisa tidur tanpa minum dot. Untuk bekal di backpack, saya menyiapkan susu UHT merk apa saja, tapi belakangan saya suka banget dengan UHT punya morigana, bahannya plastik ya mirip susu indomilk kemasan botol plastik, tapi khusus buat balita ini susunya. Kemasan seperti itu jadi gak gampang penyok kalo tertindih barang lain. Berbeda dengan kemasan kotak, sangat rentan bocor dan penyok jika tertekan.

Camilan

Saya sering menyediakan coklat buat anak saya, soalnya dia suka banget dengan coklat. Sebenarnya coklat dijual bebas di bandara, namun karena harganya begitu mahal, saya memutuskan untuk membeli di super market atau mini market sehari sebelum berangkat, biar gak lupa lagi. Tau lah emmak-emmak, perhitungannya luar biasa ya. hahaha

Gendongan / Stroller

Gendongan atau stroller sebenarnya ditentukan dari usia anak dan kondisi tempat tujuan. Jika anak usia di bawah 2 tahun (atau badannya masih kecil), sebaiknya menggunakan gendongan. Jika di atas 2 tahun (atau tubuhnya sudah berat untuk digendong lama) sebaiknya menggunakan stroller. Anak saya, menggunakan gendongan hanya sampai usia 1 setengah tahun saja, soalnya badannya Alhamdulillah cepat besar dan tubuhnya sudah tidak muat lagi di dalam gendongan, jika menggunakan gendongan malah bagian paha jadi lecet karena ketatnya gendongan itu.

Perhatikan juga tempat tujuan, jika tempatnya ramah stroller, maka bawalah stroller yang tidak merepotkan, ada kok stroller khusus travel. Kenapa bawa stroller travel, soalnya ini kita bawa anak ya, jadi jangan mau terlalu direpotkan dengan stroller ukuran gede. Bisa-bisa anak jadi stress kalau orang tua juga stress.

Tiket

Nah, ini yang paling penting sebenarnya :D jangan sampai kita dah punya tiket tapi malah lupa belikan anak tiket. Kejadian ini pernah loh terjadi di pesawat yang saya tumpangi, ada seorang ibu yang tidak membelikan tiket untuk anak balitanya, alhasil dia gak bisa naik dong di pesawat, si ibu disuruh membeli tiket baru untuk si anak, yah kena deh mau lolos gratis tiket malah dapat harga lebih mahal. Padahal kan jika dibeli sebelumnya lewat travel online, bisa lebih murah buk!

Oh iya, tiket pesawat tidak berpatokan pada usia anak ya, anak saya usia belum 2 tahun sudah beli tiket utuh. Kenapa? karena tubuhnya sudah melewati dagu orang dewasa saat duduk dipangkuan, jadi dia harus duduk sendiri. Lagipula, jika tubuh anak sudah besar meski usia belum sampai 2 tahun, sangat tidak nyaman loh duduk berjam-jam di pesawat sambil pangku anak. Anak tersiksa, ibu juga tersika.

Mainan

Ingat bawakan mainan kesayangan anak, satu aja gak perlu banyak. Anak saya sendiri, saya selalu membiarkannya memilih satu mainan berukuran kecil yang paling dia suka, hal ini bisa membantu menenangkan dia jika rewel loh. Namun terkadang ada juga pesawat yang memberikan mainan khusus anak kecil, seperti waktu itu saya menaiki garuda tujuan UPG-KDI, anak saya dikasih satu boneka kecil. Namun jangan terlalu bermimpi ya, gak semua pesawat garuda ngasih mainan ke anak kecil :D

Obat-Obatan

Obat-obatan yang saya bawa setiap melakukan perjalanan hanya berupa balsem dan minyak telon.

Nah, itu lah tadi daftar apa-apa saja yang harus dipersiapkan untuk travel bersama balita. Namun, semuanya balik lagi ke kondisi masing-masing anak dan keluarga.

Sekian dari saya, semoga perjalanannya aman dan menyenangkan yaa...

Sabtu, 22 April 2017

Serunya Bermain Play House di Rumah

Anakku, sejak dulu suka banget saya ajak main ke mall, soalnya saya senang melihatnya lincah bermain loncat kiri kanan. Apalagi Qifaya aktif banget anaknya. Nah, sejak usia 1 tahunan kalo gak salah, anakku mulai melirik permainan perosotan, dia senang banget, berani banget dan bahkan dia berani manjat dari luncuran bukan dari tangganya, masya Allah..

Suatu hari, saya mengajak Qifaya makan di Texas Fried Chicken, kebetulan nih ya disana ada tempat untuk anak bermain, tepatnya luncuran, permainan kesukaan anak saya. Pastilah dia ikutan nimbrung bareng anak lain. I was letting her play just like another kidsBut suddenly, i was so shock.. Gimana gak, tiba-tiba anak saya jatuh dan kepalanya terjepit diantara dua luncuran, posisinya tergantung dengan kepala terjepit lebih tepatnya. Saya yang waktu itu berjarak kira-kira 2 meter dari dia terlambat menolongnya dan syukur Alhamdulillah banget ada seorang ibu yang kebetulan tepat disebelahnya langsung menolong anak saya.

Setelah cek per cek, si ibu penolong memberi tahu bahwa tadi anak seorang anak laki-laki berpakaian seragam SD yang mendorong anak saya. Sontak saya kaget. Beberapa saat kemudian, setelah Qifaya saya peluk sebentar, dasar dia anaknya gak cengeng, dia lanjut main lagi. Nah disitu saya perhatikan si anak laki-laki tadi yang mendorong anak saya sudah ambil posisi siap-siap ingin mengganggu anak saya lagi. Dasar karena saya gak mau kalo Qifaya lihat saya marahin anak orang, ketika anak saya menjauh langsung saya kasih peringatan pada anak laki-laki itu, saya bilang " eh kalo mau main kasar tidak usah disini, awas ya kalo kamu main kasar lagi." Hahaha ngeri banget deh. Anak usia, yang kalo saya lihat sih kelas 1 atau 2 SD. Yah usia segitu sudah bisa lah seharusnya dikasih tau.

Saya keliling cari ibunya juga gak tau ibunya mana, ternyata ibunya lagi duduk di bagian depan restoran dan sama sekali cuek gak perhatikan anaknya. Gemes deh saya sama anak kayak gitu. Harusnya tempat bermain umum adalah tempat yang bagus banget untuk melatih anak belajar untuk mengantri, tapi dengan banyaknya anak yang ikut main, dan anak yang berasal dari berbagai lingkungan, kita gak pernah tau kejadian apa yang akan terjadi, kelalaian saya karena kurang mengawasi. Huffftt. maafkan mamy ya nak.

Setelah saya menceritakan kejadian tersebut kepada suami saya, tentulah dia marah dan sedih banget. Anak semata wayangnya kena musibah ngeri kayak gitu. Akhirnya daddy memutuskan untuk membeli mainan perosotan buat Qifaya.

Setelah cari dimana-mana via online, ternyata banyak stok kosong. Akhirnya, kami coba lirik di toys kingdom yang tokonya nempel sama informa. Ternyata ada yang harga lumayan terjankau dan bahannya juga bagus.

Play House
Nah gambar di atas adalah penampakannya, kami meletakkannya di dalam kamar soalnya rumah kami kecil banget loh Alhamdulillah hihi. Sampe pintu kamar mandi ga bisa dibuka hahaha padahal kamar mandi kamar emang kami gak pake.



Si Qifaya senang banget dibelikan play house ini. Oh iya, ini harganya 2,5jt rupiah, bongkar pasang dan bahannya bagus banget. Ukuran juga oke, mamy juga bisa ikutan main di dalamnya. Sekarang, saking lincahnya, anak kecil ini sudah bisa manjat di atas atapnya, trus loncat ke tempat tidur. Masya Allah, soal fisik anak saya juara satu deh.. belum lagi dia meluncur sambil berdiri, sambil jongkok, sambil menghadap ke atas. Pokoknya dia senang banget. Doi sampe suka main bawa meja dia ke dalam playhousenya.


Rasanya gak sia-sia deh beli mainan mahal-mahal kalo dia happy banget mainnya, gak ada bosannya. Tapi punya play house sendiri bukan berarti Qifaya gak pernah main di tempat umum lagi, saya juga masih biasa membawanya, hanya saja gak sesering dulu. Dulu bisa tiap minggu, sejak punya ini tinggal sekali sebulan. Soalnya gak bisa dipungkiri bahwa tempat umum adalah salah satu tempat terbaik anak-anak bisa banyak belajar.

Memilih Stroller Travel Untuk Anak Usia 3 Tahun

Tidak berapa lama lagi, kami akan berangkat ke kampung halaman kami untuk mengunjungi sanak saudara, lalu kemudian berangkat ke Bandung. Tujuan utama kami ke Bandung sebenarnya sih untuk menghadiri acara gathering Kangen Water, tapi karena gatheringnya hanya 3 hari saja, sisanya kami gunakan untuk berjalan-jalan menyusuri kota Bandung.

Sebelumnya kami bertiga (mamy, daddy dan Qifaya) sudah pernah travel ke Malang, Surabaya dan Jakarta. Waktu itu karena travelnya dilakukan secara estafet dimana kami ke Surabaya dulu lalu ke Malang baru ke Jakarta, kami tidak membawa stroller sama sekali. Berhubung stroller anak saya sangat besar ukurannya jadi sangat tidak memungkinkan dibawa travelling.


Selama di Surabaya dan Malang, kami sangat kerepotan menggendong QIfaya. Sebenarnya anak saya tidak suka digendong sih tapi mungkin karena terlalu lelah dan ingin tidur, dia jadi pengen digendong. Nanti pas tiba di Jakarta baru saya kepikiran untuk rental stroller untuk dia, baru deh lumayan lega. Waktu itu saya menyewa merk chocolatte isport. Rental per minggu 150rb rupiah kalo gak salah sih.

Chocolatte isport
Stroller ini sangat membantu, tapi ketika dilipat ukuran masih besar menurutku sih, dan lagi tempat kakinya sangat kecil jadi anak saya kakinya sering jatuh kiri kanan :D Kalo untuk harga stroller ini sendiri, harganya lumayan terjangkau, gak sampai 1jt rupiah kalo saya intip di Tokopedia. Enak juga kalo dipake di aspal. Oh iya, foto ini diambil 8 bulan lalu loh, waktu itu usia anak saya baru 2 tahun 5 bulan.

Nah, untuk liburan ke Bandung beberapa waktu ke depan ini, sebenarnya saya sudah cari-cari tempat rental stroller di Bandung, hanya saja gak bisa booking dan beberapa harus pake KTP Bandung. Agak ribet juga, gimana kalo nanti malah gak dapat rental ya. Jadilah saya memutuskan untuk membeli sendiri stroller nya. Soalnya kata suami juga barang kayak gini bisa diwariskan ke adiknya nanti (kalo ada) heheh..

Awalnya saya berpikir untuk membeli chocolatte pockit 688. Selain bentuknya bisa di lipat sangat mini, harga juga gak kemahalan, di Tokopedia ada kok harganya gak sampai 1,3jt rupiah.
chocolatte pockit CL 688
Foto: tokopedia
Gambar di atas adalah penampakan chocolatte pockit CL 688, tampilannya lumayan kece ya.. apalagi kalo dilipat, kecil banget. Dan kata mbak-mbak yang jualan, stroller ini mampu menahan beban hingga 25kg.

Kemudian saya melirik lagi stroller punya babydoes golite. Tampilannya mirip-mirip chocholatte pockit sih, tapi dia fungsinya lebih mirip yang CL 788 dan 789, alias bisa 2 posisi duduk atau bahasa kecenya recline. Harga juga jauh dari seri CL 788 atau 789, di Tokopedia saya nemu yang harga 1.050.000 rupiah. Sayangnya stroller ini ukurannya jika dilipat gak sekecil pockit. Jadi ya agak berat juga, secara nanti bakalan rental motor ya di Bandung, agak sulit jika kegedean strollernya.
Baby does golite
Foto: tokopedia
Well, next saya nemu lagi yang mirip chocolatte, bahkan ukuran fold nya juga sama. Namanya babyelle astro s 350, harganya 1,450.000 dan fungsi sudah menyerupai pockit CL 788 dan 789 yang harganya lebih mahal. Tapi yah aku liat difotonya ada tambahan pengaman bagian depan. Untuk anak 1 tahun mungkin oke ya, tapi kalo untuk anakku yang sudah gede, gak bakalan mau dia. Meski saya belum tau apakah dia portable atau permanen.
babyelle astro s 350
Foto: tokopedia
Akhirnya setelah pertimbangan sehari semalam hahaha saya pilih yang chocolatte pockit gen 5 alias CL 789. harga 1,900,000 rupiah. Kenapa pilih yang itu? Soalnya sudah recline. Benar sih CL 788 juga recline, namun warnanya kurang menarik menurutku. Sementara yang CL 789 warna ungunya menurutku bagus dan harga juga hanya beda sekitar 100rban dengan yang CL 788.

Chocolatte pockit CL 789
Foto: tokopedia
Nah itu dia penampakan warna ungunya. Lucu banget, trus sudah ada tas backpacknya. Ini aku pesan di Tokopedia kok, soalnya di Lazada, blibli mahal gilaa bedanya bisa sampai 300rban loh. Paketnya belum datang sih, masih dalam perjalanan. Kalau sudah tiba, nanti deh saya buat postingan baru :D Semoga cocok deh buat anakku yang badannya dah bongsor.

Jumat, 21 April 2017

Buruknya Pelayanan DHL, Pengalaman Pribadi

Beberapa waktu yang lalu, kami memesan dua buah mesin Kangen Water yang nilainya hampir 80jt rupiah, pengiriman langsung dari Surabaya ke Kendari. Biasanya sih kami menggunakan jasa ekpedisi lain, hanya saja entah bagaimana ceritanya, kantor mengirim menggunakan jasa DHL yang berujung penyesalanan.

Okay, pengiriman pun berlangsung, suami saya sudah rajin pake banget mengecek status pengiriman paket mesin yang nantinya akan dimiliki oleh orang lain. Jadi ceritanya, suami saya ini adalah distributor mesin Kangen Water ya, dan dua buah mesin ini adalah titipan dari kawan yang ingin memiliki mesin ini juga. Saya ulangi ya, nilai paket ini hampir 80jt rupiah, dimana 1 buah mesin seri junior seharga 27jt dan seri SD senilai 48,5jt. Tepatnya adalah 75,5jt.

Foto: google
Tanggal 18 April 2017, pagi-pagi sekali saya sudah berangkat ke kampus, kebetulan hari itu adalah hari dimana kawan saya melaksanakan ujian proposal tesis, so i thought i need to support her dengan hadir di ruangan ujian. Kebetulan juga, suami saya pagi-pagi sudah ada jawdal edukasi dan harus berangkat setelah saya berangkat ke kampus.

Sepulang dari kampus, tepatnya pukul 11 siang, saya sangat kaget, ketika tiba di depan rumah, ada paket berkemasan dus yang tergeletak di depan pintu rumah saya. Oh iya, rumah saya tidak memiliki pagar sama sekali ya, perumahan kami memang tidak memiliki pekarangan rumah apalagi pagar dan sama sekali tidak memiliki security yang berjaga. Tetangga saya yang melihat saya baru saja pulang, langsung mengatakan bahwa ada paket yang disimpan di depan pintu rumah saya (lah biar tidak diberitahu juga saya sudah lihat sampai shock).

Hal yang membuat saya geram, adalah pihak DHL sama sekali tidak memberikan info kepada suami saya (yang nomornya tertera pada paket dan resi pengiriman), tidak menitip ke tetangga atau apapun itu sebagai bentuk pertanggungjawaban pihak ekspedisi terhadap paket kirimannya yang telah kami bayar sesuai dengan tarifnya tanpa nego tanpa diskon apalagi nyicil. Semuanya tunai!

Bahkan ekspedisi sekelas JNE yang reputasinya selalu saja mengirimkan paket terlambat (bahkan menghilangkan paket), jika empunya paket tidak ada di rumah, pasti si kurir menelpon atau menitip paket di rumah tetangga, atau si kurir akan membawa pulang paketnya dan akan mengantar di kemudian hari. Sementara DHL, ekspedisi yang katanya leader of logistics industry, malah menelantarkan paket kliennya begitu saja tanpa ada info sama sekali. Paket dengan nilai puluhan ribu saja jika diperlakukan seperti itu maka konsumen akan merasa kesal, apalagi jika paket memiliki nilai puluhan juta rupiah.

Kapok deh saya pake DHL, horor banget sih kurirnya.
This entry was posted in

Sabtu, 15 April 2017

Variabel Nol Akhirnya Dikeluarkan Secara SAH

Dua malam saya bergelut dengan uji asumsi klasik, entah itu uji normalitas K-S yang bermasalah, uji multilinearitas atau uji heteroskedastisitas. Intinya selalu bermasalah. Data tidak normal, akhirnya saya transformasi dengan Ln(X+1) soalnya data saya banyak angka nol nya, setelah normal, muncul lagi masalah VIF berada di atas 10! Tidak lama ada pemberitahuan dari SPSS bahwa ada dua variabel yang tidak bisa diproses karena konstan. Ughhh... bikin stress ya.. 

Akhirnya, pagi ini saya hub pembimbing dan menyampaikan kegalauan hati saya tentang pengolahan data ini. Saya menyampaikan bahwa apakah 2 variabel X saya bisa dikeluarkan karena angkanya memang nol semua setelah dikeluarkan outliers. Variabel ini adalah indikator dari tata kelola perusahaan, yaitu kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial. Memang sih pada perusahaan mining yang list di BEI, kebanyakan sahamnya dimiliki oleh asing.

Untitled
Gambar: dokumentasi pribadi

Gambar di atas adalah penampakan data mentah saya setelah di lakukan pool dataMemang terlihat banyak banget data berangka nol nya, ya kan? Kalaupun disana ada angka yang saya garis merah, mereka hanya akan menjadi outliers, dikeluarkan. Jadi setelah mereka dikeluarkan, ya tentu saja yang lain hanya akan menjadi angka kosong yang tiada berarti, spss akan keluarkan secara otomatis, ga bisa dihitung, soalnya ya angka nol mau di log berapapun, diakar berapapun meski sudah di transformasi Ln(x+1) ya tetap aja ga bisa diolah sama spss.

Jadi, dalam penelitianku ini yang berjudul "Peran profitabilitas dalam memediasi pengaruh tata kelola perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan", resmi variabel kepemilikan intitusional dan manajerial dikeluarkan ya.. Jangan ada lagi dendam diantara kita.

Kamis, 13 April 2017

Lakukan Ini Sebelum Input Data Ke SPSS

Akhirnya kegalauan tentang pooling data yang sempat saya tulis sebelumnya, terjawab juga. Hari ini saya dikasih contoh bagaimana cara pool data oleh pembimbing saya. Beserta cara-caranya. Nah, untuk mengikat ilmu, jadilah saya menulis di blog ini heheh :D Okay, let us do this.

FYI, saya menuliskan tesis berjudul "Peran Profitabilitas dalam Memediasi Pengaruh Tata Kelola Perusahaan dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI 2013-2015". Saya menggunakan data bersumber dari ICMD dan Laporan Keuangan yang diambil di Bursa Efek Indonesia. Nah, data awal saya berupa serangkaian angka-angka yang tertera seperti gambar di bawah ini:

Nak, Pinjami Aku Uangmu

Foto: google

Suatu hari ayahku menelpon, beliau bertanya apakah saya memiliki uang sekian juta karena beliau ingin membayar sesuatu dan saat ini beliau tidak memiliki uang. Beliau malah berjanji akan mengembalikan uang tersebut. Jumlah uang yang diminta, memang bagi saya sudah banyak. Tapi mendengar ucapan beliau, pas saat saya baru saja terbangun, membuat jantung saya benar-benar berdegub kencang. Di pikiran saya saat itu hanyalah, saya ingin segera menutup telponnya agar saya bisa melakukan transfer ke rekening beliau menggunakan m-banking. Saya hanya bilang iya iya, tanpa sadar bahwa saya lupa mengatakan tidak usah dikembalikan. Saking sedihnya saya, saking inginnya saya mengirimkan beliau uang tersebut. Sampai akhirnya setelah sadar tidak mengatakannya, saya lalu mengirimkan sms bahwa tidak usah mengembalikan uang tersebut karena saya memiliki uang lebih.

Terkadang saya suka risih mendengar permintaan yang satu ini, apalagi jika yang mengucapkannya adalah orang tua kandung kita sendiri. Orang tua kita, ayah dan ibu, manusia yang telah membesarkan, merawat, dengan kasih sayang, pengorbanan materi, waktu dan hati! Namun, ketika sang anak telah berkeluarga, malah mereka mengucapkan permintaan ini. Tau gak, dengar ini rasanya jleb banget.. Rasanya gak layak hidup di dunia. Rasanya kayak jadi malin kundang banget! Astagfirullah, kemana kita selama ini?

Tidak seharusnya, orang tua meminjam uang pada anaknya! Tahukah, bahwa sebenarnya mereka berat, sangat berat mengatakannya, apalagi bagi seorang ayah, seorang kepala keluarga. Mereka membuang rasa malunya untuk mengatakan hal tersebut. Saya yakin, untuk mengatakannya, mereka membutuhkan renungan panjang. Untuk itu sebelum meminta, ayahku bertanya terlebih dahulu apakah saya punya uang lebih atau tidak. Padahal sebenarnya, seluruh hartaku ini adalah milik mereka. Bahkan jika kuberikan seluruh harta yang kukumpulkan seumur hidupku, tidak akan cukup untuk membalas segala kebaikan mereka.

Alhamdulillah, saya adalah seorang yang berprofesi sebagai digital marketer, yang artinya saya memiliki penghasilan sendiri. Karena saya memiliki penghasilan sendiri, saya tidak perlu meminta izin kepada suami saya untuk mengelurkan uang. Seseorang tidak berhak atas apa yang menjadi milik orang lain, termasuk suami terhadap mahar istrinya, dan termasuk juga pada penghasilan yang diperoleh istrinya (saya pernah mendengar ceramah ust. Khalid Basalamah, silahkan googling).

Tapi bagaimana halnya dengan istri-istri yang tidak memiliki penghasilan sendiri, alias full uang dari suami saja? Tentu saja harus atas izin suami. Namun menurut pandangan saya, dan tentu pandangan ini insya Allah tidak menyalahi hal syari, sudah selayaknya seorang suami juga harus menengok ke rumah mertuanya, melihat kondisi mertuanya. Karena kebanyakan suami hanya melihat ke rumah orang tuanya, dan tidak mempedulikan mertuanya. Ketika memiliki uang lebih, biasanya suami akan mengirimkan beberapa rupiah pada ibunya, namun seolah lupa pada mertuanya. Padahal dari mertuanya lah lahir ibu dari anak-anaknya, dari mertuanya lah sehingga dia memiliki istri yang cerdas, teman tidurnya. Mertuanya rela melepas anak perempuannya untuk mengurus orang lain tanpa peduli siapa yang akan mengurusnya kelak.

Wahai para suami, tengoklah mertuamu, perlakukan dia sebagaimana kau ingin orang tuamu diperlakukan oleh istrimu. Sesungguhnya mereka malu meminta pada anak perempuannya yang telah bersuami, terlebih ketika sang anak tidak berpenghasilan sendiri. Mereka tahu bahwa segala uang yang dia keluarkan harus atas izinmu, mereka tidak mau terjadi pertengkaran dalam rumah tanggamu karena mereka meminta untuk dipinjami uang. Jangan berpaling dari mertuamu, wahai suami! Karena di dalam tubuh teman tidurmu, mengalir darah mereka.

Insya Allah, ketika kita memuliakan kedua orang tua kita, rejeki tidak akan kemana, Allah begitu kaya, Allah Maha Tahu apa yang telah kita perbuat. Allah tidak akan pernah mengkhianati proses.

Manfaat Gadget Bagi Anak 3 Tahun, Ada Loh!

Anak saya usia 3 tahun dan dia bermain gadget. Mulai dari phablet, smartphone, hingga ipad, laptop juga sih kadang-kadang. Bermain bukan berarti dibebaskan memilih apapun yang dia inginkan dan kapanpun dia minta. Anak saya bermain gadget sesuai dengan arahan saya. Tanpa izin, dia tidak akan berani.

Saya memberikan batas 10-15 menit (2x sehari) setiap dia bermain gadget, saya menyetel alarm di gadget yang dia pakai. Ketika alarm berdering, dengan besar hati dia mengembalikannya. Saat bermain gadget juga, saya hanya membukakan youtube dengan channel edukasi, learning color, abcd, dll. Terakhir kali, saya mengizinkan nonton mengenai bentuk-bentuk benda, segitiga, segiempat, lingkaran, dll. Hasilnya? anak saya langsung praktek, loh. Bukan hanya kali ini sebenarnya, setiap abis nonton, anak saya suka langsung praktek, hanya saja caranya yang berbeda-beda.

Jadi, waktu itu saya sedang bekerja di depan laptop, di samping saya si doi lagi melepas satu per satu jemuran pakaian dia, tidak lama doi minta izin pakai handphone yang katanya untuk berfoto, ternyata oh ternyata anak saya ingin memotret hasil karyanya membuat segitiga..

17861636_10210549162979226_16408796738668206_n
Foto: dokumentasi pribadi
Q: "Mami, mami mami... bole injam ape?" (boleh pinjam hape?)

M: "untuk apa nak?"

Q: "nyau toto itu, tra...engel..." (mau foto itu, triangle) sambil nunjuk hasil karya dia.

M: "Masya Allah, boleh dong sayang"

Dan beginilah hasil jepretan anak saya :D traaa engell...

Gadget bisa bermanfaat juga ternyata ya jika kita sebagai orang tua bijak dalam penggunaannya. Saya pribadi tidak pernah memberikan gadget saat anak saya sedang "ngamuk" soalnya nanti kalo mau minta lagi, dia pasti ngamuk deh... Saya akan memberikan gadget dengan beberpa kondisi dan harus disertai, setiap dia mau ganti channel, harus laporan ke mami, apakah boleh nonton itu atau tidak sama sekali. Dan peraturan ini mutlak, tidak fleksibel.

Rabu, 12 April 2017

Percayalah, Penundaan Selalu Berakhir Tragis

ID-10095092
Foto: google
Saya ingat betul, tepat tanggal 19 februari 2017, saya melaksanakan seminar proposal tesis. Setelah ujian, entah apa yang merasukiku sehingga rasanya benar-benar malas melanjutkan penelitian. Padahal ya, data sudah lengkap dikasih sama pembimbing, kebetulan saya meneliti tentang perusahaan mining di bursa efek indonesia, data diambil dari laporan ICMD, dan kebetulan alhamdulillah pembimbing saya punya datanya :D 

Akhirnya, seminggu yang lalu, di awal bulan April 2017 saya baru mulai mengerjakan datanya. Oh iya, saya meneliti tentang pengaruh profitabilitas memediasi tata kelola perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Pas selesai rekap datanya di excel, sayapun melakukan konsultasi. Ya Allah... hasilnya, setelah melakukan uji asumsi klasik, ternyata data saya SALAH. Kata pembimbing sih, data saya harus di pulling dulu. Entah apa maksudnya, saat ini beliau sedang melakukan pulling data penelitian saya.

Hal yang membuat saya galau, pengelola kampus mengabarkan bahwa tanggal 22 April 2017 akan ada yudisium, dan ujian tutup terakhir dilaksanakan bulan Juni 2017 jika tidak ingin membayar lagi semester 5, sementara akhir April ini saya berangkat travelling bareng suami dan anak dan baru akan tiba kembali akhir Mei. Nah, kalo kayak gini saya kan jadi galau hihihi...

Rasakan lah, siapa suruh suka menunda. Seandainya waktu itu saya tidak menunda, kemungkinan besar tidak akan terjadi hal seperti ini. Solusi? Ya harus dikejar mati-matian pengerjaan hasil :D

Semoga terkejar dehh...

Selasa, 11 April 2017

Maaf Aku Lelah

Assalamu'alaikum..

Dear, anakku Qifaya..
Maaf aku lelah.. aku begitu lelah sayangku. Meski tidak seharusnya aku mengeluhkan tentang lelahku, tapi aku hanya ingin kau tahu alasan mengapa nada suaraku tinggi saat itu.

Aku lelah.. sungguh bukan karena dirimu, sayangku. Belum ada sedetikpun aku merasa lelah karena membesarkanmu, bahkan sejak kau hanya berupa embrio di dalam kandunganku dan aku hanya mengenalimu dari dua garis merah di testpack. Aku lelah karena hal lain, sehingga membuat emosiku meningkat. 

Ya, tidak seharusnya aku lampiaskan padamu. Maafkan aku karena belum bisa sepenuhnya mengontrol emosi. Tapi percayalah, semarah apapun aku, tidak mungkin aku tidak menyayangimu. Sedikitpun tidak akan berubah rasa sayang itu.




Tolong lah nak, suatu hari nanti ketika kau bertumbuh semakin besar, ketika aku tak sanggup menahan emosi, tolong jangan kau balas dengan amarah. Aku mencintaimu, nak. Tolong kau peluk aku, ingatkan aku tentang rasa sayang itu, sebagaimana yang sering kau lakukan diusia mu saat ini. Karena amarah adalah bagian dari syaitan, aku sedang terasuki oleh syaitan, mungkin karena imanku begitu lemah. Karena itu, tolong hilangkan rasukan itu dengan pelukanmu, dengan ciumanmu. Sehingga aku kembali pada kasih sayang.

Nak, jangan pernah sekalipun kau berpikir bahwa aku marah dan tidak menyayangimu lagi, jangan nak! Aku begitu mencintaimu, bahkan amarah dari syaitan pun insya Allah tak akan mampu mengurangi kasih itu.

Jadi, tolonglah kau ingat bahwa semarah apapun aku, meski saat itu aku menampakkan wajah seseram apapun, kau tetap kusayangi.