Minggu, 14 Januari 2018

Sukses Toilet Training Bersama Kakak Q

Sebenarnya agak telat ya anak saya sukses toilet trainingnya. Di saat anak-anak yang lain suskes toilet training di usia 1-2 tahun, anak saya malah suksesnya di usia yang hampir memasuki 4 tahun. But yeah, for me it's better too late than never. Bagusnya, toilet training kakak Q berhasil tanpa ada drama ngompol kiri kanan membasahi lantai. Yah, toilet training kakak Q dimulai atas inisitifnya sendiri yang mungkin mulai jijik dengan keberadaan pipis di dalam popoknya.

Awal November 2017, kakak Q tiba-tiba minta lepas popok saat beraktivitas. Semuanya terjadi secara tiba-tiba, awalnya saya sempat menolak, saya sempat berandai-andai bagaimana kalau kakak Q tiba-tiba ngompol dan saya sedang dalam kondisi yang tidak fit untuk membersihkan ompolnya. Lantas si kakak menjawab, "tidak mami, kakak sudah besar, tidak mau pake popok lagi.". Melihat raut wajahnya yang nampak serius di usianya yang memang sudah seharusnya lepas popok, akhirnya saya mengiyakan dan berani melepaskan popoknya saat dia beraktifitas.

Benar saja, ketika ingin ke toilet kakak Q memberi tahu saya sebelumnya, lantas membuka celananya sendiri dan masuk di toilet sambil ditemani. Namun, saya mengerti karena masih baru belajar, kakak Q masih bingung antara mau pipis atau pup. Kadang kakak Q bilang mau pipis, ternyata pas di toilet malah jadi pup. Nah, untuk membedakan antara keinginan pipis dan pup, kakak Q hanya butuh waktu 10 hari. Tapi saat itu, kakak Q masih menggunakan popok saat tidur siang dan malam ya.

Tepat tanggal 5 Desember 2017, tiba-tiba kakak Q membangunkan saya di tengah malam untuk pipis di wc, wahh kemajuan ini sungguh luar biasa bagi saya. Mulai saat itu, setiap tidur siang dan malam, kakak masih pakai popok, tapi popoknya selalu kosong. Lalu, saya mencoba untuk melepaskan popoknya ketika tidur siang, dengan catatan sebelum tidur saya mengajaknya ke toilet untuk pipis. Alhamdulillah, kakak Q tidak ngompol. Setelah itu, saya mencoba lagi menerapkannya di malam hari, dan Alhamdulillah berhasil juga hingga saat ini.

Pernah sih kakak ngompol di malam hari, itu karena saya lupa mengajaknya ke toilet sebelum tidur. Terjadi 3x selama ini, itupun hanya keluar sedikit lalu kakak Q terbangun dan membangunkan saya untuk menemaninya ke toilet. 

Sebelumnya ada yang bilang, kalau anak masih dot, biasanya toilet trainingnya tidak akan berhasil, but fyi, kakak Q saat memutuskan untuk berhenti memakai popok dan tidak ngompol, statusnya masih menggunakan dot ya.. Setelah sukses di toilet training, barulah kakak Q melepaskan dot dan minum susunya sudah di gelas.

Kamis, 04 Januari 2018

Cara Mendaftar dan Biaya Periksa di RSIA Ananda Makassar

Memasuki usia kandungan 6 bulan, saya dan kakak Q sudah move on  ke Makassar. Berhubung saya berencana melahirkan di RSIA Ananda Makassar, jadi sudah tentu dong saya harus periksanya di dokter yang praktek disana. Sebelumnya, sepupu dan ipar saya sudah pernah melakukan pemeriksaan dan melahirkan di rumah sakit ini. Saya melihat pelayanan yang begitu maksimal dengan kondisi bangunan rumah sakit yang bersih dan terawat, jadi saya juga memutuskan untuk melahirkan disana. 

Awalnya sih, pas tanya-tanya ke beberapa orang tentang berapa biaya sekali checkup disana, kok ya jawabannya beda-beda. Ada yang bilang 500-an ribu, ada yang bilang gak sampai. Mana yang benar nih? Ah... daripada banyak bertanya tapi no action, mending langsung cuss ke rumah sakitnya untuk periksa sendiri.

Sebelum periksa, saya terlebih dahulu mencari informasi seputar dokter di instagram rumah sakit ini. Bisa di cek di @ rsiaananda. Ternyata ada beberapa dokter, yang saya tahu sih, dokter yang namanya Fadli Ananda adalah pemilik rumah sakit ini. Namun saya gak mau lah diperiksa sama beliau, secara beliau laki-laki. Saya juga kemudian bertanya pada ipar dan sepupu saya tentang dokter mana yang bagus di rumah sakit itu, selain pemiliknya, dan kedua saudara saya merekomendasikan dokter Anandha. Selain berjenis kelamin perempuan, sepupu saya mengatakan bahwa beliau kalau mau pegang perut kita, pasti deh sebut nama Allah dulu. Nah! That's the point, i love it!

Setelah memutuskan memeriksakan kehamilan saya dengan dokter Anandha, saya cari lagi tuh infonya di instagram rumah sakit Ananda tentang jadwal periksa dokter Anandha. Setelah dapat info, saya langsung menelpon, nomornya juga ada di bio instagramnya. 

Pertama mendaftar, ternyata RSIA Ananda tidak menerima pendaftaran lewat telpon. Jadi kita harus datang kesana dulu untuk mengisi data diri, kemudian baru deh kita dapat nomor medical record yang selanjutnya tinggal disebutkan jika ingin mendaftar lewat telpon, atau bisa juga mendaftar lewat aplikasi mobile yang disediakan oleh pihak rumah sakit dan bisa di donwload di play store.

Buku Kontrol
Setelah melakukan pemeriksaan dengan dokter, akhirnya struk pembayaran keluar juga.
Biaya Periksa di RSIA Ananda Makassar
Di atas merupakan struk ketika pertama kali saya periksa di RSIA Ananda Makassar. Berhubung vitamin saya masih ada, jadi dokter tidak meresepkan vitamin lain untuk dikonsumsi. Oh iya, saya juga divaksin loh waktu itu, makanya biayanya jadi 400-an ribu. 

Biaya Periksa di RSIA Ananda Makassar
Biaya periksa kedua jadi lebih murah karena dikurangi biaya buku medical record yang diawal dibeli seharga 25 ribu rupiah. Oh iya, pemeriksaan kedua ini saya masih divaksin loh ya.. Sebenarnya harga total periksa di RSIA Ananda Makassar hanya sebesar 225 ribu rupiah saja, sudah USG 4D loh ya!

Nah, demikian cara mendaftar dan biaya periksa di RSIA Ananda Makassar. Semoga membatu ya!

Selasa, 19 Desember 2017

Wisata Makassar: Jalan-Jalan Ke Trans Studio Makassar

Sudah lebih dari sebulan saya dan kakak Q stay di Makassar sembari menunggu kelahiran si adik. Ya, sebenarnya hanya saya dan kakak Q yang tinggal disini, sementara daddy masih tetap tinggal di Kendari menyelesaikan segala urusan sebelum ikut move on ke Makassar. Kebetulan, awal bulan Desember lalu, daddy ada kegiatan di Makassar, yaahh sekalian menjenguk kami disini. Berhubung ada suami yang bisa menemani kemana-mana, terlintaslah pikiran untuk berkunjung ke trans studio Makassar. Sebenarnya sih saya sudah sekian kali main kesini, tapi mumpung kakak Q belum pernah main kesini, jadilah saya memilih tempat ini untuk dijadikan tempat refreshing keluarga kecil kami.


Membawa anak ke wahana bermain memang tidak mudah, apalagi dibarengi dengan perut yang berisi manusia hehe... Tapi karena memang sudah sangat bosan di rumah, tetap deh si bumil kekeuh mau main kesana. 
  • Trans Studio Makassar.
  • Lokasi: Jalan Metro Tanjung Bunga
  • Harga Tiket Masuk : 200k beli di loket, 67k beli via traveloka.
Saat itu, kami datang di hari Jumat, weekend. Awalnya kami mau beli tiket langsung disana, tapi pas ada di depan loket, saya jadi kaget liat harga tiket masuknya yang tertulis 200rb rupiah. heheh padahal semalam saya sempat cek di Traveloka harganya hanya sekitar 60rb-an saja. Beruntung kuota masih ada, langsung deh pesan via traveloka. Antrinya pun tidak harus di loket, tapi ada jalur khusus bagi pelanggan traveloka.

verifikasi tiket traveloka
Setelah tiket di verifikasi oleh petugas, kami langsung dipersilahkan masuk oleh pertugas yang berjaga di pintunya. Sangat cepat dan mudah.

wajah bahagia bisa lolos pintu masuk
Satu hal yang menjadi kesan pertama saya ketika memasuki studio ini, yaitu tidak ada perubahan. Terakhir kesini saya masih berstatus gadis, kira-kira 5 tahun lalu dan hingga saat ini wahananya itu-itu saja heheh. Harga tiket yang dibayarpun hanya termasuk 10 wahana, jika ingin bermain permainan lain, harus membayar 25rb rupiah per wahana. Berhubung yang termasuk HTM adalah permainan anak-anak, jadi saya dan suami ogah membayar untuk wahana lain. Cukup punya foto saja disini hehehe...

Rumah kaca
Satu hal yang paling berkesan. Saat itu suami saya ke masjid untuk menunaikan sholat Jumat, jadi saya memutuskan untuk masuk ke wahana rumah kaca berdua saja dengan kakak Q. Ya Allah, saya hampir nangis karena tidak bisa menemukan jalan keluar. Beruntung setelah lama terputar-putar, setelah kepala peniing dan anak sudah hampir nangis juga, saya mendengar suara orang lain di dalam sana. Jadilah saya mencari sumber suaranya dan alhamdulillah ketemu! Tidak lama mengekor, akhirya ketemu juga jalan keluar, lega rasanya hihihi...

Oh iya, trans studio membagi beberapa studionya, khusus permainan ekstreme, khusus anak-anak, khusus edukasi, dll Nah, masalahnya ini saya gak sempat foto. Dada sudah sesak banget, ditambah kakak Q sudah ketakutan sama badut, jadinya kami buru-buru keluar deh hihi...

Most of all, trans studio layak kok dijadikan tujuan wisata keluarga, di setiap koridor terdapat kursi yang bisa digunakan untuk rehat sejenak, bahkan jika harus rehat di lantainya pun saya rasa tidak masalah karena lantainya sangat bersih. Satu lagi, berhubung konsep trans studio adalah indoor alias di dalam ruangan, jadi tak perlu khawatir kepanasan apalagi jika harus gosong karena bermain di siang bolong. Pokoknya adem deh...

Nah, gimana menurut kalian? 


Sabtu, 11 November 2017

Bijak Dalam Mempersiapkan Kebutuhan Bayi Baru Lahir

Foto: babyluna.id
Sebagai ibu yang baru akan memiliki bayi, pasti saat ini masih was-was dalam mempersiapkan kebutuhan si kecil. Soalnya, saya sendiri pernah mengalaminya dan pernah terjebak di dalamnya. Saya terjebak, kenapa? Soalnya karena masih baru, saya jadi kalap belanjanya, saya takut kebutuhan anak saya tidak tercukupi, alhasil beberapa barang yang terbeli jadi sia-sia dan tak terpakai. 

Saya sempat browsing sana sini tentang pengalaman ibu lainnya dalam menyiapkan kebutuhan si kecil. Tau gak sih, saya bahkan mendapatkan ibu yang mengeluarkan budget hingga belasan juta. Sungguh harga fantastis bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan ya, mams. Sejak suami belajar agama, saya juga jadi ikutan belajar dan disitulah saya mulai kehidupan dengan membeli apa yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Soalnya kata uztad sih, semua barang yang kita miliki nantinya akan ditanyai dipergunakan untuk apa saja. Oleh sebab itu, dikehamilan kedua ini saya mencoba membuat daftar apa saja yang anak saya butuhkan, bukan yang ibunya inginkan. Berikut daftar dan estimasi harganya ya..

Baju Bayi

Baju bayi menurut saya adalah kebutuhan yang paling mendasar, tapi bukan berarti kita kalap dalam menyiapkan hal yang satu ini. Dulu, sewaktu mempersiapkan baju untuk anak pertama, saya membeli begitu banyak baju bayi, mulai dari kutung, baju lengan pendek, lengan panjang beserta pasangannya masing-masing. Kalau tidak salah sih, saya membeli hingga 3 lusin pasang pakaian. Endingnya, banyak pakaian yang tidak terpakai. Pertama, karena ruangan kamar berAC, otomatis si anak jadi jarang berkeringat, kedua, anak saya menggunakan diapers, jadi pipisnya ketahan disana dan tidak mengotori pakaiannya. Ketiga, ketika melahirkan dan acara aqiqah, banyak sanak saudara yang membawakan hadiah baju kepada anak saya, sehingga bajunya menjadi bertambah, sementara orangnya hanya satu. Keempat, setiap hari saya mencuci pakaian anak saya sehingga stok pakaian bersih selalu ada.

Bisa mams bayangkan dengan kondisi seperti di atas, apakah pakaian 3 lusin masih diperlukan? Menurut saya sih tidak sama sekali. Selain itu, karena tubuh anak saya relatif besar, waktu itu kakak lahirnya 3,8kg dengan panjang 50cm, membuatnya semakin hari semakin besar, bahkan pada usia 2 bulan dia sudah tidak muat lagi dengan baju baru lahirnya. Akhirnya, saya beli lagi deh baju buat dia. Mubazir, kan baju newbornnya? Dengan pertimbangan di atas, untuk kehamilan kali ini, saya hanya membeli 10 lembar pakaian bayi saja, itu sudah termasuk jumper dan setelan. Dengan perhitungan, dalam sehari si kecil ganti pakaian 3-4x, berhubung setiap minum susu pasti si baby akan saya pakaikan kain perlak di lehernya agar susu tidak mengotori baju, jadi saya rasa dia tidak akan sering-sering banget ganti bajunya.

Harga pakaian bayi tergantung dimana mams membelinya. Jika ingin murah, tentu sebaiknya mengunjungi toko online. Saya sendiri memilih marketplace shopee sebagai tempat belanja, dengan perhitungan disana ada subsidi ongkir hingga 40rb rupiah. Setiap minggu kita dikasih jatah subsidi ongkir 3x, yang berarti dalam seminggu saya hanya bisa belanja 3x di hari yang berbeda untuk mendapatkan subsidi ongkirnya. Selama ini sih saya selalu belanja max 1kg setiap pesanan, jadi tidak perlu bayar ongkir deh.

Saya sendiri lebih memilih pakaian dengan merk libby, velvet dan sekelasnya. Kenapa? Soalnya pakaian sekelas mereka itu dipakainya lebih nyaman dan menyerap keringat. Harga jumper lengan panjang 27rb rupiah per pcs, setelan bayi lengan pendek sekitar 25rb per pasang. Kaos tangan dan kaki 10rb per pasang, cukup 4 pasang, topi juga 10rb per pcs cukup 4 pcs. Saya hanya membeli 4 pasang setelan lengan pendek dan sisanya 6 pcs jumper lengan panjang tutup kaki.

Bedong Bayi

Saya sebenarnya tidak membeli bedong untuk anak kedua karena bedong kakak masih banyak, waktu itu saya beli hingga 2 lusin dan sekarang kondisinya masih sangat bagus. Jika ingin membeli, dan berniat memakaikan diapers ke si kecil, maka sebaiknya cukup beli 6 pcs saja. Bedong juga hanya dipakai di RS kok, kalo di rumah meski tanpa bedong it;s okay, saya tidak pernah membedong anak saya yang pertama, dan alhamdulillah kakinya normal-normal saja. Harga bedong merk libby per 3pcs adalah 35rb rupiah. Jadi kalo belinya setengah lusin harganya 70rb rupiah. Oh iya, bedong ini bukan bedong instan ya, tapi perlak sebenarnya yang bisa dimodifikasi jadi bedong, so jika bedongnya sudah tidak terpakai bisa dijadikan alas tidur bayi deh.
Foto: bukalapak

Bak Mandi Bayi / Kursi Mandi Bayi

Untuk anak pertama saya dulu, saya memilih bak mandi karena belum tau kalau ada yang namanya kursi mandi bayi. Sekarang saya memutuskan membeli kursi mandi bayi dengan pertimbangan takut asam urat saya kambuh di tangan dan jika menggunakan bak mandi, tangan yang harus kokoh memegang leher si bayi. Harga bak mandi kalau mau yang biasa saja ada kok yang 50rb, untuk kursi mandi bayi merk sugar baby, saya membelinya dengan harga 117rb rupiah di shopee. 

Bantal

Sebenarnya bantal adalah optional, karena pada dasarnya bayi baru lahir sampai usia 1 tahun tidak disarankan menggunakan bantal. Kalau saya sih tidak berniat membelikan bantal buat si kecil, tapi jika mams ingin beli, ya silahkan. Harganya kalau yang non bermerk 50rb sudah sepaket itu guling 2 dan bantal kepala 1.

Termometer

Bagi saya alat ini sangat dibutuhkan, saya menggunakan termometer digital. Harganya di apotik ada yang hanya 15rb rupiah saja. Kalau yang merk terkenal bisa sampai 75rb rupiah. Terserah mams mau beli yang mana ya... Alat ini sangat berguna untuk mengukur suhu air mandi si kecil dan suhu tubuh si kecil kala demam, jadi kita bisa memutuskan kapan akan diberikan obat dan kapan si kecil hanya membutuhkan treatment selain obat.

Toileters

Handuk bayi, sabun dan shampo serta pembersih gusi dan lidah sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan si kecil. Handuk bayi berbahan lembut di toko grosir, bisa saya dapatkan seharga 15rb per pcs, ambil 3 pcs jadi 45rb rupiah. pembersih gusi dan lidah di toko online hanya 15rb rupiah juga, sabun dan shampo bisa beli yang head to toe wash, jadi bisa dipake buat kepala dan badan sekalian. Harganya tergantung ukuran, yang besar sekitar 50rb rupiah sudah dapat botol 200ml dan refill 400ml.

Jika dihitung secara total, kebutuhan pokok si kecil hanya berkisar 712rb rupiah saja loh, itu sudah termasuk yang saya sebutkan di atas tadi.

Hindari Membeli Hal yang Belum Dibutuhkan Si Kecil

Banyak ibu yang tidak sadar ternyata telah membeli sesuatu yang belum dibutuhkan si kecil. Misalnya ayunan, bouncer, box bayi, gendongan, dll. Padahal tau gak sih tanpa perlengkapan tersebut bayi kita juga sudah cukup nyaman. Pertama ayunan, bayi baru lahir itu kerjanya hanya tidur saja, tidur lalu bangun minum susu, setelah itu tidur lagi, mau diletakkan di ayunan, di box bouncer apalagi gendongan, si bayi akan tetap tidur dengan nyaman. Kenapa banyak bayi yang gak bisa tidur jika tidak di gendong, ayun dll? Jawabannya simple, karena orang tuanya lah yang mengajarinya. 

Pertama lahir, ketika di rumah sakit, karena merasa gemas, ayah ibu, kakek nenek, paman tante, semuanya gantian menggendongnya 24 jam! Sampai di rumah juga demikian, nah ketika akan diletakkan kembali, si bayi tentu saja akan merasa tidak nyaman, lah ini kenapa biasanya saya digendong kok sekarang malah dilepas begitu saja. Padahal, meletakkan bayi dengan diapit dua bantal besar yang biasa ibunya pakai pun, akan membuat tidurnya nyaman. Agar menjaganya tidak kaget, bisa ditambahkan kain sarung atau selimut di bagian dadanya agar dia merasa seperti sedang dipeluk.

Anak pertama saya punya box, ayun dan gendongan. Alhamdulillah hadiah kecuali gendongan baru saya beli ketika usianya 4 bulan, itupun jarang dipake, sampai sekarang usia anak sudah 3 setengah tahun memang gak suka digendong dia. Soalnya dari bayi memang saya tidak membiasakan gendong, pun kakek neneknya, saya meminta baik-baik agar tidak sering menggendongnya karena saya melahirkan dengan secar, akan sulit bagi saya jika si kecil minta gendong terus. 

Stroller, Perlukah?

Anak pertama saya punya dua stroller, yang pertama hadiah dari ayah saya sewaktu dia lahir, dibelikan stroller bayi yang hanya bisa duduk dan rebahan. Dipakai? Tidak sama sekali hehe hanya dipakai di dalam rumah berbatas teras. Saya termasuk orang tua yang jarang keluar rumah apalagi untuk gaya-gayaan dorong anak pakai stroller ke mall. No, kalau keluar beli kebutuhan si kecil saya menitipkannya pada ibu saya sebentar.

Stroller satunya baru saya beli sekitar setengah tahun lalu, stroller travel yang mudah dibawa saat travel, karena saya suka jalan-jalan keluar kota dan saya kasian sm dia kalo jalan kaki kelamaan di kota orang, jadilah saya belikan dia stroller pockit itu. 

Kesimpulannya, bayi baru lahir sebenarnya sangat tidak membutuhkan stroller. Mau kemana coba pake stroller? :D Kecuali ya emmak sm bapaknya doyan travelling dan si kecil sudah agak besar, maka perlulah dibelikan stroller, jika ukurannya masih baby dan memungkinkan untuk digendong, saya sih menyarankan gendongan saja. Soalnya ribet juga bawa stroller kemana-mana.

Tas Perlengkapan Bayi.

Saya belum pernah membeli ini, saya merasa tidak ada gunanya, toh saya punya tas yang cukup besar menampung kebutuhan si kecil. Lagian, mau kemana coba bawa-bawa tas perlengkapan yang dibeli hingga ratusan ribu rupiah. Beneran ini bakal jarang dipake deh.. kecuali yaa ibunya memang suka menghabiskan waktu berjam-jam diluar rumah. But for me, no thanks. I am staying at home.

Pompa ASI

Saya punya dua pompa ASI, tapi tau gak sih, gak ada yang dipake. Pertama saya bermasalah pada menyusui anak pertama saya. ASI gak mau keluar sampai usia 2 bulan. Lah anak saya sudah terlanjur gak mau ASI, mams.... Jadi pompanya nganggur deh.. Mau dikasih ke ipar, lah dia sudah beli duluan. Jadi, jika ingin membeli pompa ASI, pastikan dibeli dalam keadaan butuh, bukan sebelumnya yaa.

Potong Kuku Bayi

Beneran deh mams, barang ini adalah barang yang paling saya sesali dibeli waktu anak pertama saya lahir. Gak ada gunanya, malah tangan anak saya jadi berdarah. Mending pakai gunting kuku orang dewasa saja, tangan mams lebih terbiasa, jadi tidak perlu khawatir lagi. Tapi jika tangan mams mampu menggunakan potong kuku bayi ini, ya silahkan dibeli.

Sisir, Baby Cologne, Baby Lotion, Bedak

Perlengkapan ini juga yang tidak saya gunakan pada anak pertama saya. Ngapain coba sisir rambut bayi yang halus itu dengan kepala yang masih berdenyut dibagian ubun-ubunnya, setelah aqiqahan juga rambutnya bakal botak, jadi ngapain dibeli? Baby cologne, lotion dan bedak hanya membuat kulit bayi iritasi. Mereka tidak butuh sama sekali, iklan hanya menyesatkan. Cukup berikan minyak telon anti nyamuk bagi si kecil, saya rasa sudah sangat cukup ya.

Well, disamping semua yang sudah saya tuliskan di atas, kembali lagi pada diri masing-masing, karena tidak bisa dipungkiri kebahagiaan memiliki anak memang luar biasa rasanya, ya. Jika ingin tetap kekeuh membelikan si kecil perlengkapan hingga belasan juta, why not? yang penting mampu aja dan jangan sampai ngutang deh.. 

Cukup sekian tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat dan selamat menunggu kelahiran si kecil yaa....

Memilih Dokter Spesialis Kandungan di Kendari

Sumber: google
Sudah 4 tahun lebih saya berdomisili di Kendari, sudah dua kali juga saya menghabiskan beberapa bulan kehamilanku di kota ini. Berada di kota rantau memang agak sedikit unik ya dibandingkan dengan berada di kota kelahiran sendiri. Kenapa? karena semuanya serba baru, mulai dari suasana hingga kita diwajibkan menjadi sedikit sibuk mencari tempat untuk memenuhi kebutuhan kita, termasuk diantaranya adalah dokter spesialis kandungan.

Kendari sendiri adalah kota kecil dengan jumlah kendaraan yang tidak begitu banyak, yang berarti jalanan disini belum pernah saya dapati macet, semacet di Makassar. Begitu pun dengan dokternya, disini tidak begitu banyak dokter spesialis, setau saya. Yah, setidaknya tidak sebanyak di Makassar. Nah, saya akan membahas satu-satu dokter spesialis kandungan yang pernah saya kunjungi ya.

dr. Juminten Saimin, SpOG

Perawakannya mungil, berjilbab dan berbucara cukup jelas dan cepat. Beliau praktek di apotik Alfa Farma, Jalan A. Yani No.149, Mataiwoi, Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93117. Terakhir konsultasi saya sama beliau sekitar 4 tahun lalu. Waktu itu biaya cekup hanya 100rb rupiah, namun untuk mencetak hasil USG, dikenakan biaya tambahan sebesar 50rb rupiah. Suplemen yang dikasih selalu yang paten, yang berarti kita harus merogoh kocek lebih banyak jika harus berobat kesini. Oh iya, jika ingin kesini sebaiknya harus mendaftar 2-3 hari sebelumnya, karena pasien beliau sangat banyak.. Pernah saya mendapat giliran jam 12 malam loh, dan dengar-dengar beliau bisa melayani pasien disini sampai jam 3 subuh!

dr. Indra Magda Tiara SpOG,M.kes

Perawakan beliau tinggi dan berbadan ideal, masih muda dan cantik serta kalem. Perkiraan saya sekitar 30an awal. Dokter ini perempuan ya mams... Beliau praktek di  Apotek Nila Farma Jl. Mayjen Sutoyo 97 Kendari Kendari. Selama kehamilan kedua ini saya memang rutin perika dengan beliau. Biaya cekup sama beliau ini relatif terjangkau ya, saya pernah bayar 150rb-190rb rupiah, tapi rata-rata 170rb rupiah, sepertinya tergantung tindakan di dalam deh. Terakhir bayar 190rb rupiah karena waktu itu saya sekalian di cek bagian vagina apakah ada infeksi atau tidak. Biayanya sudah termasuk cetak hasil USG.

Satu hal yang paling saya suka ketika periksa dengan beliau, dokter ini menjelaskan isi perut kita dengan seksama. Pernah saya di USG sampai 10 menit, beliau menjelaskan semuanya sampai memperdengarkan suara detak jantung dan mengedukasi kita normalnya bagaimana dan punya si janin bagaiamana. Setelah USG pun beliau dengan sabar menjelaskan apa yang ingin kita ketahui, dan bagusnya beliau tanya di rumah ada obat apa saja biar gak dikasih double obat lagi. Untuk periksa disini saya sarankan mendaftar 1-2 hari sebelumnya, pasiennya tidak sebanyak dokter juminten sih tapi jika tidak ingin datang di atas jam 9 malam, ada baiknya daftar di hari sebelumnya.

dr. Eka SpOG

Perawakan dokter eka kecil, agak gemuk dan lumayan cerewet :D tapi ya cerewet yang positif, dokter ini sangat supel dan bisa curhat dengan pasien. Waktu itu saya bertemu karena beliau kebetulan dokter pengganti di praktek dokter indra, saat postingan ini diterbitkan, dokter indra sedang pendidikan dan hanya praktek di hari sabtu, selebihnya dokter penggantilah yang menggantikannya. 

Selain di tempat dokter Indra, dokter Eka juga punya tempat praktek sendiri loh, saya lupa nama rumah sakitnya, itu yang ada di depan RM Ibu Dewi dan di RSB yang di Lepo-lepo. Beliau juga cukup cakap menjelaskan isi perut kita di USG dan dari dokter ini kemarin saya ketauan alergi micin hehehe... jadi selama hamil saya kena pilek terus, cek per cek saya alergi MSG dan si dokter malah ikutan curhat bahwa dulu waktu beliau hamil juga sama alergi MSG, so she decided to start healthy food. Yah, saya juga jadi disarankan untuk makan makanan sehat, jangan jajan di luar lagi. Hiks, padahal selama hamil ini saya sering beli makanan jadi di luar karena kondisi badan yang memang sangat drop.

Yah, untuk saat ini saya hanya bisa share 3 dokter saja, karena kenyataannya memang di Kendari saya baru konsultasi dengan 3 dokter spesialis kandungan ini. heheh Jadi mams, pilih yang mana? 

Jumat, 10 November 2017

Facial Saat Hamil, Bolehkan?

Setelah vakum menulis selama 2 bulan lebih, akhirnya saya punya tenaga untuk menulis di blog ini lagi. Kehamilan kedua ini memang terasa cukup berat bagi saya dibandingkan dengan kehamilan yang pertama sekitar 4 tahun yang lalu. Bagaimana tidak, mulai pendarahan sampai dengan alergi MSG yang berakibat pilek sepanjang hamil, membuat saya agak payah dalam me-manage waktu saya sehari-hari.


Well mams... sebenarnya saya bukan tipe perempuan yang suka bermanja-manja di salon ya, tapi karena kehamilan ini cukup berat bagi saya dan agak kesal karena di Kendari saya tidak menemukan spa khusus ibu hamil, saya memutuskan untuk berangkat ke klinik natasha skin care

Kenapa saya ke Natasha? Sebenarnya alasan utamanya adalah karena letaknya ada di dalam mall dan karena sebelum melakukan treatment, kita akan berkonsultasi dulu sama dokter. Berhubung karena saya lagi hamil, so I really need doctor untuk segala tindakan pada diri saya. 

Cashier dan Informasi
Gambar di atas adalah tempat kita mendaftar dan membayar biaya perawatan, bisa juga tempat memesan segala jenis krim yang ditawarkan di tempat ini. 

Sofa Untuk Menunggu Sangat Nyaman

Ruang kaca tempat dokternya
Setelah mendaftar di bagian informasi, kita akan diarahkan masuk ke ruangan dokter untuk berkonsultasi perawatan apa yang pas untuk wajah kita. Saat di ruangan dokter, kulit wajah saya difoto dulu menggunakan kamera khusus yang bisa memperlihatkan kondisi pori-pori wajah kita. Sesekali dokter memegang wajah kita dan bertanya ini itu. Berhubung saya lagi hamil dan jerawat saya lumayan banyak, dokter menyarankan facial jerawat untuk saya tanpa menggunakan alat listrik, karena katanya bisa berdampak sama janinnya jika tetap maksa pake alat listrik itu.

Awalnya sih dipikiranku alat listrik itu yang dipake untuk mengecilkan pori, yang agak nyetrum-nyetrum itu pas dipake, ternyata oh ternyata si mbak yang facial saya bilang bahwa alat yang dimaksud adalah alat vakum komedo, yang biasa dipake sedot komedo itu loohhh... Jadi facial kali ini murni pake tangan si mbaknya ajah dan pinset stainless. Oh my....

Sebelum difacial, si mbaknya minta saya ganti pakaian dulu. Jadi dalam satu ruangan itu ada 4 tempat tidur yang disusun berjejeran dan saya mendapatkan posisi tepat di samping wastafel yang ada cermin besarnya. Pas abis ganti baju dan hanya menggunakan kemben, saya balik ke cermin dan woww... saya kaget lihat body 70kg saya hahahaha asli gede bener nih badan. Jadi mikir, selama ini suami saya pikir apa ya pas tiap malam beliau pijit badan saya heheh...

Proses facial dimulai, wajah dibersihkan dulu, trus dipijit-pijit. Ya Allah, pas dipijit wajah, kepala dan bahu, rasanya pengen kasih tau mbaknya gini, "mbak saya ga jadi facial deh, pijit aja gini sampai waktunya habis." eheheh... tapi sayang, mulut saya terlalu kaku, takut ditolak. hiks hahaha

Selama proses itu ya agak bosan juga, komedo saya tidak sebanyak itu, jadi butuh sekitar 5 menit saja untuk mengeluarkan semuanya menggunakan tangan si mba yang sudah telaten, selebihnya hanya proses menunggu masker kering. Beruntung maskernya ga ada aroma-aroma tajamnya, jadi ya bumil ini ga muntah selama itu juga.

Akhirnya setelah masker kering, wajah dibersihkan, selesai juga proses facial bumil ini. Kurang memuaskan sih. Apalagi ya hanya gitu-gitu saja. Oh iya, untuk biayanya, maaf saya kehilangan struknya. Harga normal 250rb rupiah, tapi karena waktu itu saya bayarnya pake debet mandiri, dapat diskon deh 20%, lumayanlah bisa menghemat 50rb rupiah. Jadi saya hanya bayar 200rb rupiah.

Perasaan setelah facial, wajah bengkak-bengkak. Beberapa hari setelahnya, kok ya jerawat malah tumbuh dimana-mana ya.. Suami saya sampai bilang, "katanya abis facial, ini jerawatnya kenapa malah tambah banyak?" Ya,.. emang sih, kenapa malah tambah banyak ya? Apa kulit bumilku memang tidak cocok dipakekan macam-macam, nih?

Akhirnya karena jerawatnya sudah berbaris kayak barisan anak TK yang mau masuk kelas, saya memutuskan memakai masker tradisional, hiks dan akhirnya alhamdulillah jerawatnya hilang deh..

Jadi, bolehkah facial saat hamil? jawabannya, sebenarnya boleh asal tidak pakai alat listrik, hanya saja kembali lagi ke kulit masing-masing, apakah memang cocok pakai yang macam-macam ataukah malah berujung tragis seperti saya. Selamat mencoba yaaa...

Rabu, 09 Agustus 2017

Kehamilan Trisemester I: Keluar Darah Saat Hamil Muda

Kamis lalu, tepatnya tanggal 27 Juli 2017, saya terbangun di subuh hari dan langsung masuk ke kamar kecil. Saya menemukan bercak darah pada celana dalam, kira-kira sebesar uang koin 1rb rupiah. Tapi saya mengabaikannya. Lalu keesokan harinya, saya kembali menemukan darah pada pakaian saya, kali ini darahnya masih basah dan kuantitasnya lebih banyak dari hari sebelumnya. Saat itu, saya mulai panik dan mulai berpikir yang tidak-tidak.

Saya berkonsultasi pada seorang kawan yang kebetulan berprofesi sebagai dokter, dia menyarankanku untuk segera periksa ke spesialis kandungan. Jadi, malamnya saya langsung berangkat ke dokter praktek dan memeriksakan kondisiku. Setelah melakukan USG, posisi janinku baik-baik saja, ditambah suara denyut jantungnya yang normal, membuat dokter hanya menyimpulkan bahwa kandunganku lemah dan hanya meresepkan obat penguat kandungan saja dan menyarankanku untuk tidak berhubungan suami istri dan wajib bedrest  selama 3 hari berturut-turut.

Obat penguat kandungan
Namun, beberapa hari kemudian, darah masih terus keluar, hanya berupa bercak memang, namun sangat mengkhawatirkan. Padahal saya sudah melakukan semua yang disarankan dokter. Akhirnya karena begitu khawatir, saya memutuskan untuk kembali memeriksakan kandunganku. Saat dokter melakukan USG, dokter melihat bahwa kondisi janin dan rahimku baik-baik saja. Lantas menanyaiku perihal keputihan. Saya yang merasa tak pernah keluar keputihan sedikitpun di pakaian dalam langsung mengatakan bahwa saya tidak keputihan. Lantas dokter memintaku untuk duduk di kursi (yang mana kedua kaki diangkat agar dokter bisa membuka dan melihat jelas jalan lahir). Ternyata oh ternyata, penyebab pendarahan itu adalah keputihan yang sudah infeksi. Jadi darah yang muncul keluar dari liang vagina yang dipenuhi dengan keputihan. Menurut dokter, keputihan pada masa awal kehamilan tidak berbahaya, namun jika dibiarkan bisa berpengaruh juga pada janin.

Obat keputihan
finally,  dokter meresepkan obat keputihan yang langsung dimasukkan ke vagina. Ketika keluar dari dokter, kalimat pertama yang saya ucapkan pada suami adalah, "akhirnya nyawaku kembali!". Ya, memang benar, rasanya lega sekali. Sebelumnya tubuh ini bagaikan mayat hidup yang berjalan karena khawatir kehilangan janin. Begitu dapat kabar bahwa yang bermasalah bukan janinya, masya Allah rasanya langsung kembali hidup.

Jadi, mams... jika ada pendarahan yang keluar saat hamil muda, ada baiknya segera diperiksa ke dokter agar perasaan jadi tenang dan jika bisa kita menghentikan penyebab pendarahan itu. Selamat hamil ya.... sehat-sehat terus sampai lahiran!

Senin, 24 Juli 2017

Guruku, Bukanlah Seorang Guru

Foto: webtoons pak guru inyong
Kemarin saya membaca sebuah berita yang isinya tentang seorang guru yang melempar muridnya dengan kursi plastik karena si murid tidak mau membersihkan ruang kelas yang sudah menjadi tanggung jawab hariannya. Akibatnya, kepala si anak harus menderita bocor dan dijahit dengan beberapa jahitan. Sumber berita bisa dibaca disini ya.

Sebelumnya saya pernah membaca berita tentang seorang guru yang menelanjangi siswa karena tidak mengerjakan PR, sumber. Lalu, ada lagi berita tentang guru yang menampar muridnya dengan sadisnya, sumber. Kemudian berita lainnya menulis tentang seorang guru yang memukul anak hingga wajah si anak lebam dan gigi nyaris copot, sumber. Serta masih banyak kasus dimana guru menghukum muridnya secara tidak wajar.

Menurut saya, guru adalah profesi yang bersentuhan langsung dengan hidup manusia. Sama halnya dengan profesi dokter. Bayangkan jika seorang dokter salah mendiagnosa penyakit pasiennya, maka yang terjadi adalah kehidupan pasien yang dipertaruhkan. Seorang guru yang salah mendidik murid-muridnya, dengan memberikan hukuman yang tidak sewajarnya, maka akan menimbulkan efek trauma di hati dan pikiran si murid yang kemudian akan mempertaruhkan kehidupan si anak ke depannya. Dokter dan guru adalah profesi yang sangat dekat bahkan sangat bisa mempengaruhi kehidupan manusia.

Tapi, saya tidak sedang membahas profesi dokter. Saya sedang membahas profesi guru. Kejadian yang memedihkan hati tentang hukuman tidak wajar seorang guru pada muridnya membuat saya bertanya-tanya. Apakah zaman sekarang seorang guru tidak lagi mendedikasikan hatinya untuk pendidikan? Apakah mereka yang berkuliah hingga mendapat gelar S.Pd hanya dengan tujuan mendapatkan gaji dari pemerintah atau lembaga lainnya? Sehingga lupa bahwa yang dihadapinya adalah seorang manusia yang ingin belajar menghadapi dunia.

Pasti akan banyak pembelaan di luar sana bahwa guru juga seorang manusia yang memiliki masalah di luar sehingga memungkinkan dia khilaf dengan pekerjaanya. Bayangkan jika seorang dokter yang berdalih seperti itu. "Saya sedang stress mengingat istri/suami saya, jadi maaf saya salah potong. Harusnya mengangkat usus buntu malah saya mengangkat rahim. Maaf saya khilaf". Masalah gak? Jelas masalah!

Bagaimana jika seorang guru yang melakukan kekhilafan? "Maaf saya khilaf melempar kursi ke kepala anak Anda sehingga membuat kepalanya jadi bocor". Kira-kira orang tua mana yang mau menerima? Kira-kira anak mana yang tidak trauma jika diperlakukan seperti itu? Kira-kira apa yang akan terjadi di masa depan si anak ketika mereka terus-menerus diberikan hukuman sadis oleh gurunya di sekolah, sementara mereka bersekolah untuk belajar, bukan untuk dihukum. dengan sadis.

Guruku bukanlah seorang guru. Ya, memang benar. Pada kenyataannya banyak para pendidik kita di sekolah yang sebenarnya belum pantas bekerja menjadi seorang guru. Mereka berilmu namun tak berakhlak mulia. Sementara berilmu tidak cukup menjadikan seseorang mampu mendidik seorang manusia, apalagi harus dihadapkan dengan puluhan siswa di kelas. Mungkin itulah sebabnya semakin kesini, semakin banyak orang tua yang sadar bahwa lebih baik mendidik sendiri anaknya di rumah (dengan homeschooling) daripada harus menitipkan anak di sekolah.

Harapan saya, setiap orang yang ingin mendaftarkan diri menjadi seorang guru, harusnya dibekali dengan tes psikologi yang dilakukan langsung oleh psikiater yang ahli di bidangnya. Jika ada kecenderungan negatif, maka selayaknya ditolak. Karena di tangan seorang guru lah para orang tua menitipkan calon penerus bangsa. Apa jadinya jika calon penerus bangsa dititipkan pada seorang psikopat? Terlebih saat ini banyak sekolah yang menerapkan jam yang lebih lama dari biasanya, yang otomatis mau atau tidak mau, si anak akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama gurunya.

Wallahu'alam.